
Pangeran begitu semakin tak sabar, ia semakin hari semakin berlama-lama tinggal berdiam diri di kamar Vita, menemani gadis itu dan senantiasa mengawasi dan menjaganya agar tetap hidup hingga usianya 27tahun, karena seperti yang dikatakan oleh roh Ratu, bahwasannya Ratu akan kembali ke jasadnya ketika gadis reinkarnasi nya berusia 27tahun dan hidup.
Pangeran tersenyum, kala menyaksikan ulah konyol Vita, tidak hanya pangeran, disana juga terdapat makhluk astral lainnya, sebelumnya mereka tidak pernah bertegur sapa, tapi karna melihat Pangeran yang selalu datang, teman Vita yang kasat mata itu pun penasaran dan mendekati Pangeran.
"Hehh.. kamu siapa?" tanya Kunkun begitu panggilan Vita kepadanya, wanita berwajah pucat dengan dress putih melayang dan rambut tergerai panjang.
Pangeran menoleh, namun tetap diam.
"Yeeeee... tidak punya telinga yaa!" kata kunkun lagi kesal.
"Ya sudah kun, kita kembali saja kesana!" kata Pocan yang terlihat melompat-lompat menuju tempat Vita duduk menonton televisi.
"Entar dulu Pocan, aku masih penasaran saya dia, tampan tapi sombong sekali sih!" ucapan kunkun kali ini dibalas tatapan Pangeran, lalu beberapa detik kemudian Pangeran bersuara "Kamu gak bisa diam yaa!" kata Pangeran
"Saya nanya, kamu siapa?" tanya kunkun kembali.
"Saya suami masa lalu dan masa depan Vita!" jawab Pangeran tanpa melihat ke arah kunkun ataupun Pocan.
"Hihihihihihi................" suara tertawa khas Kunkun pun keluar, dan itu membuat Vita menengok ke arah ya.
"Ssstt . berisik!" kata nya.
__ADS_1
"hehe.. iya Vit sorry sorry.. ini nih, Pria ini ngaku-ngaku suami masa lalu dan masa depan kamu!" jawab kunkun, di dukung oleh anggukan Pocan.
"Hmmm.. maksudnya?" Vita mengeryit
"Yaa.. aku adalah suami masa lalu dan akan menjadi suami masa depan kamu!" jawab Pangeran.
"Namaku Pangeran Jayadiningrat, aku berasal dari 1500tahun lalu" ucap Pangeran
"Hmmm.. kamu becanda yaa?" kata Vita
"Tidak, kamu tunggu saja waktunya." ucap Pangeran dengan lembut, dan sesekali melempar senyumnya.
"Aaaahhh.. Manis banget..." kata Pocan memperhatikan wajah manis sang Pangeran.
Vita masih berfikir keras apa yang sudah dikatakan Pangeran, dia merasa bingung, namun Vita hanya berusaha berfikiran positif saja.
"Kalau aku istrinya, lalu... ?" Vita mengeryit heran, "Ahh.. ya sudah lah!" desahnya kemudian.
*
Senin pagi, Vita mengenakan blazer cokelat susu, dan bersiap untuk kekantor, mobil yang biasa dia kendarai sedang dibengkel, hari ini dia berniat berangkat bersama sang Abang.
__ADS_1
"Pagi mii.. pii.." ucapnya kala sampai dimeja makan.
"Pagi sayang, semangat sekali?" kata mami..
"Harus donk mii!" jawabnya, "Abang, aku bareng Abang yaa berangkatnya! mobilku masih dibengkel, nanti pulang kantor baru selesai kata montirnya!"
"Yaahh kayaknya gak bisa deh Vit, Abang mau jemput Rara sama Mami, mau ke Toko souvenir, kamu sama supir aja yaa..!" kata Garuda
"Oooh begitu,.. ya sudah deh, mau bagaimana lagi!" ucap Vita sambil mengunyah roti yang baru saja dia oles slai.
"Pii.. Hari ini mami mau ngajak Rara sama Garuda nyari souvenir ya, papi berangkat ke bandara masih sore nanti kan ya, sempat tidak nunggu kita pulang pi?" tanya mami
"Hmm... nanti papi tunggu mami pulang dulu." jawab papi singkat.
"Abang, kamu udah telpon Rara?" tanya mami lagi.
"Udah mi.. Rara hari ini juga izin off dikantornya!" kata Garuda.
"Demi calon mertua tuh mii!" ledek Vita.
"Kamu mana calon mertua nya!" ledek balik Garuda
__ADS_1
"Nanti juga datang Bang, Tunggu saja!" jawab Vita santai, lalu kepikiran ucapan Pangeran tadi malam.
"Masa iyaaa, calon mertua aku itu hantu!" Vita bergidik ngerii, dan itu disaksikan oleh sang Mami yang menggelengkan kepala melihat tingkah putrinya.