
"kau akan menjadi dirimu saat gadis reinkarnasimu itu hidup hingga usia 27tahun." kata sang Penguasa.
"Terimakasih Sang Penguasa" ucap Roh Ratu yang beterbangan kesana kemari sambil tersenyum melihat kelahiran putri cantik dari keluarga pak Restu.
"sebentar lagi Pangeran, aku akan menemuimu . sabarlah. kita akan bersatu kembali!" ucap Ratu yang terbawa bahagia karna setelah sekian ratus tahun menunggu, akhirnya ia akan menempati Jasadnya kembali.
*
Vita merayakan ulang tahunnya yang ke-23 tahun, ditemani keluarga, dan para sahabat, Vita meniup lilin bahkan sebelumnya memejamkan mata berdoa untuk kebaikannya kelak.
"Aku ingin segera bertemu jodohku Tuhan..!" sehatkan kedua orangtuaku, dan berikan kami kesejahteraanMu!" aamiin.. "
Pangeran tersenyum mendengar doa Vita, bahkan walaupun Vita mengucapkan didalam hati, Pangeran sangat jelas mendengarnya.
"Itu akan segera terjadi sayang," ucap Pangeran kemudian mengecup kening Vita tanpa Vita ketahui, ia hanya tersentak, merasakan hangat didahi nya sejenak, kemudian kembali normal.
"Vita . kenapa? kok melamun lagi?" ucap sang Mami
"Eh.. eng enggak mi" ucap Vita sambil meraba dahi nya yang sekejap menghangat itu.
Kemudian mengedarkan pandangannya ke segala penjuru, Vita membuka matanya lebar kala melihat pria berstelan jas hitam, tampan, duduk di pojok ruangan tempat dimana dia mengadakan acara syukuran ulangtahunnya.
"Kamu?" batinnya.
Pangeran tersenyum, menganyunkan tangannya, seraya meminta Vita melanjutkan acaranya itu.
*
Kembali ke acara Ulangtahun, para kerabat dari mami dan papi Vita seakan mengoloknya, "Abis ini kita diundang ke pernikahan kamu ya Vit!" kata Sepupu Vita yang usia nya di bawahnya dua tahun, bahkan dia datang bersama sang pacar.
__ADS_1
"Doakan saja, semoga secepatnya Vita mbwa seorang pria ke rumah ini yaa jel,!" kata Mami Vita mengusap bahu putrinya.
"Udah tenang aja, gak usah nunggu Vita, tiga bulan lagi juga kalian kesini menghadiri pernikahan!" kekeh Garuda.
"Yeeeee... Abang.. udah gak sabar ya bang?" ledek Vita.
"Kalo boleh jujur, iyaaa.. abang udah gak sabar Vit, pengen cepat-cepat punya istri!" kata Garuda.
Semua tertawa mendengar penjelasan Garuda yang terdengar polos itu.
Hari kian larut, acara Vita pun harus usai, sisa-sisa balon dan beberapa kue masih terlihat di meja, menanti di rapikan oleh bibi.
Terlihat mami dan papi sedang duduk menyesap kopinya.
"Bagaimana dengan persiapan Abang Mi?" tanya papi
"Hmmmm.. baiklah kalo begitu, berarti apa lagi yg harus kita siapkan,?" tanya papi
"Beli souvenir kali ya pi?" kata Mami, "Tapi nanti nunggu libur aja pi, ajak Rara sama Garuda aja biar mereka bisa pilih sendiri." kata mami
Pangeran lewat di antara percakapan keduanya, Papi sekilas menengok. merasakan ada yang meelwatinya.
"Kenapa pi?" tanya nya.
"Eh.. gak.. gak ada apa-apa! kita ke kamar yuk mi! papi lelah, pengen rebahan!" ajak Papi
"Hmm.. sebentar mami panggil bibi dulu di dapur, biar diberesin ini semua sisa-sisa nya," kata Mami.
"Yaa . papi duluan deh.. " kata Papi.. berjalan begitu saja.
__ADS_1
Mami berjalan ke dapur, kemudian sebelum ke kamarnya, mami menyempatkan ke kamar anak sulungnya.
tok
tok
tok
"Abang..!" ucapnya
Pintu terbuka memperlihatkan pria tampan, yang sedang menanti hari pernikahannya.
"Iya mi.." katanya sambil melepas earphone dan menutup buku yang sedang ia baca.
"Libur hari apa bang? mami mau ngajak Rara nyari souvenir, kamu jemput dia ya!" kata Mami..
"Paling hari sabtu mi, seminggu ini full meeting sama clien soalnya." jawab Garuda
"Hmm . sabtu ya, mami ada arisan.. minggu pasti rame deh." mami berpikir keras
"Ya udh nanti senin, abang ajukan off mi di kantor ya.. biar bisa nemenin mami sama Rara." ucap Garuda.
"Naahh.. gitu donk, ya udh senin aja ya, kamu bilang Rara suruh siap-siap.." kata Mami menepuk bahu anak sulungnya yang sudah terlihat gagah.
"Oke.mi" katanya..
Melewati kamar sang putri, kembali mami nya menggelengkan kepala menyaksikan putrinya itu berbicara sendiri.
"Anak ituuu! masih gak berubah!" ucap sang mami berlalu kemudian masuk ke kamarnya sendiri.
__ADS_1