
"oweeeeeekkkk... oweeekkkk.." suara bayi menangis dengan sangat kencang memecah kesunyian,
*
Saat itu malam dibulan Desember, pasangan suami istri yaitu Restu HarJanto dan Thalia Kinanti menanti kelahiran anak kedua mereka.
Mereka yang sebelumnya telah dikarunia anak lelaki bernama Garuda Hartha Saputra, kini sedang berada di ruang VK rs ternama di Kota M, dengan menemani istrinya yang sesekali merasakan mulas, kemudian hilang, Restu yang notaben seorang pengusaha kayu di kota M, harus sejenak meninggalkan pekerjaannya.
Dengan sabar mereka senantiasa menunggu, saat dokter dan bidan Rs datang memeriksa, Restu selalu memegang tangan Lia dengan erat, guna mentransfer kekuatan.
Pukul 22.45, Lia kembali merasakan mulas yang begitu hebat hingga membuat semua otot perut dan kaki nya menegang.
"Pa, sakit..!" ucap Lia kepada suami nya
"Sabar ya Ma, ayo kamu kuat, ingat dirumah Garuda nungguin kita ma, " ucap Restu memberi semangat
Lia kembali mengingat putra sulungnya yang sekarang berada dirumah ditemani oleh kedua orangtua Restu, karna memang kedua orangtua Lia sudah tiada.
"Aaahhh .. Pa, sakiit,.. !" keluh Lia yang kini keringat sudah membanjiri keningnya,
Dengan telaten Restu mengelap dan mencoba menyibak anak rambut dikepala sang istri.
Proses kelahiran anak kedua ini terbilang lama, Lia hampir menyerah, sudah 2 hari dua malam dia harus tidur di rs, ditemani suami tercinta .
Lia menatap wajah suaminya yang tertidur disamping nya dengan raut wajah lelah.
"Maaf ya pa!" ucapnya mengelus kepala suaminya.
Petir menyambar dan hujan lebat malam itu membuat seisi ruangan mencekam, hawa dingin yang menusuk, tidak dengan Lia, keringat masih saja membanjiri kening dan tubuhnya, seolah tidak memberi ruang untuk hawa dingin merembes masuk kedalam.
Rasa mulas semakin intens.. hitungan 5detik sekali, Bidan dan Dokter kini sudah menyiapkan semua peralatan medis yang dibutuhkan.
"Bu Lia, tahan yaa bu, jangan mengejan dulu, tahan bu!" ucap seorang dokter yang berada di kaki Lia memantau posisi bayi
"Ibu Lia, sebentar, tunggu aba-aba saya ya, sebentar lagi, tarik nafas bu,.. hembuskan pelan" kata Dokter
__ADS_1
"huuuuft. hmmmm.. huuffft!" Lia menurut apa kata Dokter yang kini menangani nya.
" iyaa begituu... tarik lagiii.." panduan Dokter memudahkan Lia mengatur nafas ,dan mengurangi rasa sakitnya.
Mulas hebat itu datang lagi,..
"hemmmmmmm.... " Lia mengejan, bahkan Dokter belum menyuruhnya .
"Sabar Bu Lia, sabar, jangan di kejan dulu, iya tarik nafas lagi!" ujar Dokter
Sampai pada akhirnya..
"Oke bu Lia, siap ya.. saya hitung sampai 3 Bu Lia langsung mengejan, tarik nafas . .1....2... 3, Ayooo . bu!"
"Hmemmmm.... !" hu hu hu hu.. nafas Lia terasa berat,..
"perawat tolong oksigen!" ucap Dokter,
beberapa perawat mengambil tindakan seperti yang disuruh dokter itu,
Lia masih mengejaan..
"Hemmmmmmmm.. !"
10menit berlalu, Akhirnya Lia berhasil mengeluarkan bayi dari rahimnya.
"ma.. kamu bisa ma, terimakasih,.. alhamdulillah!" ucap Pak Restu
Lia kini terkulai lemas, sakitnya sudah tidak dia rasa, kini, kebahagiaan melihat buah hati yang menghangat didalam hatinya.
"Pa.. anak kita cantik." ucapnya masih dengan kondisi lemas.
Beberapa perawat sibuk membersihkan, Lia terbaring dengan suami yang siaga disampingnya, sementara bayi mereka sudah di bawa ke ruang perawatan bayi setelah di adzan dan iqomah kan.
"Pa.. mau dikasih nama siapa Anak kita ini pa?" ucap Lia kepada suaminya
__ADS_1
"Vita Nathalia Resti" jawab Pak Restu
"Nama yang cantik, mama suka.!" ucap bu Lia.
*
Setelah 6jam berada di ruang Vk paska melahirkan, Lia dibawa oleh perawat menuju ke ruang perawatan, disana Lia tertidur dengan pulas, tangannya masih memakai infus vitamin.
"Ma, papa mau pulang sebentar, mau ngubur plasenta adek, sekalian liat Garuda ya !" ucap Pak Restu.
Lia yang masih tertidur dia sama sekali tidak bergeming saat suaminya meninggalkan dia sendiri disana.
Dalam tidur Lia bermimpi aneh,
"Terimakasih Lia!" ucap seorang Pria muda telah melahirkan kembali istriku.
sang Pria sedang menatap box berisi bayi perempuan yang baru saja dilahirkannya.
"Apa maksudmu?" ucap Lia
"Dia akan selalu menjadi istriku, sampai kelahiran ke berapa pun!"
Lia mengeryit, "Tidak.. dia putriku!"
"Dia memang putrimu, tapi Jiwanya milik istriku." ucap lelaki yang berwajah tampan namun pucat itu.
Lia terbangun dari mimpi, dan memandang box bayi yang sedang di dorong oleh perawat masuk kedalam ruangan, Lia menatap intens wajah bayinya, tidak ada yang aneh menurutnya. Tapi mimpi itu terasa nyata.
"Semoga hanya mimpi, dia adalah putriku, anakku!" Gumam Lia pada dirinya sendiri sambil menatap box bayi yang sekarang sudah di hadapannya.
"Ibu Lia, ini putrinya, silahkan disusui ya bu!" ucap perawat yang langsung pergi begitu saja.
sementara tanpa diketahui Lia, di sofa terlihat seorang pria yang tersenyum kepada bayi manis itu.
*
__ADS_1
bersambung