
Hari ini seperti biasa aku berkuliah pagi. Aku memulai hari dengan mandi dan memasak. Hari ini aku semangat sekali.
Ela: Waduh... Tumben ini, masak?
Aku: Berakk
Ela yang sembari mencicipi masakanku melotot ke arahku. Disusul anak-anak yang lain yang segera duduk di kursi untuk makan bersama. Salsa yang langsung mencicipi tempe goreng yang sudah aku letakkan di meja makan.
Salsa: Enak, enak.
Siti : Aku mau ambil nasi langsung ya..
Ela : Ambil aja..
Aku : Ayo dimakan
Ela : Lu kayak bahagia banget hari ini
Aku : Lagi semangat aja
Ela : Tapi kayaknya mata lu bengkak deh
Siti : Eh iya... Habis nangis?
__ADS_1
Salsa: Bukannya dari kemaren ya?
Siti : Masa sih? Eh iya aku kan gak di kostan kemarin.
Ela : Aku juga gak sempet lihat ni anak kemarin, kan aku kerja.
Salsa: Iya dari kemarin, malah lebih parah kemarin sih, parah banget bengkak nya. Gak tau kenapa ini orang nangis.
Ela : Kenapa lu?
Aku yang sedang makan langsung menghentikan kegiatanku.
Aku : Aku... Ehm... Aku kangen, kangen keluarga.
Mereka semua melihat ke arahku.
Siti : Telfon atuh kalau kangen.
Salsa: Iya, kan bisa telfon?
Aku hanya tersenyum dan melanjutkan makanku.
Setelah makan kami membereskan meja makanan dan mencuci piring. Kebetulan hari ini semua penghuni kost ini punya pekerjaan masing-masing, jadi rumah akan kosong.
__ADS_1
Aku melangkahkan kaki ku ke ruangan yang akan digunakan untuk berkuliah hari ini. Aku senang sekali, karena akan bertemu Miko! Entah sejak kapan aku menyukainya, iya.. Aku rasa aku menyukainya! Mukin sedikit.
Aku duduk di sebelah Miko. Miko melihat ke arahku. Aku tersenyum, Miko menoleh ke depan. Kami tidak mengobrol sama sekali saat perkuliahan berlangsung. Sampai pada jam terakhir materi habis untuk dibahas.
Aku pikir Miko akan mengajakku makan siang, ternyata tidak. Dia tidak berbicara kepadaku. Aku sedikit bingung. Aku mulai berlarian ke depan untuk menghampirinya. Dia hanya menoleh ke arah ku. Aku memulai berbicara kepadanya.
Aku : Hey, kamu mau kemana?
Miko: Pulang
Aku : Gak kemana dulu gitu?
Miko: Mau kemana?
Aku : Misalnya ke kantin atau ke perpustakaan?
Miko: Nggak, aku sedang tidak enak badan.
Aku : Jadi beneran mau pulang?
Miko: Iya.
Aku : Okey, see you..
__ADS_1
Miko hanya tersenyum tanpa sekata balasan apapun. Dia segera berjalan ke arah yang berlawanan dengan jalanku. Aku memilih untuk ke perpustakaan. Aku ingin mengerjakan tugas-tugas perkuliahan yang tadi diberikan dosen. Aku bukan orang yang suka menunda-nunda pekerjaan.
Aku mulai mencari-cari buku untuk refrensi yang akan aku gunakan untuk merampungkan pekerjaan perkuliahanku. Tiba-tiba aku melihat laki-laki yang sepertinya tidak asing. Aku mengacuhkannya, dan tetap berfokus untuk mencari buku-buku yang aku butuhkan. Tapi dia sekarang di sampingku. Aku melihat ke sebelah, ternyata dia juga melihatku, mata kami bertemu. Tebak siapa? Ya.. Jeremy Tan! Aku menarik nafas panjang, lalu menghembuskannya. Aku sangat muak dengannya, entah kenapa sejak aku membaca diary Ariana, aku sudah tidak respect dengannya, bagaimana mungkin ada seorang pria yang begitu angkuh terhadap wanita yang jelas-jelas menyukainya? Maksudku walau pun kita tidak menyukai seseorang setidaknya jangan melukai hati orang itu dengan mengabaikannya. Kita harus menghargai seseorang dan perasaannya.