
Tahun demi tahun terlewati, Vita kini sudah menyelesaikan Pendidikan Strata Satu nya, ditemani sang Mami, Papi dan Abang kesayangan, Vita meraih gelar cumlaude dan menyandang titel S.E pada belakang namanya, Fakultas Ekonomi tempatnya menimba ilmu Ekonomi selama kurang lebih 3,5tahun, membuat Vita kini menempati jabatan Manager Keuangan di perusahaan Papi nya, menemani sang Abang yang lebih dulu menduduki jabatan wakil Direktur, Vita sangat semangat membantu membuat beberapa laporan keuangan yang terjadi selama setahun diperusahaan.
Kejadian aneh masih meliputi dirinya, kini gadis berusia 23tahun itu, mulai sering bermimpi aneh, dimana didalam mimpi itu, dia melihat wanita yang mirip dengannya tewas mengenaskan dengan bersimbah darah dan pisau buah yang mengiris nadi gadis itu,
"Aaaarghhhh.. hah. . hah.. hah.. " keringat mengucur deras, Vita selalu bangun dalam kondisi seperti itu, "Ada apa denganku?" batinnya.
Vita memeprhatikan sekitar, dia masih terbangun di dalam kamar, seketika dia merasa lega, dia mengambil air minum di atas nakas, dan memasukkan air itu ke dalam tenggorokan nya yang kering akibat terengah-engah saat tertidur.
"Hai Vita.. " ucap seseorang..
"Aaargghhhh" Vita kaget melihat sosok yang selalu menemani dikamar, dia sangat terkejut, masih teringat wajah gadis didalam mimpinya.
"Ada apa Vita? apa kau mimpi buruk lagi?" ucap wanita yang berwajah pucat itu
"Yaa... akhir akhir ini aku sering sekali mendapatkan mimpi buruk!" ucap Vita.. masih mencoba mengatur nafasnya.
tok
tok
tok
"Vit . kamu gak papa?" suara wanita paruh bya yang tak lain adalah Mami Vita,
Vita membuka pintu kamar, sebelumnya dia merapikan penampilan dan mengelap sisa keringat yang masih menempel di dahinya.
__ADS_1
" Iya mi, Vita gak apa-apa, ada apa mi?" tanya Vita, memang hari ini adalah hari liburnya, tentu Vita akan menghabiskan waktu di rumah.
"Hari ini antarkan Mami ke supermarket ya, Mami mau belanja!"
"Siap mi!".. ucap Vita.
"Ya udah, kamu siap-siap ya, mami mau bilang supir dulu, biar nyiapin mobil!"
"Mami mau bawa mobil sendiri?" tanya Vita
"Iyaa, kan ngajak kamu!" ucap Mami..
"Siap deh kalo gitu.. ya udh Vita mandi dulu ya.. "
Pintu kamar kembali ditutup, Vita meraih handuk dan masuk ke kamar mandi, kemudian bersiap diri.
20menit kemudian, Vita sudah siap, dengan balutan kaos kebesaran santai dan celana Jeans berwarna hitam, kacamata serta rambut yang dibiarkan tergulung, dia menuruni tangga mencari sang mami.
"miii.. ayo. . katanya mau ke.." ucapannya terputus kala seorang pria berdiri dihadapannya, menebar senyum pesona, bahkan Vita menatap tak berkedip.
Beberapa menit..
"Vitaa... ngapain?" tanya mami yang tiba-tiba datang menghampirinya, "Kok bengong disitu, ayo, udh mami tungguin dari tadi juga!" lanjut mami.
"Ii.. itu mi.. " jawab Vita terbata sambil menunjuk ke arah belakang sang mami, mami menoleh dan mengangkat bahunya, "itu apa?" tanya mami nya heran, "ehh.. enggak ada apa-apa mii!" kata Vita mengusap lehernya.
__ADS_1
"Tadi dia disitu, sekarang gak ada, apa dia bukan manusia?" batin Vita
Vita berlalu keluar menyusul sang mami, tanpa dia sadari sepasang mata memandangnya sambil mengukir senyum.
sayang, kini kau semakin cantik. ucap Pangeran menatap kepergian Vita.
"Ayo mi, Vita nih yang nyetir?" ucapnya.
"iyaa, terus mau siapa lagi? asal jangan melamun yaaa, nyawa mami cuma satu!" kekeh mami.
"siap mii..!" ucap Vita
Mobil melaju menuju supermarket mengantarkan kedua wanita beda generasi itu ke tempat tujuan.
Sampai di Supermarket, mendadak pandangan Vita buram, dia mencengkram stir mobil menundukkan kepala sebentar merasakan putaran bumi yang hanya ia rasakan sendiri, bayangan wanita yang di mimpi nya seakan berputar disana. Ratu tersenyum mengulurkan tangan pada Vita, seraya membawa Vita ke alamnya.
"Vit... Vitaa... " Mami menggoyangkan bahu Vita dengan kencang sehingga Vita terjaga, "Ya ampun Vit, tidur nya ntar dirumah ." kata Mami..
"Vita gak tidur mi, cuma agak pusing, boleh gak Vita nunggu di mobil saja?" ucap Vita serius
"Serius kamu pusing tadi gak kenapa napa! "kata sang mami menyentuh kening Vita yang berkeringat.
"Baiklah, tunggu ya, mami sebentar kok!"
"lama juga gapapa mii.. " kekeh Vita
__ADS_1
Usai mami pergi dari sana, Vita kembali merebahkan kepalanya di senderan kursi, kemudian hendak memejamkan mata, dia terkejut karna sosok lelaki itu kembali, kini berada di kursi sebelahnya.
"Aaahhpp..." Vita terkejut.