
Kelahiran Vita Nathalia Resti menjadi kebahagiaan dan pelengkap keluarga kecil Pak Restu, Garuda sebagai anak sulung sangat menyayangi adiknya itu, tanpa diminta, setiap kali Vita rewel, Garuda senantiasa menemani adiknya dan menghiburnya.
Makhluk tak kasat mata bernama Pangeran itu selalu menemani Vita, wajahnya selalu menampakkan kasih sayang dan cinta yang begitu besar, "Istriku, kelak jika kau dewasa, kita akan bersama kembali" gumamnya sambil memandang wajah imut bayi mungil bernama Vita.
"Abang, tolong mami ya bang, temani Vita sebentar," ucap Lia
"Iya mi," jawab Garuda yang saat itu sedang merakit lego membentuk pesawat terbang.
Pangeran mendekat kala bu Lia menjauh, dan menggenggam tangan Vita, seketika Vita menjerit dan menangis, Pangeran terkejut atas reaksi bayi mungil itu, kemudian melepasnya dengan tatapan sendu " Ada apa sayang, ini aku Pangeran, suamimu!" ucapnya sedih
Bayi mungil itu menangis, ketika Garuda membunyikan mainan yang tergantung pada box bayi, tangis vita mereda diganti dengan senyuman.
"Sayang.. apa yang terjadi denganmu!" kau tidak mengingatku?" ucap pangeran lagi kepada bayi mungil yang kini sibuk menggerakkan kaki dan tangan, serta terlihat girang kala musik pada mainan itu berbunyi kembali ketika abang Garuda memutarnya.
"Aku pergi dulu sayang, tapi aku janji, akan menemui mu kembali setelah kau dewasa." ucap Pangeran menatap Vita kecil menuju ke arah jendela kemudian menghilang dibalik kaca jendela kamar Vita.
Garuda sangat menyayangi Vita, dia membuat adik perempuannya itu tertidur, ketika Bu Lia kembali dari dapur, dilihatnya kakak beradik itu pulas. Garuda tertidur di atas matras samping box dimana Vita juga tertidur.
*
Pangeran berada di istananya, dia melamun, masih belum bisa menerima perlakuan Vita sang reinkarnasi istrinya terdahulu yang bernama Ratu.
"Ratu, aku sungguh merindukanmu!" ucapnya menatap figura foto yang terbingkai besar yang terpajang diatas dipan kasur besarnya..
Pangeran mengingat kembali bagaimana saat dulu dia bertemu dan menjalin kasih dengan wanita terkasihnya.
beberapa ratus tahun yang lalu.
__ADS_1
"Ratu, buka jendela nya, aku diluar sayang!" ucap Pangeran, posisinya sudah seperti cicak yang menempel didinding, demi bertemu pujaan hati, dia memanjat dinding yang tinggi tersebut.
Ratu yang mendengar ketukan pelan pada jendela kamarnya, segera meletakkan kembali buku novel yang ia baca, dan bangkit berjalan menuju jendela kamar.
"Astagaa.. pangeran?" katanya Terkejut melihat pangeran yang hanya berpegang pada sisi-sisi jendela,
Ratu membuka kaca jendela dan mengulurkan tangan menarik Pangeran masuk.
"Apa kau sudah gila pangeran? itu sangat berbahaya!" ucap Ratu panik sekaligus khawatir.
Pangeran tidak menjawab, kini tangan kekarnya telah memeluk tubuh sempurna milik Ratu dan menenggelamkan kepala ditengkuk lehernya.
Tubuh Pangeran memanas saat pelukannya itu dibalas dengan begitu erat oleh Ratu, mereka saling menatap dengan tatapan sayu, mata Pangeran menelusuri wajah Ratu, dan berhenti di bibir merah milik wanita tercintanya, didaratkan bibir miliknya ke bibir Ratu, dia mencium dengan hangat, memberikan curahan kasih sayang, tanpa terasa ciuman mereka memanas juga, kini Pangeran merasa tubuhnya mengeras, hendak menyalurkan hasratnya, namun ketika ciuman itu hendak pindah ke leher Ratu, pintu kamar Ratu diketuk.
Tok
tok
tok
Aktifitas mereka terhenti, nafas mereka begitu berat, rasanya sangat tersiksa. namun seketika kesadaran mereka kembali, Ratu mendorong Pangeran untuk bersembunyi didalam kamar mandi, Ratu membereskan pakaiannya yang sudah terlihat acak-acakan karna aksi pangeran.
Ratu membuka pintu
"Ya bu, Ratu baru saja bangun, ada apa?" ucapnya sambil mengucek matanya, berpura-pura,
"tidak ada apa-apa sayang, hanya khawatir soalnya dari siang kamu tidak keluar kamar, apa kamu mau makan?" tanya ibu Ratu
__ADS_1
"Hemmm.." Ratu menggeleng
"Baiklah, turunlah jika kamu lapar ya nak,!" ucap ibunya sambil mengusap kepala putri semata wayangnya itu,
"Hemm.. iya bu" jawab Ratu
Pintu tertutup kembali, Ratu mengusap dadanya merasa lega, karna ibunya tidak curiga, kemudian menuju kamar mandi dan mengeluarkan Pangeran dari sana.
"Apa ibumu sudah pergi?"
"Iya.. ibu sudah pergi, keluarlah ka, jangan disitu!"
Pangeran menarik Ratu kedalam kamar mandi, dan melanjutkan aksi mereka disana,,
Setelah beberapa menit berlalu, mereka keluar dengan memakan handuk, kemudian duduk disofa kamar Ratu, Ratu mengambil pakaian Pangeran yang sengaja dia simpan dilemari paling bawah.
Pangeran tersenyum dan memakai bajunya.
kemudian Ratu mengambil pakaiannya sendiri, dan memakainnya.
Sejak hubungannya tidak mendapat restu dari sang ayah, Ratu dan Pangeran bertemu secara sembunyi-sembunyi, tiap kali Pangeran rindu, dia akan menghampiri Ratu dan menuntaskan gairah hasratnya, begitu pula dengan Ratu yang setiap saat selalu siap jika Pangeran menginginkannya.
Mereka begitu atas dasar cinta, dan begitu besar cinta mereka sampai - sampai mereka lupa bahwa perilaku mereka itu akan membawa masalah bagi mereka.
*
bersambung
__ADS_1