
"Pangeran.. Pangeran..!" teriak Ijo lotto, saat berada di apartemen mewah milik pangeran. Emosi nya sungguh besar, karna teman wanita Pangeran tadi, Ijo lotto gagal beraksi, dan kembali ke gua tanpa hasil.
" Kenapa berteriak?" ucap Pangeran saat keluar dari kamar mandi dengan santai nya sambil mengeringkan rambut.
"Ceh, begitu santainya hidupmu sekarang, apa kau tau, gara-gara teman wanitamu tadi, aku gagal mendapatkan mangsa!" ucap Ijo Lotto kesal.. "Sial!" lanjutnya. Emosi masih memenuhi dada si makhluk bertubuh besar berwarna hijau itu.
"Masih ada hari esok, kenapa kau harus marah-marah seperti ini?" kata Pangeran menyeruput kopi dalam cangkir yang sebelumnya ia buat didapur.
Ijo Lotto masih terduduk, dalam emosinya yang masih sangat besar, hanya saja Ijo Lotto tidak bisa berbuat banyak di alam manusia, Pangeran hanya mendelik ke arah Ijo Lotto.
"Bagaimana jika kau minta kepada Sang Penguasa untuk menjadikanmu manusia juga!" kata Pangeran asal.
Ijo Lotto berpikir, "Apa bisa begitu?".
"Entah, " kata Pangeran
"Memangnya apa tujuanmu menjadi manusia?" tanya Ijo Lotto
"Hmm.. " Pangeran enggan menjawab namun sedetik kemudian dia pun bercerita
__ADS_1
"Wanita yang tadi menggagalkan aksimu, itulah alasanku!" kata Pangeran
"Ceh .. hanya untuk wanita? kau rela menukar keabadianmu?" kata Ijo Lotto, mengingat perjanjian yang dilakukan Pangeran sebelum menjadi manusia, ia harus menukar hidup abadinya.
"Karna dialah tujuanku agar tetap hidup!" ucap Pangeran
Pangeran melamun, membayangkan wajah Ratu, namun kemudian berganti dengan wajah Vita
"Aaarghhh . . kenapa harus memikirkan Vita!" gumamnya saat tersadar ia kembali menyeruput kopinya.
"Apa dia tau, kau mengincarnya?" tanya Ijo Lotto
"Bahkan.. saat menjadi manusia pun kau begitu pengecut!" ucap Ijo Lotto
Dulu saat masih bersama Ratu, Pangeran memang memiliki hubungan yang diam-diam dibelakang sang Ayah Ratu, saat Ratu akan dijodohkan pun, Pangeran hanya diam saja tidak bisa berbuat apa-apa, namun saat melihat Ratu meninggal karna bunuh diri, Pangeran sadar bahwa selama ini ia sangat pengecut untuk menghadapi dan memperjuangkan cintanya.
"Tidak.. kali ini aku tidak akan menjadi pecundang.." kata Pangeran.
"Kita lihat saja!" ucap Ijo Lotto, kemudian menghilang pergi dari apartemen Pangeran.
__ADS_1
Pangeran memandang luar jendela apartemen, kini langit diluar berubah menjadi hitam, hanya terlihat pendar cahaya lampu di bawah sana, krn memang apartemen Pangeran berada di lantai tinggi, maka ia bisa melihat keindahan itu.
*
Hampir tengah malam,
Roh Ratu datang untuk menyapa Pangeran, namun terlihat raga sang suami sudah terlelap, Ratu hanya tersenyum memandang wajahnya.
Roh Ratu terbang mengitari apartemen Pangeran, setiap barang yang ada disitu ia perhatikan, sampai ada satu lukisan tangan manusia yang menarik perhatiannya.
"Lukisan ini?" Ratu memandang lukisan itu dengan perasaan sedih, lukisan yang memperlihatkan sebuah cincin bermata ungu, yang ia ketahui adalah hadiah terakhir dari Pangeran sebelum akhirnya Ratu mengakhiri hidupnya.
"Hiks.. hiks.. " Roh Ratu menangis, bahkan tanpa airmata, namun hati nya terasa sesak sekali.
"Mengapa aku begitu bodoh,! "Ratu merutuk dirinya sendiri. "Jika saat itu aku berterusterang kepada Ayah, dan tidak bertindak bodoh, pasti saat ini aku masih bahagia bersamamu." Ratu kembali terisak.
Suara tangis Ratu ternyata mengusik tidur Pangeran, sejenak Pangeran mengerjapkan mata, mendapati roh sang istri meratapi dinding, dimana lukisan itu berada.
"Ratu?" gumamnya...
__ADS_1