Reinkarnasi Istriku

Reinkarnasi Istriku
Tidak Fokus


__ADS_3

Sepanjang jalannya rapat, Vita dan Pangeran saling lempar pandang, bahkan saat Vita menjelaskan laporan keuangan perusahaan, dan menentukan target pendapatan selanjutnya, Pangeran menatapnya dengan penuh kesungguhan, Pangeran begitu takjub, seakan lupa tujuan dari permintaannya menjadi manusia, Pangeran merasa sangat mengangumi Vita, "Astaga. apa yang ku fikirkan!" ucapnya dalam hati, kemudian kembali menundukkan pandangannya seketika.


Rapat berlangsung sekitar 2jam, selama itu mereka terlihat berinteraksi, namun hanya sebatas rekan kerja, Pangeran menjelaskan beberapa poin mengenai perpajakan, dan itu sangat berhubungan dengan laporan yang disampaikan Vita, "Sesuai dengan catatan yang saya terima, sejak pengalihan Pak Roy ke kantor cabang, terjadi penunggakkan pembayaran pajak, dan itu akan sangat buruk bagi imej dan nama baik perusahaan" Pangeran memulai laporan yang dia bawa.


"Eheemm.. tentu saudara Jaya, kami sudah menghitung beberapa tunggakan dan denda yang hendak kami bayar, sebelum saudara Jaya hadir, memang beberapa diantara kami, tidak begitu paham, namun biayanya sudah kami siapkan, mungkin setelah ini kita bisa ke ruangan saya untuk menyerahkan beberapa tagihan dan Saudara Jaya bisa menyelesaikan ya perlahan," ucap Vita.


Lagi - lagi Pangeran terhanyut dalam pandangannya terhadap Vita, bahkan dia sama sekali tidak menyimak apa yang Vita katakan, khayalannya sangat berbeda dengan apa yang sedang terjadi diruangan meeting tersebut.


"Saudara Jaya.. hellooo..!!" ucap Vita berkali kali saat melihat Pangeran memandangnya tanpa berkedip.


"Kun.. kayaknya ada yang tersepona!" bisik Pocan yang memperhatikan Pangeran sedari tadi. "Bukan tersepona Pocan.. tapi ter-pe-so-na! Hihihihihihi........." suara Kunkun kembali membuat Vita melirik.


"Sssttt.. kamu sih Kun!" ucap Pocan berbisik melihat tatapan tajam dari Vita


"Ups.." kata Kunkun..


Mereka memilih keluar dari ruangan meeting menembus dinding dan seketika sampai di ruangan Vita di lantai 10.


"Kun.. gua yakin, itu cowok naksir sama Vita! hmm.. alasan aja dia ngaku-ngaku suami masa lalu dan masa depan.!" kata Pocan sambil menyenderkan tubuhnya di dinding.


"Hmm.. aku juga mikir begitu sih, eh Pocan, gimana kalo kita cari tahu aja!" kata Kunkun yang mulai curiga terhadap motif Pangeran mendekati Vita.

__ADS_1


*


Diruang Meeting


"Saudara Jaya apakah Anda mendengar saya?" ucap Vita kembali saat melihat tak ada respon dari Pangeran karna melamun.


"Hmm.. iyaa maaf, nanti saya akan keruangan Anda.!" jawabnya gelagapan.


"Maaf permisi, saya perlu ke toilet sebentar!" kata Pangeran terhadap semua nya yang ada di ruang meeting.


"Baiklah, kita jeda rapat kita 10menit!" ucap Asisten direktur yang kini mempersilahkan minum.


Vita kembali diam, menatap punggung Pangeran yang berjalan keluar menuju toilet, dan seketika sang Ayah memperhatikan itu kemudian tersenyum.


"Permisi... hei ganteng!" ucap Pocan yang tiba-tiba masuk ke toilet pria.


Pangeran pun sedikit terkejut, bahkan Pocan menembus dinding untuk masuk kesana.


"Hihihihi......" Kunkun menyusul.


"Mau apa kalian kesini?" tanya pangeran

__ADS_1


"Kami hanya ingin memastikan bahwa kamu tidak punya niat jahat kan sama Vita, Vita itu sahabat kami!" ucap Pocan mendekat.


"ceh... itu urusanku! kalian tidak berhak ikut campur!" kata Pangeran lagi.


"Tentu kami akan ikut campur, jika kamu mau jahat sama Vita.. kami akan menganggumu setiap saat! hihihihihi.......!" lanjut kunkun


kemudian mereka berdua keluar, kembali ke ruangan Vita dengan menembus dinding.


Pangeran merasa bimbang, bukan karna ancaman dari kedua teman makhluk astral Vita, namun memang ada sesuatu yang menggelitik hati nya sebagai manusia, dia mulai mengagumi Vita.


"Ratu.. maafkan aku ..!" ucapnya semakin frustasi..


*


Meeting kembali di mulai, seperti sebelumnya Pangeran tetap tidak fokus, bahkan kini ia senantiasa menundukkan pandangan, supaya tidak terlalu terpesona, mengingat duduk mereka berhadapan.


Sampai meeting selesai, pandangan mereka kembali bertemu, saat berpamitan dengan Pimpinan, mereka membungkukkan badan ketika itu, Vita melirik Pangeran, kemudian memulai percakapan kembali.


"Pak Jaya, bisa ke ruangan saya sebentar!" kata Vita profesional.


"Baiklah." jawab Pangeran.

__ADS_1


Ya ampuun.. entah apa yang akan terjadi, sungguh, aku sulit mengendalikan hatiku.. Gumam Pangeran


__ADS_2