Reinkarnasi Istriku

Reinkarnasi Istriku
Introduce


__ADS_3

Vita melirik jam di tangan kiri, sudah menunjukkan pukul 09.57, "Aah.. sebentar lagi" ucapnya kemudian menyelesaikan beberapa lembar laporan dimeja.


tok


tok


tok


"Masuk" ucap Vita


"Bu, Pimpinan meminta ibu bersiap-siap ke ruang meeting!" kata Della, asisten manager dibagian keuangan itu telah menyiapkan berkas yang akan dibawa Vita ke ruang meeting.


"Baiklah, 3menit lagi saya turun ya Del." kata Vita tanpa menoleh karna mata dan tangannya sibuk memeriksa kertas dihadapannya.


"Baik bu.!" ucap Della lalu menutup kembali pintu ruangan boss nya itu.


*


Vita menutup map terakhir dan merapikan penampilannya, dia harus terlihat fresh, memikirkan pria yang dia temui saat di lift, entah mengapa hatinya menjadi berdebar.


"Apa aku sudah cantik? aahh.. aku selalu cantik!" gumamnya tersenyum pada diri sendiri, dihadapan cermin yang ada di sudut ruangannya.


Vita bergegas menuju ruang meeting lantai 2, di ikuti oleh Della asistennya.

__ADS_1


*


Dibelakang Vita berjalan seorang pria dengan penuh kharisma, dengan tangan kiri masuk ke dalam saku celana dan tangan kanan memegang map berwarna merah.


Seketika senyumnya mengembang saat melihat Vita yang berjalan di depannya, dia juga melihat beberapa sosok yang mengawal gadis itu, hanya satu manusia disana yaitu Della, sisa nya adalah makhluk -makhluk astral yang kerap menjadi teman bincang Vita di sela waktu tugasnya.


"Hei.. lo liat gak kun, itu bukannya cowok ganteng yang tempo hari ngikutin Vita dirumah ya!" Ucap pocan yang selalu melompat-lompat mensejajarkan jalan kunkun, Pocan tidak sengaja menengok ke belakang, saat merasa ada orang yang berjalan mengikuti mereka.


Kunkun pun akhirnya nengok juga, dengan memutar badannya 180° namun tetap bisa berjalan mengikuti arah jalan Vita, "Hihihihi........, iya pocan, kamu inget aja!" suara tertawa khas dari kunkun mengalihkan perhatian Vita, kini Vita pun melirik ke arah kunkun yang berjalan melayang namun mundur.


"Tapi Pocan, yang ini kelihatan lebih muda dan fresh ya?" kata Kunkun melempar senyum ke arah si pria, kunkun tidak tau kalo Pangeran bisa tetap melihat mereka walau kini Pangeran sudah menjelma menjadi manusia.


"Iya kun, tambah cakeppp!" kata Pocan yang masih terlihat lompat-lompat tanpa merasa lelah.


"Vita,. itu suami masa depanmu tuh!" bisik kunkun.


Vita hanya melirik ke arah samping, memastika yang diucapkan Kunkun.


"Iyaa, wajahnya mirip, tapi apa iya dia yang tempo hari dirumahku memperkenalkan diri sebagai suami masa lalu dan masa depanku? tapii kalo benar, dia .... manusia?" Vita kembali mengeryit.


ting..


lift terbuka

__ADS_1


Vita berjalan mendahului Pangeran, langkahnya pasti, suara heels yang dipakai juga menggema sepanjang lorong menuju ruang meeting.


Vita masuk diikuti oleh Della, kemudian menyusul Pangeran dibelakangnya.


Disana sudah duduk menunggu Pak Restu, sang Ayah sekaligus Direktur Utama perusahaan.


"Siang Ayah!" ucap Vita mencium pipi sang Ayah, walau berulang kali sang Ayah memperingatkan untuk bersikap profesional namun Vita tetap menjaga kebiasaan saat bertemu Mami atau Papi nya di dalam kantor.


Vita duduk, mengamati Pangeran yang kini gantian menjabat tangan sang Ayah dengan senyum tegas di wajahnya. kemudian duduk di hadapan Vita.


Vita mengamati Pangeran dengan seksama.


"Diaa.... manusia??" batinnya masih mempertanyakan siapa Pangeran sebenarnya .


tok


tok


meja diketuk, waktunya rapat di mulai, Asisten Direktur memulai pembahasannya, namun sebelum itu, dia memperkenalkan seorang staf baru di Divisi Pajak.


Pangeran berdiri memperkenalkan diri "Hallo, nama saya Pangeran Jayadiningrat, bisa dipanggil dengan Jaya atau Jay, saya baru di divisi pajak menggantikan Pak Roy yang dipindah ke kantor cabang, mohon bimbingannya!" ucap Pangeran membungkukkan badan.


Vita masih tak percaya atas apa yang dia dengar, "namanya sama, apa dia Pangeran!" batin Vita.

__ADS_1


Pangeran yang merasa diawasi menatap balik ke arah Vita, kemudian tersenyum hangat.


__ADS_2