
Pagi itu Vita sangat bersemangat, dengan diantar supir, dia melesat membelah jalan ibukota yang padat menuju kantor tempat ia bekerja. Vita selalu datang tepat waktu, meski ia adalah anak dari pemilik perusahaan yang kini ia datangi. Ia selalu mematuhi peraturan yang ada disana termasuk jam masuk dan keluar.
"Pagi bu..!" begitu sapaan yang ia terima sepanjang jalan yang ia lewati sampai ke ruangannya. Vita berjalan menuju lift, ketika lift terbuka dia segera melangkahkan kakinya masuk kesana.
Dilift terlihat pria tak asing dimata Vita, Vita memperhatikan pria yang berdiri tepat di sebelahnya, dilihat angka di dinding lift menunjukkan tujuan si pria itu, "Lantai 10?" gumam Vita dalam hati, menoleh lagi ke arah pria tersebut, "Siapa?" gumamnya lagi.
ting..
Pintu lift terbuka, Pria tersebut keluar mendahului Vita, senyum mengembang di wajah pria itu, Vita berjalan dibelakang tubuh pria berjas hitam, sambil mengerutkan dahi, masih bertanya dalam hati. Sampai di depan pintu ruangan bertuliskan Manager keuangan, Vita masih tetap berdiri memperhatikan si Pria tak asing itu, Della asisten manager keuangan yang lebih dulu berada di ruangan Vita membuka pintu dan memperhatikan Vita yang sedang melamun menjatuhkan pandangannya lurus.
"Bu Vita??" Della mengibaskan tangan di depan wajah Vita berharap gadis itu berhenti melamun.
"Ehh . iya Del, " kata Vita tergagap
"Ngapain ibu masih berdiri disini?" tanya Della
"Del, apa ada orang baru yang bekerja di lantai 10?" tanya Vita balik kepada Della
Della mengeryit bingung, "Orang baru?"
__ADS_1
"Hmmm.. dia pergi ke arah sana?" kata Vita menunjukkan jarinya ke arah si Pria yang menghilang dari pandangan
"Mungkin yang ibu maksud kepala bagian Divisi pajak?" kata Della mengira ngira.
"Bisa jadi, apa itu bagian baru di lantai 10?" tanya Vita lagi kini sambil berjalan masuk ke ruangannya.
"Tidak bu, itu sudah lama ada, tapi menurut info yang saya dapat, kepala divisi yang lama mutasi ke kantor cabang bu, kini yang memggantikannya seorang Pria muda!" jelas Della
"Hmmm.."Vita berpikir sambil menopang dagu dengan kedua telapak tangannya.
"kenapa wajahnya terasa tidak asing!" gumamnya.
"Huft ..." desah Vita,
"Bu, nanti jam 10 ada pertemuan dengan divisi pajak, guna mengenalkan kepala bagian yang baru, bahkan pimpinan datang!" ucap Della menghentikan aktifitas Vita
"Ayahku datang?" tanya Vita
"Iya bu, mungkin setengah jam lagi, kita akan ke ruangan meeting di lantai 2" kata Della lagi sambil merapikan laporan yang telah selesai diperiksa.
__ADS_1
"Baiklah." jawab Vita
*
Diruang bertuliskan Divisi Pajak,
Pangeran yang kini menjadi setengah manusia demi selalu berada disisi Vita, gadis reinkarnasi istrinya, dia berjanji akan selalu menjaga dan melindungi gadis itu.
Pangeran teringat perjanjiannya dengan Sang Penguasa semalam, dia meminta Sang Penguasa agar menjadikan dia manusia dan membolehkan ia berperan sebagai mana layaknya manusia jaman milenial ini..
Pagi hari Pangeran merasakan aneh di sekujur tubuhnya, kini ia bisa merasakan hangatnya matahari, ia membuka mata kemudian tatapan nya berhenti di sebuah cermin besar yang berada di ujung sudut kamarnya. Ia memperhatikan dengan seksama bentuk tubuh dan wajahnya yang berkisar usia 35tahunan itu, bibirnya melengkungkan senyum, kamar yang ia tempati bukan lagi gua yang biasa ia singgahi ketika siang hari, melainkan kamar sebuah apartemen mewah.
Pangeran turun dari ranjang menuju kamar mandi, sekali lagi ia melihat pantulan dirinya di cermin yang ada disana.
"kau bisa menjadi manusia, tapi kau juga akan menua dan mati, apa kau setuju dengan syarat itu?" ucap Sang Penguasa
Pangeran menyetujui semua syarat, semua ia lakukan demi menanti saat roh Ratu menyatu kembali ke jasadnya.
Kini Pangeran berperan sebagai eksekutif muda mengelola pajak di sebuah perusahaan, dan yang pasti perusahaan itu milik keluarga Pak Restu, yang mana Vita juga bekerja disana.
__ADS_1
Senyumnya mengembang setelah pertemuan pertamanya dengan Vita di dalam lift, dia tidak menyangka jika Vita akam cepat tertarik dengannya, dan dia berharap semua berjalan sesuai harapan, sampai bertemu kembali dengan Ratu istrinya.