Reborn Poor

Reborn Poor
Kembali Berkuliah


__ADS_3

Senang sekali rasanya menikmati cuaca pagi hari yang segar di kampus. Aku berjalan menuju ruangan tempat kelas akan dimulai. Kira-kira bagaimana ya penampilanku menurut orang-orang? Pasti sangat mengesankan, aku pun menoleh ke sekitar, kan benar, mereka berbisik-bisik, pasti mereka memujiku yang cantik. Aku pun semakin percaya diri melangkah dan melemparkan senyum kepada semua orang di sini. Tapi.. Kenapa tidak ada yang menyapa ku ya? Anak ini tidak punya teman apa?

__ADS_1


Tiba-tiba ada laki-laki berkaus hitam dengan tinggi sekitaran 180-an? dia duduk di sebelahku, anak ini tampan. Aku mulai memandanginya terus menerus, dia menoleh dan kebingungan, aku mulai memalingkan wajah dan mulai melihat-lihat ke sekitar, ternyata ada juga yg lebih tampan, di sini banyak laki-laki yang tampan dan muda!

__ADS_1


Perkuliahan selesai, tapi tidak ada satu orangpun yang menyapa gadis bodoh ini, hanya lirikan-lirikan mahasiswa laki-laki saja, apa gadis ini benar-benar tidak mempunyai teman? Bagaimana aku bisa mengetahui siapa dia, sedangkan aku sendiri tidak ada memori apapun tentang gadis ini. Hah! Ponselnya, aku belum melihat apapun di galerinya, mungkin aku bisa melihat-lihat agar aku lebih mengenali Ariana Chelina ini. Aku mencari tempat duduk yang teduh di bawah pohon dan mulai membuka galeri ponselnya. Gadis ini ternyata punya teman juga, tapi aku tidak melihat satu pun teman yang ada di ponsel ini di kampus. Kenapa ya? Aku makin bingung. Aku membuka stagramnya, dia sering melihat Jeremy Tan? crush-nya kah? Sepertinya begitu, mereka di kampus yang sama. Tampan dan sepertinya dia orang berada, berbeda sekali dengan gadis bodoh ini, bajunya saja sudah ketinggalan jaman dan hampir tidak ada baju bagus seperti gadis pada umumnya, bahkan tadi aku tidak melihat alas bedak ataupun lipstik. Aku meminjamkannya dari si hitam manis yang ternyata bernama Rabella, atau biasa dipanggil Ela, aku baru tahu namanya sekarang, setelah melihat postingan di stagramnya. 'Dia ini miskin atau memang tidak memperhatikan penampilan sih?' batinku, tiba-tiba saja ponselnya berdering. 'Mama' nama yang tertera di ponsel ini tentu langsung membuaku tahu siapa yang menelfon, pasti orang yang sangat dicintainya. Aku mengangkatnya, "Nak, kamu masih punya uang gak di sana?" tanya seorang perempuan yang menelfon, seketika aku membuka dompetnya, masih ada 20 ribu rupiah, "Masih ma" jawabku, "Syukurlah, mama punya pengeluaran dadakan bulan ini, biaya kelulusan adikmu nak" jelas mamanya, "Iya ma, gak apa-apa" refleks akupun mengatakan seperti itu. Sekarang akupun bingung, bagaimana Ariana melanjutkan hidup dengan uang yang masih tersisa 20 ribu ini. Apakah dia bekerja? Aku harus segera pulang dan bertanya dengan teman-teman serumahnya. Merepotkan sekali, aku pikir hidupku akan lebih indah di tubuh ini, ternyata anak ini penuh misteri, misteri penderitaan yang harus aku ketahui agar memudahkanku menyesuaikan diri di tubuhnya ini, percuma saja bagus.

__ADS_1


__ADS_2