Reinkarnasi Sang Kaisar Dewa

Reinkarnasi Sang Kaisar Dewa
RSKD 1


__ADS_3

"Elena, aku mencintaimu dengan segenap hatiku… Mengapa kau ingin membunuhku?"


Justin Leonard terjungkal keras dan mengaduh. "Kreek!…", begitu bunyi ranjang dari logam sesaat setelah ia mencari-cari pegangan dan menekan tepi ranjang. Ia baru saja terjatuh dari ranjang, lalu beranjak duduk.


"Itu hanya sebuah mimpi!" pikirnya sembari menghembuskan nafas panjang. Ia merasa lega, lalu menyeka keringatnya dengan lengan baju.


"Tapi… Tidak!"


"Itu bukan hanya sebuah mimpi!" Ia memiliki kecurigaan terhadap mimpi yang baru saja terjadi.


Sialnya. Menjadi cukup sulit baginya untuk percaya, bahwa apa yang baru saja ia alami dengan Putri Elena hanyalah sebatas mimpi!


Justin Leonard adalah satu-satunya anak keturunan Kaisar Leonard salah satu dari Sembilan Kekaisaran yang disegani di Daratan Kunlun. Sebelum kematiannya, dia adalah seorang kesatria berbakat, terlatih, serta memiliki kekuatan fisik yang mumpuni. Terlebih, ia telah menyelesaikan "Alam Surga", dimana itu adalah tingkat paling tinggi dalam Seni Bela Diri. Itu semua diselesaikan olehnya pada usia yang terbilang belia, yakni 16 tahun.


Namun, ketika ia telah dianggap mampu sekaligus menjadi generasi muda pertama di Daratan Kunlun yang menguasai itu. Ia mati di tangan kekasih masa kecil sekaligus tunangannya sendiri, Putri Elena.


Putri Elena adalah anak perempuan dari Kaisar Qing. Kaisar Qing adalah juga menjadi salah satu dari Sembilan Kaisar yang disegani.


Kembali ke masa lampau, Kaisar Leonard dan Kaisar Qing memiliki persahabatan yang erat. Keduanya bahkan mengatur pernikahan antara Justin Leonard dan Putri Elena. Anak-anak mereka yang saling mencintai itu, tumbuh dan berlatih Seni Bela Diri bersama-sama. Justin Leonard adalah seorang yang atraktif, juga pemuda berbakat. Sedangkan Putri Elena adalah gadis muda yang cantik serta elegan. Mereka dianggap sebagai "pasangan sempurna" di lingkungan Seni Bela Diri. Pernikahan mereka menjadi topik paling hangat untuk diperbincangkan di Daratan Kunlun.


Namun, Justin Leonard tidak pernah menyangka bahwa Putri Elena akan membawanya pada kematian.


Sayangnya, ia tidak bisa menghindari apa yang akan terjadi pada dirinya pada waktu itu. Sekarang, itu adalah 800 tahun lamanya, dan ia bangkit dari kematian.


Putri Elena menjalani kehidupan yang berbeda sejak kematian Justin Leonard. Ia mulai menyelesaikan masalah yang terjadi pada Sembilan Kekaisaran. Ia menyatukan mereka kembali. Untuk kemudian membangun Kekaisaran Pusat Pertama. Ia sungguh memiliki dominasi yang kuat terhadap setiap kekaisaran, lalu menjadi Permaisuri Elena, sekaligus tulang punggung Daratan Kunlun.

__ADS_1


Setelah semua yang terjadi, Sembilan Kekaisaran yang pernah dipimpinnya 800 tahun yang lalu itu hilang ditelan ombak sejarah.


Sembilan Kekaisaran hancur dan jabatan Permaisuri diambil alih.


Setiap zaman memiliki ciri atau kedaulatan nya tersendiri, termasuk zaman itu, tanpa terkecuali satu-satunya kaisar yang menduduki wilayah dan memimpin kerajaan adalah Permaisuri Elena.


"Mengapa dia membunuhku? Bagaimana mungkin dia begitu tega? Apakah benar bila setiap wanita di dunia ini memang sungguh keji?" Justin Leonard menjadi depresi dan kebingungan.


Segala rasa curiga berputar dan menghantui kepala tentang kematian diri Justin Leonard. Ia melakukan segala cara untuk mengingat, tatapan mata yang tajam, degup jantung yang kencang, serta otak yang bekerja keras mencerna peristiwa… Tidak, ia belum dapat menemukan jawabannya.


800 tahun berlalu. Segalanya berubah kecuali Permaisuri Elena. Seseorang yang masih terlihat anggun, seolah nampak abadi. Meski keluarga dan teman-teman Justin Leonard telah mati dan dimakamkan di bawah tanah.


Belum lagi Sembilan Kekaisaran yang disegani dan dihormati. Yang tersisa dari mereka hanyalah cerita-cerita indah, untuk kemudian hanya dapat dikenang dan diperdongengkan kepada anak cucu.


"Kreek!"


Selir Clara, seorang wanita cantik yang berdiri di depan Justin Leonard. Ia adalah ibunya di kehidupan yang sekarang, serta istri dari Komandan Pangeran Aaron.


Memang, pemilik asli dari tubuh yang sedang ia gunakan ini telah meninggal tiga hari lalu oleh karena sakit.


Justin Leonard bangkit dari kematian dan berada di tubuh yang lemah ini setelah dibunuh oleh Putri Elena. Tanpa tahu caranya, Justin Leonard membawa pemuda yang mati itu kembali ke kehidupan. Beruntungnya, pemuda ini juga diberi nama Justin Leonard.


Ketika Justin Leonard pertama kali bangkit dari kematian. Ia mencoba untuk berbicara dengan Selir Clara. Namun entah, di matanya, Selir Clara hanyalah orang asing.


Namun setelah berada di dekatnya selama tiga hari. Justin Leonard secara bertahap mulai menyadari bahwa wanita ini betul-betul peduli terhadap dirinya. Lalu, kala menyadari bahwa dirinya terbangun di tengah malam dengan sebuah mimpi buruk. Selir Clara bergegas ke kamar Justin Leonard tanpa peduli terhadap apa yang menimpa anaknya.

__ADS_1


Di kehidupan terakhir Justin Leonard, ia belum pernah sama sekali melihat sosok ibunya. Mungkin ibunya meninggal ketika melahirkannya. Ia tidak pernah membayangkan bahwa setelah dibunuh oleh orang yang paling ia cintai. Ia akan diberikan kesempatan untuk hidup kembali dalam tubuh lain dan memiliki seorang ibu. Seolah seperti ia dibiarkan untuk dapat merasakan arti kehangatan sesuatu yang sama sekali belum pernah ia dapatkan di masa lalu.


Justin Leonard menebak. "Mungkin dia tidak tahu bahwa putra aslinya telah mati tiga hari lalu!"


Jika saja Justin Leonard mengatakan apa yang sesungguhnya terjadi, ia dapat memastikan bahwa ia akan menyaksikan kesedihan yang mendalam dari seorang ibu. Maka, ia lebih memilih untuk menutup mulut tentang hal itu dan mencoba berpura-pura bahwa hal yang demikian tidak pernah terjadi. Bagi Justin Leonard, itu adalah situasi yang sama dengan "dua burung satu batu", yakni; ia mendapat kesempatan untuk hidup kembali, serta ia juga bisa membantu Selir Clara agar tidak kehilangan putranya.


Melihat Selir Clara yang betul-betul khawatir terhadapnya, Justin Leonard mencoba menenangkannya. "Bu, jangan khawatirkan aku. Itu hanyalah sebuah mimpi" ia mengatakan itu dengan tersenyum.


Selir Clara yang tua itu kemudian duduk di samping Justin Leonard, ia menggunakan mantel bulu merah guna menjaganya agar tetap hangat. Lalu mengusap kepala Justin Leonard, ia sungguh nampak khawatir "ini malam ketiga kau terbangun dengan mimpi buruk. Kau terus menyebut nama 'Elena' setiap saat. Siapa sebenarnya dia?" tanya Selir Clara sambil berbisik.


Selir Clara belum dapat menghubungkan antara nama "Elena" yang kerap disebut itu dengan Kekaisaran Pusat Pertama kali yakni Permaisuri Elena.


Teringat bahwa Permaisuri Elena menamai dirinya sendiri sebagai "Ratu Kemuliaan dan Moralitas" setelah menyatukan Daratan Kunlun dan membangun Kekaisaran Pusat Pertama. Sejak saat itu, tidak ada yang berani menyebut namanya dengan hanya menggunakan dua kata "Elena".


"Itu bukan apa-apa, Bu. Mungkin ibu hanya salah dengar!" Justin Leonard mencoba meyakinkan ibunya.


Selir Clara menjawab dengan satu tarikan nafas panjang, "jangan pernah menyebut 'Elena' dengan hanya dua kata. Tidak, bahkan ketika itu terjadi dalam mimpimu. Itu adalah nama seorang Permaisuri Elena. Tanpa kata 'Permaisuri' sesungguhnya adalah tidak sopan. Jika saja seseorang mendengarmu berkata demikian, kau bisa saja dihukum mati!"


Justin Leonard menganggukkan kepala, lalu melingkarkan jari dan membuat janji, untuk kemudian meminta maaf, "Tidak lagi, Bu!"


Justin Leonard menjadi sangat marah ketika mengingat apa yang dilakukan Elena terhadapnya, dan menyadari ketakutan yang dialami ibunya ketika berbicara tentang Elena. Seolah itu semua sekaligus menjadi penegasan bahwa, "Aku akan menjadi mimpi burukmu selamanya!"


Melihat Justin Leonard yang kurus dan pucat. Selir Clara menarik nafas dalam-dalam hingga merasakan dirinya mengalami kesedihan yang luar biasa.


Justin Leonard selalu sakit sejak ia lahir. Dibesarkan oleh keluarga Komandan Pangeran dengan dokter terbaik dan pengobatan mutakhir nyatanya tidak pernah mampu menyembuhkannya. Dia berusia 16 tahun sekarang, tapi hanya bisa terbaring lemah di ranjang sepanjang hari. Mungkin hanya itu yang dapat ia lakukan sepanjang sisa hidupnya.

__ADS_1


Tiba-tiba, terdengar suara derap langkah yang keras di luar istana.


Bersambung......


__ADS_2