Reborn Poor

Reborn Poor
Sedikit Lebih Dekat dengan Miko


__ADS_3

Hari ini seperti biasa aku berkuliah dan melihat berondong-berondong tampan, tidak buruk juga di tubuh Ariana, bahkan aku merasa bebas. Aku merasakan angin segar berhembus dan menerpa rambutku, kebetulan rambutku ku gerai dan pakaian yang ku gunakan adalah hoodie kotak-kotak dan jeans, maklum saja setelah ku bongkar isi lemari dari gadis ini tidak ada pakaian yang indah dan feminim, tapi aku menemuka jepit rambut motif bunga merah, jadi ku pakai saja. Aku juga menggunakan bedak Salsa dan lipstik Ela. "Apakah aku menggoda?" begitulah tanyaku pada mereka, dan mereka makin kaget, aku tahu karena Ariana bukan tipe gadis pecicilan seperti ini. "Kayaknya kamu bukan cuma hilang ingatan, sepertinya kerasukan roh hantu danau" ucap Ela yang makin membuatku tersenyum sumringah dan lebih ingin menggodanya "Memang, aku adalah Rachel dari 5 tahun mendatang" godaku yang sebenarnya adalah fakta, mereka tertawa sampai menepuk-nepuk belikatku, "Lucu kamu, kamu kan gak pernah bercanda biasanya" ucap Siti sambil masih tertawa-tawa, yang lain pun diam dari tawanya, mereka berhenti tertawa, "Berarti yang kamu bilang beneran dong?" kata Ela, mereka saling pandang, "Udah-udah gak usah halusinasi deh" ucap Salsa yang menengahi pikiran mereka yang sudah melayang kemana-mana, kami pun tertawa bersama.

__ADS_1


Aku memulai perkuliahan dengan penuh semangat. Seperti biasa juga materi pembukuan di Jurusan Akuntansi ini bukan hal yang sulit bagiku, yang sudah terlatih. Mungkin aku seharusnya memberi materi, bukan menerimanya. Aku juga bertemu lagi dengan laki-laki yang duduk di sampingku kemarin, ternyata namanya Miko. Dia duduk di sampingku lagi hari ini, ini lucu, karena umurku sudah 32 tahun, tentu aku tahu gerak-gerik laki-laki yang tertarik dengan wanita, tapi aku pura-pura tidak tahu saja, dan hanya mencoba mengobrol dengannya. Aku memberitahunya bahwa aku kehilangan ingatan, jadi aku juga mencari tahu tentang diriku yang sekarang ini. Dia juga mengatakan bahwa Ariana yang dulu bukan seseorang yang suka berdandan, semua mahasiswa di jurusan ini tahu bahwa Ariana selalu terlihat murung, dia hampir tidak pernah bergaul, bahkan saat acara kumpul-kumpul jurusan dia tidak pernah datang.

__ADS_1


Setelah jam mata kuliah selesai, ternyata Miko mengajakku ke taman dan membeli beberapa cemilan sebelumnya. Aku yang mendapatkan kesempatan ini, tidak mungkin menolaknya, selama 10 tahun ini aku tidak pernah diajak laki-laki berpergian selain bersama bos ku. "Kamu berbeda sekali setelah pulih" ucapnya memulai obrolan, "Banyak yang bilang begitu" kataku sambil minum susu pisang coklat, "Tapi kalau orang amnesia setahu aku gak sampai merubah kepribadiannya" balasnya, "Gak tahu, tapi aku benar-benar tidak tahu siapa dia" ucapku dengan tatapan kosong sambil menunjuk diriku sendiri, "Aku pikir kemarin mungkin kamu ingin menjadi wanita yang sedikit berbeda, tapi hari ini aku merasa kamu benar-benar orang yang berbeda" jelasnya, "Memang orang yang berbeda" balasku. Dia melihatku dengan tatapan sedikit kaget, aku yang semula fokus minum susu pisang di tanganku jadi memperhatikannya, kami saling tatap kemudian aku meneguk seluruh susu di mulutku. "Apa kamu hantu danau?" tanyanya sedikit bercanda, "Iya..." jawabku kemudian bertingkah kerasukan, kami pun tertawa.

__ADS_1


Miko juga mengatakan Ariana di awal perkuliahan sangat populer, karena dia mahasiswi baru yang paling cantik saat itu, banyak kakak tingkat yang menginginkannya. Hanya saja dia mulai dibenci gadis-gadis lainnya dan tidak ada mahasiswi lain yang ingin berteman dengannya. Ada juga rumor yang mengatakan dia seorang pelacur, mungkin karena itu dia terlihat lebih pemurung di semester-semester berikutnya.

__ADS_1


__ADS_2