
Sebulan sudah Pangeran berperan sebagai manusia, kini ia lebih santai ketika berinteraksi dengan rekan kerja khususnya karyawan yang berada dalam satu ruangan bersama nya,
"Jay, ayo kita makan siang!" ucap salah seorang pria bernama Maul,
"Iya, duluan saja, aku masih perlu memeriksa beberapa berkas!" ucap Pangeran
"Baiklah.. kami tinggal dulu!" kata Maul, akhirnya lelaki itu dan beberapa teman lainnya meninggalkan Pangeran diruangan sendiri.
Seseorang mendekatinya, namun Pangeran tidak sadar, sampai orang tersebut menepuk bahu lelaki yang kini serius menekuni membaca laporan pajak yang ia terima.
"Aahh.. Astaga . membuat kaget saja!" ucapnya seraya mengusap dada karna terkejut.
"Hahaha.. serius banget sih?" ucap orang itu, masih dengan cekikikannya.
"Udah deh, jangan ganggu!" kata Pangeran masih belum beralih ke orang itu, "Tumben kesini, bosan ya di gua!" tanya Pangeran akhirnya.
"Hmmm!" ucap orang besar dengan mata besar, badan besar bahkan ukuran tubuhnya setinggi plafon ruangan Pangeran.
Sahabat Pangeran selama tinggal di dalam gua, bedanya pria bertubuh besar itu bisa keluar gua walau matahari terik, sedangkan Pangeran baru-baru ini saja sejak dia memutuskan menjadi manusia.
__ADS_1
"Enak jadi bangsa Gaib bro, gak puyeng!" ucap lelaki besar tadi, biasanya dijuluki dengan nama Ijo lotto.
"Aku kan punya misi, jadi harus semangat!" ucap Pangeran mengepalkan tangannya ke udara.
"Hahaha. ya sudahlah, lanjutkan, aku akan pergi berkeliling, sambil cuci mata!" kata Ijo Lotto sambil mengedipkan matanya.
"Ya sudah sana, cari mangsamu..!" ucap Pangeran yang paham akan kebiasaan sang sahabat yang selalu mencari mangsa anak-anak yang suka main di waktu maghrib, maka Ijo Lotto tak segan-segan membawa nya ke gua untuk di ajak main. Kemudian setelah beberapa lama, anak itu dikembalikan, namun tak ayal sering sudah tak bernyawa.
"Sstt . . ada yang mau masuk kesini, cewek cantik!" ucap Ijo lotto sebelum menghilang dari ruangan Pangeran.
Pangeran mengedarkan pandangan ke arah pintu, seolah menunggu seseorang membuka pintu itu, dia meletakkan pulpen dan menutup map berwarna merah yang terletak di atas meja dihadapannya.
"Hai!" pintu terbuka, dan benar, seorang wanita yang tak lain adalah Vita masuk ke ruangan Pangeran.
"Kenapa belum turun?" katanya lagi
"Nunggu kamu!" ucap Pangeran mengerlingkan mata.
"Isshh.. ya sudah ayo, turun, kita makan siang!" ajaknya.
__ADS_1
Pangeran tak menolak, ia bergegas mengambil jas di belakang kursi dan memakainya, melepas kacamata baca kemudian berjalan beriringan bersama Vita menuju tempat makan mereka.
"Mau makan dimana?" ucap Pangeran
"Hmmm.. aku lagi pengen makan sushi!" kata Vita.
"Okay, kita ke Resto Japan dekat perempatan jalan saja ya!" kata Pangeran
Sebulan di dunia manusia, sedikit banyak Pangeran sudah tau jenis makanan dan beberapa cara memasaknya, tentu ia dapat info tersebut dari Sang Penguasa.
Mereka berjalan kaki ke tempat makan, karna memang lokasi nya tidak jauh dari kantor, hanya berjalan kaki 10menit sudah sampai.
Japan's Restaurant
" Sushi & Ramen "
Mereka duduk menunggu pesanan, Vita memesan sushi dan orange juice sedangkan Pangeran memilih Ramen, usai makan, masih ada beberapa waktu mereka habiskan untuk bersantai di rooftop restaurant.
Seketika pandangan Vita beralih ke lelaki besar berwarna Hijau yang sedang mengikuti seorang anak kecil.
__ADS_1
"Heiii..!" teriak Vita reflek berdiri saat si Ijo Lotto hendak mengendong anak tersebut.
Ijo Lotto melotot ke arah Vita dan hendak menyerangnya, kemudian tiba-tiba menghilang setelah melihat Pangeran menggelengkan kepala.