Reinkarnasi Sang Kaisar Dewa

Reinkarnasi Sang Kaisar Dewa
RSKD 30


__ADS_3

Alis Komandan Pangeran Aaron berkerut ketika mengalihkan pandangan pada Justin Leonard, yang berdiri di ujung arena Seni Bela Diri. "Aku ingat Ningsan dan Justin adalah sepupu dan juga kekasih masa kecil. Aku telah mendiskusikan pernikahan mereka. Sayangnya, apa yang terjadi tiga tahun lalu memaksa kita untuk menghentikan pembicaraan itu sementara waktu."


Ratu menyeringai, "Yang Mulia! Dengan talenta yang ia miliki, bagaimana mungkin ia masih mencintai Pangeran Kesembilan? Lagipula, mereka sudah tidak cocok satu sama lain. Kesenjangan antara mereka berdua semakin lama semakin kentara."


"Dengan talenta yang dimiliki Lin Ningsan, ia akan sangat bahagia menjadi seorang selir dari Pangeran Ketujuh. Keluarga Lin tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan oleh Pangeran Ketujuh. Lagipula, Keluarga Lin akan mendapat banyak keuntungan jikalau Ningsan menikah dengan seorang pangeran."


Komandan Pangeran Aaron menyadari itu dan seketika mengangguk. la tersadar bahwa talenta yang dimiliki Pangeran Kesembilan belum cukup kuat jika dibandingkan dengan Lin Ningsan.


Dalam dunia bela diri, seorang laki-laki harus lebih kuat daripada wanita mereka.


Jika saja konsep itu terbalik, maka seorang wanita akan memiliki status yang lebih tinggi daripada lelakinya, apalagi sampai-sampal tertinggal jauh, maka itu bukan sesuatu yang ideal untuk keduanya.


Sekarang adalah giliran Justin Leonard untuk menguji kekuatannya di arena Seni Bela Diri.


"Hati-hati, Justin. Kau tahu disana terdapat banyak batu-batu besar." Pangeran Kedelapan memperingatkannya sambil menyeringai.


Di pinggir Lapangan Kerajaan, seorang ksatria tertawa, "Pangeran Kesembilan, ohhh Tuhan, ia memalukan dirinya sendiri. Ia tidak akan bisa mengangkat batu-batu itu. Yang paling kecil adalah berukuran 100 kg. Ia bahkan belum juga mencuci sumsum atau membersihkan saluran chi. Tiga bulan terlalu singkat!"


"Komandan Muda Putri Yuly mampu mengangkat batu meski ia berusia 6 tahun. Tetapi lihatlah Pangeran Kesembilan. Ia berusia 16 saat ini, dan ia tidak akan mampu melakukan itu. Sungguh memalukan!"


"Bisakah ia pergi dan bersembunyi? Seharusnya ia tidak perlu ikut serta dalam Penilaian Akhir Tahunan."


Justin Leonard benar-benar fokus pada dirinya sendiri. Ia mengacuhkan penilaian buruk orang lain dan berjalan menuju arena Seni Bela Diri dengan santai, namun waspada.


Saat berjalan masuk, ia bertemu dengan Lin Ningsan yang baru saja kembali.


Mereka saling menatap satu sama lain. Mereka hanya berjarak lima langkah lagi.


Lin Ningsan menatap Justin Leonard dari dekat. Ia menggelengkan kepalanya, "Saudara sepupu, seharusnya kau tidak perlu ikut serta pada Penilaian Akhir Tahunan. Bahkan jika kau telah berhasil mencuci sumsum dan membersihkan saluran, itu cukup mustahil bagimu untuk dapat mengangkat batu besar di sana. Kau tahu, ini bukan hanya tentangmu? Tapi juga ibu dan seluruh Keluarga Kerajaan. Mengapa? Mengapa kau datang kesini?"


Justin Leonard mengerutkan dahi. Ia menatap Lin Ningsan, "Sepupu Ningsan, aku mengakui bahwa kau benar-benar luar biasa dan bertalenta, namun, itu bukan berarti kau boleh menghina yang lain."


Lin Ningsan sedikit kecewa. "Bisakah kau mendengarkan aku?


Hidup lah seperti orang normal. Kau tidak perlu melakukan pengolahan dan menjadi ksatria, karena itu sungguh tidak cocok untukmu."


la mencoba membujuk Justin Leonard untuk berhenti karena mereka banyak menghabiskan waktu bersama tahun-tahun lalu. Masa-masa indah di masa lalu telah membuatnya ingin membantu Justin Leonard saat ini.


"la sungguh keras kepala. Dia pikir dirinya siapa?"


Lin Ningsan tidak menemukan cara lain untuk menggambarkan tentang Justin Leonard yang sekarang, selain hanya dia adalah seorang bocah bodoh dan keras kepala.


"Baiklah, jaga dirimu, Justin, dengan mengangkat pandangannya, Lin Ningsan berjalan keluar arena Seni Bela Diri.


Mereka berpapasan dan menuju arah yang berlawanan. Pada momen ketika Lin Ningsan telah meninggalkan area, ia dikelilingi oleh banyak ksatria muda. Para ksatria muda ini mengagumi dan menyanjung dirinya, mereka memperlakukan wanita itu seperti perhiasan.


Itu karena ia masih berusia 15 tahun dan mampu mengangkat batu yang memiliki berat 1.000 kg. Lebih-lebih, ia dapat melemparkan batu itu sejauh 15 meter. Sebagian banyak ksatria yang lebih tua saja belum tentu mampu melakukan itu.


Lebih jauh, ia adalah sosok yang elegan dan juga cantik. Sebagai satu dari empat gadis tercantik di Yunwu Commandery, ia memang ditakdirkan untuk dicintai banyak orang seperti anak kesayangan dewa.

__ADS_1


"Selamat, Pemimpin Lin, kita baru saja menyaksikan kelahiran jenius lainnya, Ningsan! Kita tidak akan bisa menemukan jenius muda lainnya di kota Yunwu yang memiliki talenta seperti dia!" ungkap seorang ksatria terkenal Seni Bela Diri dari kota Yunwu.


Pemimpin Klan Wong tersenyum, "aku telah mendengar bahwa Ningsan dan Pangeran Ketujuh akan bertunangan. Mereka adalah pasangan yang sempurna!"


Pujian lain diberikan untuk Lin Feng, sehingga membuat Pemimpin Keluarga Lin itu menjadi sangat bangga.


Tentu saja, mata-mata penonton tertuju pada Justin Leonard yang berada di arena Seni Bela Diri. Mereka menunggu momen dimana Justin Leonard akan mempermalukan dirinya sendiri.


Para keluarga yang memiliki kedekatan dengan Keluarga Kerajaan merasa tidak asing dengan nama pangeran ini. Ia terkenal karena memiliki kondisi yang buruk pada fisik juga kesehatannya.


Pangeran Ketujuh dan Pangeran Kesembilan memiliki gen yang sama dari Komandan Pangeran. Tetapi mereka sangat berbeda satu sama lain. Pangeran Ketujuh dipandang sebagai seorang yang jenius di mata orang-orang, ia juga adalah pahlawan kota Yunwu. Kebalikannya, Justin Leonard adalah seorang pecundang di mata orang-orang, mereka sama sekali tidak bisa mengandalkan dia.


Tidak diragukan lagi, Justin Leonard yang hari ini ikut serta dalam Penilaian Akhir Tahunan tidak lain adalah semacam dagelan.


Namun, ada satu pengecualian Qinya, ia duduk di tribun Lapangan Kerajaan. Ketika melihat Justin Leonard memasuki arena Seni Bela Diri, ia melebarkan matanya yang cantik itu, seolah tidak ingin melewatkan pertujukan.


"Itu menakjubkan. Sekarang kejutkan aku, Justin!" sebuah senyum mengembang dari bibirnya.


Semua orang melihat Justin Leonard berjalan menuju tumpukan batu pertama.


Seketika, orang-orang yang berada di luar arena Seni Bela Diri tertawa terbahak-bahak.


"ia sudah berusia 16 dan memilih batu pertama, dimana itu adalah batu yang paling ringan untuk menguji kemampuannya. Apakah ada yang lebih lucu dari dia?"


Dion, Pangeran Kedelapan yang seolah menatapnya dengan. remeh. Para pangeran dan putri lainnya pun berada pada suasana canggung. Di kepala mereka, Justin Leonard mempermalukan seluruh Keluarga Kerajaan, termasuk juga mereka.


Namun yang mengejutkan adalah Justin Leonard tidak berhenti di batu pertama. Ia berjalan menuju batu kedua, lalu ketiga.


Justin Leonard tidak berhenti sampai akhirnya tiba di batu nomer 10.


"Apa? Apa yang akan ia lakukan terhadap batu nomer 10? Ia sudah gila. Dari yang aku dengar ia baru mendapatkan Tanda Suci tiga bulan lalu."


Dion mendengus, lalu mengomentarinya, "Dasar idiot. Bagaimana mungkin ia mampu mengangkat batu berukuran 1.000 kg? Meski jika ia berlatih selama 30 tahun, ia tidak akan bisa melakukannya!"


Lin Ningsan juga menatap Justin Leonard. Lalu, ia menggelengkan kepalanya sambil menghela napas.


Sekarang semua mata tertuju pada Justin Leonard.


"Wuuzzzzz!!!"


Justin Leonard menendangkan kakinya ke tanah dan menyalurkan Tenaga Chi miliknya. Hentakan Chi, yang disebabkan oleh Tenaga Chi dialirkan ke tanah.


Terkena Hentakan Chi, batu besar itu seketika terlempar ke atas setinggi satu meter.


Justin Leonard mengambil batu itu dengan mudah. Ia seperti sedang mengangkat kapas atau satu ember air. Batu ini memiliki diameter sebesar 3 meter, namun ia hanya menggunakan lima jari dan menggengam itu seperti sedang memegang piring. la dengan mudah mengangkat batu itu sampai melewati kepala.


Melihat apa yang terjadi, seluruh orang-orang yang berada di Lapangan Kerajaan terdiam dan tidak ada satu pun desah nafas yang terdengar.


Justin Leonard masih berdiri tegap seperti tombak. Meskipun ia sedang mengangkat batu yang berukuran cukup besar, ekspresinya terlihat sangat santai. Ia seperti tidak mengeluarkan kekuatan sama sekali.

__ADS_1


"Bagaimana mungkin itu bisa terjadi?" Dion tampak pucat dan bibirnya bergetar.


Tidak hanya Dion tetapi para pangeran dan putri-putri lainnya juga sangat terkejut. Mereka tidak mengerti bagaimana mungkin Justin Leonard bisa berubah drastis seperti itu.


Kepala orang-orang juga berisi pertanyaan yang sama terlebih setelah Justin Leonard memukul bagian bawah batu dan membuat batu itu terlempar ke atas.


"Jleebbbb!!!"


Batu yang sangat besar itu terlempar ke atas setinggi lima meter. Setelahnya, batu itu mengarah ke tanah dengan kencang.


Dengan adanya gelombang kejut yang mengitari batu, mestinya saat batu itu menyentuh tanah maka kerusakan yang diciptakan teramat besar karena tekanan berasal dari batu seberat 1.000 kg.


Tetapi Justin Leonard menangkapnya lagi. Kemudian, ia secara perlahan meletakkan batu itu ke tempatnya yang semula.


"Bruuukkkkk!!!"


Orang-orang yang ada di Lapangan Kerajaan seketika menjadi sibuk dan saling berbisik.


Orang-orang tidak percaya terhadap apa yang baru saja mereka lihat. Tidak terbantahkan, bahwa kekuatan yang ia tampilkan benar- benar lebih unggul daripada Lin Ningsan.


la berusia 16 tahun dan baru saja mendapatkan Tanda Suci tiga bulan lalu.


Itu adalah sebuah misteri dan tidak ada seorang pun yang bisa memecahkannya. Namun, apa yang dilakukan oleh Justin Leonard adalah semua nyata dan mereka baru saja melihatnya.


Selain Justin Leonard, Lin Ningsan dan Putri Kesembilan Komandan Yuxi, performa dari tiga ksatria ini sangat memukau di ronde pertama penilaian kekuatan fisik.


Selanjutnya, itu adalah ronde kedua penilaian - Berburu di Gunung Raja.


Hanya para ksatria yang mampu mengangkat batu nomor 10 yang lolos pada tahap selanjutnya yakni ronde kedua penilaian.


Ada sekitar 43 ksatria yang mampu mengangkat batu nomor 10 di ronde pertama.


Para penjaga membawa 43 kuda-kuda bertanduk ke dalam Lapangan Kerajaan. Setiap kuda-kuda itu terlihat seperti anak gajah, mereka menggunakan armor berwarna perak dengan tanduk seperti unicorn.


Di punggung kuda-kuda bertanduk itu terdapat panah berukuran satu meter dengan lima Anak Patah Petir.


Seorang Menteri berdiri di atas batu dan mengumumkan dengan keras, "Kalian semua telah menunjukkan kemampuan masing- masing saat mengangkat batu seberat 1.000 kg. Sekarang kalian telah dipercaya mampu untuk bertarung melawan binatang buas level satu. Tetapi, kekuatan binatang buas level satu adalah lebih tangguh daripada yang pernah kalian bayangkan. Lebih-lebih, kecepatan mereka adalah sama kencangnya dengan petir.


"Dengan kempuan kalian, kalian tidak akan mampu membunuh seekor binatang buas dengan menggunakan teknik Seni Bela Diri. Maka, kami memberikan lima Anak Panah Petir, dengan menggunakan itu, kalian akan mampu melumpuhkan dan membunuh binatang buas.


"Setiap dari kalian akan diberikan lima anak panah. Semakin banyak binatang buas yang dibunuh, dan semakin kuat binatang buas yang kalian bunuh, maka semakin tinggi pula hasil yang akan kalian dapatkan. Hanya para ksatria yang mampu membunuh binatang buas yang dapat melanjutkan ke ronde ketiga - Kompetisi Seni Bela Diri.


"Gunung Raja adalah sangat berbahaya dimana itu bisa saja menghilangkan nyawamu. Jika kau bertemu dengan seekor binatang buas level dua, tolong hindari dan lari!" menteri mencoba memperingatkan.


"Berburu di Gunung Raja dimulai!"


Lin Ningsan duduk di atas kuda bertanduk dan menunjukkan postur tubuh yang elegan saat kuda itu mulai bergerak, "Sepupuku, aku mengaku bahwa hasil dari penilaian kekuatanku sangat buruk. Sekarang adalah giliranku menunjukkan yang sesungguhnya! Aku berharap kau dapat menjadi lawan yang sepadan di ronde kedua ini!"


"Hiyyyaaaaa!!!"

__ADS_1


Lin Ningsan menarik tali yang terikat pada kuda bertanduk miliknya, seketika itu mengagetkan kuda hingga akhirnya kuda itu berlari menuju Gunung Raja.


Bersambung......


__ADS_2