Reinkarnasi Istriku

Reinkarnasi Istriku
Indigo


__ADS_3

Kejadian siang tadi di rooftop membuat Vita mengeryit, masih mempertanyakan makhluk apa yang baru saja ingin menyerangnya, namun kenapa tiba-tiba menghilang.


"Kamu tidak apa-apa?" tanya Pangeran


"Hmm.. Tidak apa-apa Jay!" ucap Vita meyakinkan Pangeran.


"Hanya saja...!" pernyataannya menggantung, dia bingung apa harus menceritakan kepada Pangeran atau tidak tentang kelebihannya bisa melihat makhluk astral selain manusia dan Jin di dunia nyata, yang biasa dikenal dengan istilah indigo.


"Hanya saja ?" Pangeran mengulang perkataan Vita.


"Hehehe. . tidak apa-apa!" ucap Vita mengusap hidungnya, itu akan dia lakukan saat gugup,


Pangeran tersenyum. "Bahkan walau roh mu belum memasuki jasadmu kembali, kebiasaan-kebiasaanmu selalu ditunjukkan gadis reinkarnasimu ini Ratu." gumam Pangeran dalam hati yang memperhatikan setiap gerak gerik Vita.


"Ya sudah, ayo kita kembali ke kantor!" ucap Vita kembali


"Hmm.. " jawab Pangeran menganggukkan kepalanya.


*


Diruangan berukuran 3x4 bertuliskan nama manager accounting, Vita mendudukan diri di kursi kebesarannya, melanjutkan pekerjaannya usai istirahat siang.


Pangeran pun sama, kembali ke ruangannya, disana sudah berkumpul semua teman-teman Pangeran yang memperhatikan Pangeran sejak keluar dari dalam lift.


"Ceh, pantas saja diajakin makan siang tadi menolak, ternyata ...!" kata Maul saat Pangeran memasuki ruangan mereka.


Pangeran hanya tersenyum santai menuju meja nya dan memulai pekerjaan yang tertunda makan siang tadi.


Pikirannya terbagi saat mengingat Ijo Lotto hendak menyerang Vita, "Apa tadi Vita melihat Ijo Lotto ya?" gumam Pangeran.

__ADS_1


"Yaa . kenapa Jay?" jawab Maul


"Eh.. enggak.. enggak, gak apa-apa!" kata Pangeran gugup, kemudian membuka map merah itu kembali.


*


Diruangan Vita


"Makhluk apa itu tadi?" gumam Vita


Sejak masuk keruangan Vita banyak melamun, saat seperti ini biasanya teman karibnya Kunkun dan Pocan pun datang.


"Vit.. kenapa?" tanya Pocan.


Vita yang merasa dipanggil pun menoleh.


"Eh, gak apa2 Pocan.. itu tadi aku lihat makhluk aneh! badannya hijau semua!" kata Vita menceritakan hal yang terjadi siang tadi.


"Sis... siapa?? Ijo Lotto??" ucap Vita mengulang nama yang disebut Kunkun .


Kunkun dan Pocan mengangguk.


"Makhluk jenis apa dia Kun?" tanya Vita


"Dia suka sama anak-anak Vit!" kata Kunkun.


Pantas tadi dia mau membawa anak kecil bersamanya!


"Emang kamu ketemu dimana Vit?" tanya Kunkun

__ADS_1


"Tadi pas makan siang, pas aku mau pulang, ada anak kecil yang mau di gendong gitu sama dia, reflek aku kan teriak Kun.. eh malah aku mau diserang, tapiii.. ?" kata Vita menggantung..


"Tapi apa Vit?" kata Pocan


"Tapi anehnya gak jadi nyerang aku, malah menghilang gitu aja..! aneh gak?" kata Vita.


Kunkun dan Pocan saling bertatapan, Membuat kode yang paham mereka saja.


"Emangnya kamu makan siang sama siapa?" kata Pocan lagi.


"Tadi sama temen kantor, Jaya!" kata Vita


"Jaya?" ulang Kunkun, tangannya mengusap kepalanya berpikir.


"Iyaa.. yang kata kalian mirip suami masa depan aku!" kata Vita melanjutkan.


"Ooohhh.." kata Pocan dan Kunkun bersamaan, seketika mereka merasa lega, karna pasti yang mencegah Ijo Lotto menyerang Vita adalah Pangeran.


"Lain kali jangan gegabah Vit, gak ada yang tau kan kamu indigo?" kata Kunkun


"Iya.. tadi juga hampir keceplosan bicara sama Jaya !" ucap Vita sambil menepuk jidatnya.


Kunkun dan Pocan hanya terkekeh melihat Vita.


"Ternyata Vita masih belum tau Kun, kalo Jaya itu memang Pangeran, suami masa depan dia!" bisik Pocan


"Iyaa... " hihihihi.... suara khas Kunkun kembali membuat Vita mengeryit.


"Ada apa?" tanya Vita

__ADS_1


"Tidak kok..!" kata Kun kun dan Pocan bersamaan, kemudian terkekeh kembali.


__ADS_2