
Pangeran masih menatap wajah cantik Ratu yang kini terlelap, setelah kembali dari dapur untuk mengisi perut, Pangeran yang masih setia menunggu kekasihnya didalam kamar, merebahkan tubuh lelahnya. menatap langit-langit kamar Ratu yang didesign seolah-olah menatap langit.
Ratu menggeliat, tertidur dipelukan pangeran membuat dia nyaman.
cup
Pangeran mengecup kening gadis tercinta nya, kemudian mengeratkan pelukan tangan kekarnya pada tubuh ramping Ratu.
"Kita akan selalu bersama bukan?" ucapnya pada Ratu yang memejamkan mata.
waktu tengah malam
Pangeran melepaskan diri dari samping Ratu, mengecup wajah Ratu berkali-kali, rasanya enggan untuk meninggalkan kamar itu, tapi waktu ini adalah waktu yang tepat untuk Pangeran keluar dari sana, karna penghuni rumah Ratu sudah terlelap.
Pangeran mengendap keluar dari jendela kamar Ratu, jendela itu dibiarkan terbuka,
Ratu meraba ke sebelah dia tertidur, "kosong" sejenak dia membuka mata "Sampai kapan kita akan terus seperti ini pangeran!" Ratu kembali meneteskan airmata, mengingat betapa Ayahnya sangat tidak menyukai Pangeran dan keluarganya, dengan alasan yang tidak diketahui oleh Ratu ataupun Pangeran. (Lebih tepatnya itu urusan orangtua ya)
*
Pagi itu Ratu bangun dan melenturkan tubuhnya, dia melihat jendela yang terbuka, disana terdapat note
*sayang, sampai jumpa lagi
aku mencintaimu*
Ratu membaca Note disana dan menyunggingkan senyumnya.
"Ratu, kau sudah bangun nak?" panggil sang ibu
"Iya sudah bu," Ratu bergegas menyimpan note itu di buku hariannya. kemudian dia keluar kamar dan ikut turun bersama ibunya ke meja makan, terlihat ayahnya sedang membaca surat kabar.
"Pagi ayah!" ucap Ratu mesra
"hmmm!" jawab Ayah.
Ibu meletakkan beberapa menu masakan disana kemudian ikut mendudukan diri dikursi makan
"Ibu, ayah hari ini Ratu ada janji dengan teman, kemungkinan akan pulang sore!" ucap Ratu, dia mengingat janjinya pada Pangeran tadi malam akan berkencan.
"Biar diantar penjaga ya Ratu!" ucap Sang Ayah
Ratu sedikit pesimis, pasalnya jika dia diantar penjaga, tidak menutup kemungkinan penjaga itu akan melapor kepada ayahnya dengan siapa saja Ratu bertemu.
"Apa ratu tidak bisa membawa mobil sendiri yah?" pintanya dengan sedikit takut
"Ratu, dengarkan apa kata ayahmu nak!" ucap ibu yang sedikit menengahi, karna melihat raut wajah sang suami yang sudah berubah kesal.
"Baiklah bu!" jawab Ratu menundukkan kepala.
*
Dilain tempat
Pangeran masih menunggu kedatangan Ratu, tidak jarang dia membuka menutup jam kuno yang memiliki rantai itu.
Saat matanya menatap wanita tercinta datang, senyumnya mengembang kemudian meredup, karna melihat beberapa penjaga dibelakangnya.
__ADS_1
"Kalian tunggu disini saja! saya mau bertemu teman didalam cafe, akan terlihat tidak mengenakkan jika kaliam ikutan juga kan!" ucap Ratu sedikit ketus dicampur kesal.
Ratu melangkahkan kaki masuk kedalam cafe yang berdesigm kuno itu, dengan ukiran kayu dimana-mana, dia mengalihkan pandangan keseluruh penjuru, ketika itu dia melihat pelayan menghampiri dan membawa note.
"ke dalam toilet sayang!"
Ratu mengerti, dan melangkahkan kakinya kembali, dia menerka nerka dimana Pangeran berada, ketika Ratu akan membuka pintu toilet yang tertutup, seseorang menariknya masuk ke kamar toilet belakangnya
"Aakhhmmp.."
"Ssstt.. ini aku sayang"
Ratu melihat wajah pria tampan yang mengisi relung hatinya.
Pangeran membuka dekapan tangannya kemudian menatap wajah Ratu intens.
cup
bibirnya mulai mencium bibir Ratu dengan lembut, kemudian berubah menjadi panas, gairah kembali memenuhi ruangan 1x1 meter itu, dipepet tubuh Ratu merapat ke sisi toilet, Pangeran membuka satu persatu pakaian yang menempel disana dan melanjutkan aksinya.
Beberapa menit berlalu, pasangan itu kini tengah duduk diatas toilet dengan saling mendekap. nafasnya kini mulai teratur walau keringat masih terlihat di kening Pangeran.
Ratu memejamkan mata, dekapan Pangeran kembali membuatnya nyaman.
*
Kini mereka duduk dikursi belakang, dengan memesan beberapa makanan dan minuman, Pangeran tersenyum menatap Ratu, tangannya tak lepas menggenggam jemari Ratu.
"Pangeran.. kita tidak bisa terus begini!" ucap Ratu menundukkan kepala
"pangeran, jika kita tidak segera memberanikan diri menemui ayahku, maka mau tidak mau kita akan terpisah kemudian Pangeran, dan aku tidak mau itu terjadi!" kini airmata Ratu telah membanjiri pipi mulus miliknya
Pangeran menggenggam erat jemari Ratu.
"Aku akan segera menemui ayahmu!"
ucap Pangeran
Bahkan sampai saat ini, ayahmu tidak pernah berkenam menemui ku Ratu, tapii aku akan terus berusaha.
Pangeran tersenyum, meyakinkan Ratu. mengecup punggung tangan Ratu, sampai makanan dan minuman yang mereka pesan datang.
Tidak ada percakapan lagi antar keduanya, sampai salah satu penjaga masuk ke dalam cafe dan memberitahu Ratu bahwa saat ini ayahnya sudah menyuruh dia kembali ke rumah.
Ratu hanya mengangguk, dan berdiri kemudian beranjak dari kursi cafe itu.
Pangeran hanya menyelipkan note didalam genggaman Ratu seperti biasa.
Ratu memandang Pangeran sejenak, kemudian tersenyum dan meninggalkan pangeran disana sendiri.
maafkan aku Pangeran.....
*
"Aku minta kalian tidak menceritakan apa-apa kepada ayah setelah ini!" ucap Ratu sebelum masuk ke rumah.
penjaga hanya membungkukkan badan mereka dan kembali membawa mobil ke garasi.
__ADS_1
Ratu masuk, dan disambut dengan beberapa orang yang sudah menunggunya disana.
Ayah melihat kedatangan Ratu dengan sumringah begitupula dengan 3orang yang menatap ke arahnya. tapi tidak dengan ibu Ratu, yang tampak mengkhawatirkan kondisi putrinya itu.
"Ayah, ada apa ini?" ucap Ratu
"Dudullah dulu nak!" ucap Ayah
"Ibu?" Ratu mengalihkan pandangan ke ibunya
Ibu Ratu hanya menangguk tanda Ratu harus menuruti ayahnya
Ratu duduk dihadapan ketiga manusia didepannya yang tersenyum.
"Ini Tuan besar Theo,istrinya, dan putra semata wayangnya Tuan Muda Nando." kata ayah
"a..apa maksudnya ayah?"
"Maksud kedatangan kami kesini ingin meminang Ratu!" jawab Tuan Besar Theo,.
Nando terlihat menyunggingkan senyumnya
Ratu bingung, kemudian memilih untuk diam.
"Apa Ratu bersedia menerima putra kami Nando?" ucap Theo lagi
Ratu hanya diam.
"Sepertinya Ratu masih kaget Theo, kita harus pelan-pelan, yang penting mereka sudah bertemu, untuk selanjutnya kita adakan pertemuan khusus buat mereka saja, bagaimana?" ucap ayah
Ibu hanya diam, mengelus bahu Ratu, menenangkan putrinya itu.
Pertemuan berakhir, Ratu kembali ke kamar, sebelum Theo dan keluarganya pulang, Nando mencoba mendekati Ratu, Ratu hanya diam saja.
Nando tersenyum, "sampai jumpa lagi cantik! ucapnya.
*
Ratu kini merasa sangat bingung, disisi lain dia sangat mencintai Pangeran namun ayahnya telah menjodohkannya,
Membaca note dari pangeran.
*sayang, jangan dikunci jendela nya, aku akan menemuimu kembali malam ini.
aku mencintaimu*
"aaaaarghh.. " Ratu menghempaskan tubuhnya diatas ranjang, kemudian memejamkan matanya.
aku harus bagaimanaa?? Pangeran.. aku sangat mencintaimu...
*
bersambung
Jangan lupa Like dan komen yuk..
Beri vote dan Rate 5 juga yaa .. š
__ADS_1