
Seharian Pangeran kesulitan mengatur detak jantungnya saat berdekatan dengan Vita, malam hari sepulang dari kantor, ia sengaja berendam air hangat guna merilekskan otot-otot kepala yang terasa pusing akibat berfikiran berlebihan.
"hmmmm... aku sangat lelah, aku tak menyangka menjadi manusia akan menguras otakku untuk selalu berfikir!" Ucap Pangeran sambil memejamkan mata.
"Pangeran.. pangeran.. ini aku!"
Roh Ratu datang ketika Pangeran sudah di alam bawah sadar, disana Ratu tersenyum memandang wajah lelah sang pujaan hati, rasanya sudah tak sabar menanti saat ia menjelma menjadi manusia juga kurang lebih 4tahun lagi, bukan waktu yang lama.
Roh Ratu masih mengamati dan memandang Pangeran yang kini terlelap didalam bath up nya, karna rasa lelah, Pangeran pun tertidur disana.
"Sabar yaa sayang, sebentar lagi akan ada yang menemani hari-harimu." Ucap Roh Ratu yang melayang layang tak tentu.
*
Sedangkan didalam mimpi Pangeran, Vita mengusap usap kepalanya, kemudian mengecup kening Pangeran.
"Kau pasti lelah ya!"ucap Vita dalam mimpi Pangeran.
"Hmm.. lanjutkan aku sangat menyukai pijatanmu!" kata pangeran memejamkan mata dipangkuan gadis yang seharian memenuhi pikirannya, bahkan ia sampai melupakan Ratu yang sejak lama ia tunggu.
__ADS_1
Masih didalam mimpi, Pangeran dikejutkan dengan hadirnya Ratu, memandang dua manusia yang sedang memadu kasih, Ratu menatap keduanya dengan tatapan datar.
"Siapa kau?" ucap Ratu
Sadar akan kedatangan seseorang membuat Pangeran membuka matanya, "Ratu?" ucapnya. Pangeran hendak bangun namun rasanya tubuhnya sangat berat.
"Jangan seperti ini Pangeran!" ucap Ratu kemudian sudah tidak bisa menahan airmatanya, ia sudah melihat semuanya, dan kini Ratu merasa terkhianati.
"Ratu, ini tidak seperti yang kau lihat!" Pangeran panik.
"Tidak Pangeran, aku tidak memintamu menungguku, jika dia yang terbaik aku akan melepasmu!" ucap Ratu yang kini matanya telah basah karna air mata, kata-kata Ratu seolah membuat Pangeran merasa bersalah.
"Tidak Ratu.. jangan pergi.. Ratuu...!" Pangeran terbangun dari mimpinya..
"Aarrgggghhh.. aku bermimpi!" Pangeran menghela napas berat. kemudian keluar dari bath up memakai handuk kimono nya keluar dari kamar mandi,
Pangeran mengambil kaos dan celana santai, kemudian berjalan menuju dapur, sejak menjadi manusia, makan menjadi kebutuhannya .
Entah sejak kapan Pangeran bisa memasak, namun dengan telaten dia membuat beberapa menu masakan dengan porsi sedikit , karna hanya dia seorang diri yang tinggal di sana.
__ADS_1
"Bagaimana mungkin mimpi itu terasa nyata, benaar .. Sang Penguasa pernah membicarakan ini, dan tekadku harus kuat!" ucapnya sambil memejamkan mata.
*
Disisi lain, Vita merasa aneh dengan hadirnya Pangeran dalam kehidupan nyata nya, dia masih berpikir bahwa ini adalah mimpi, dia sangat ingat saat malam perkenalannya dengan pria tersebut dikamarnya.
"Tidak mungkin jika dia manusia, dia bisa berkomunikasi dengan kunkun dan Pocan, apa dia juga sama sepertiku, manusia indigo?" Vita benar benar dibuat berpikir keras oleh Pangeran.
"Apalagi namanya juga sama, tapi kenapa dia tidak mengenaliku? apa memang aku yang salah anggap ya?" masih berkutat dengan pikirannya sendiri.
"Liat tuh kun, ada yang melamun sejak pulang kerja!" kata Pocan menunjuk ke arah Vita yang duduk di meja kerja nya.
"Hmmm.. jangan diganggu Pocan.. dia lagi galau.. hihihihihihi....!" tertawa Kunkun memang selalu membuyarkan lamunan Vita.
"ceh.. kalian disini rupanya!" tanya Vita menghadapkan kursi putarnya ke arah Kunkun dan Pocan.
"Dari tadi juga kami disini, kamunya saja tuh badan dimana, pikiran dimana!" kata Pocan gemas.
"Aakuuu hanya sedang berpikir!" kata Vita kembali melamun.
__ADS_1
"Apa bisa Hantu menjadi manusia?" Vita menatap dua sahabat makhluk astralnya itu.
.