
"Kekuatan... kekuatan dia... bagaimana mungkin?" Lin Ningsan menggigit bibir bawahnya sambil menatap Justin Leonard, ia sungguh tidak percaya terhadap apa yang baru saja la lihat.
Lin Ningsan sama sekali tidak percaya terhadap apa yang ia lihat. Ia tidak bisa percaya betapa kuatnya Justin Leonard setelah menghabiskan tiga bulan untuk latihan.
Sebagian besar ksatria bisa mengerti seberapa kuatnya Justin Leonard, tetapi tidak ada seorang pun yang mengetahui tingkatan berapakah pengolahan yang la miliki.
Pertama, ketika Justin Leonard menghentakkan kakinya ke tanah, ia mampu melempar batu sebesar 1.000 kg ke udara. Ini bukan hanya tentang kekuatan memantulkan benda.
Secara spesifik, Justin Leonard menyalurkan Tenaga Chi dari dalam tubuhnya dan menyuntikkannya ke dalam tanah. Kemudian, Tenaga Chi miliknya berubah menjadi gelombang kejut yang sanggup melemparkan batu di depannya.
Oleh karena terkena gelombang kejut yang berasal dari Tenaga Chi milik Justin Leonard, batu itu terangkat sampai satu meter tingginya.
Jika hanya menilai dari bagaimana cara Justin Leonard memantulkan batu tersebut, bahkan ksatria Penyelesaian dari Alam Kuning pun belum tentu mampu mengejutkan batu seberat 1.000 kg dan akhirnya terlempar setinggi 1 meter.
Penguasaan Justin Leonard terhadap Tenaga Chi benar-benar detail dan menyeluruh. Tidak diragukan lagi bahwa ia telah mengejutkan sebagian besar ksatria tangguh yang ada di Lapangan Kerajaan. Beberapa dari mereka bahkan merasa malu saat membandingkan kekuatan miliknya dengan apa yang ditunjukkan oleh Justin Leonard.
Mengejutkan batu berukuran 1.000 kg dari tanah sudah cukup sulit. Apalagi menangkap batu yang dilemparkan ke udara setinggi lima meter dengan tanpa terjadi kerusakan sama sekali adalah bukan sesuatu yang bisa dilakukan oleh ksatria dari Alam Kuning.
Oleh karena Justin Leonard berhasil mengatur Tenaga Chi miliknya dan mengubahnya menjadi gelombang kejut yang disalurkan di batu itu, maka tingkat kerusakan yang mungkin tercipta akibat tekanan dari batu besar itu dapat dikendalikan dengan baik.
Itulah yang menjadi alasan mengapa Justin Leonard mampu menangkap batu yang jatuh itu dengan mudah.
Hanya ksatria Seni Bela Diri yang cukup tangguh yang mampu mengidentifikasi teknik yang dilakukan oleh Justin Leonard. Sebab beberapa ksatria Seni Bela Diri yang berada di tingkatan yang lebih tinggi mampu menemukan alasan di balik kekuatan dan penampilan Justin Leonard, mereka tentu saja sangat terkejut dan menemukan bahwa Justin Leonard benar-benar tangguh.
"Penguasaan Pangeran Kesembilan terhadap tenaga Chi miliknya adalah lebih baik daripada para ksatria yang berada di Alam Hitam!" para penonton mulai membandingkan kekuatan Justin Leonard. dengan para ksatria di tingkatan yang lebih tinggi.
Seorang jenius Seni Bela Diri telah bangkit!
Lalu Justin Leonard keluar dari arena Seni Bela Diri. Ketika ia melewati Lin Ningsan, Lin menatapnya dan berkata, "kau benar- benar pandai menyembunyikan tingkat pengolahanmu! Apa kau ingin menghinaku? Kukatakan padamu, kekuatan seseorang dapat meningkat dengan cepat karena ia menggunakan sumber daya!
"Namun, jika hanya meningkatkan kekuatan, itu tidak menjamin bahwa kau akan menang ketika bertarung dengan ksatria yang sesungguhnya. Penilaian Akhir Tahunan baru saja dimulai, kau akan melihat perbedaan yang jelas antara kita nanti!" Lin Ningsan menambahkan.
Tetapi, Lin Ningsan tidak dapat mengelak bahwa Justin Leonard memang sangat brilian dalam mengolah dan menguasai Tenaga Chi. Lantas, ia berpikir bahwa Justin Leonard hanya beruntung karena mampu mengolah dan menguasai Tenaga Chi dengan baik oleh sebab ia menggunakan sumber daya latihan.
Faktanya, meski seorang ksatria biasa menggunakan Pil, di situ terdapat kemungkinan bahwa ia akan menjadi cukup kuat.
Justin Leonard menggelengkan kepalanya setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Lin Ningsan. Ia memilih mengacuhkannya dan berjalan menuju Selir Clara.
"Bu, aku berhasil!" ungkap Justin Leonard.
Berdiri di antara para selir-seli lain, penglihatan mata Selir Clara menjadi samar-samar seolah ada kilatan cahaya yang baru saja mengenainya. Tubuhnya bergetar saat mencoba mengeluarkan suara, "Justin...? Apa kau Justin ku?"
__ADS_1
Selir Clara memeluk Justin Leonard erat-erat, ia mulai menangis. la telah menunggu begitu lama untuk dapat melihat Justin Leonard menjadi seseorang ksatria.
Selir Clara berpikir bahwa Justin Leonard tidak akan pernah menjadi seorang ksatria. Ia tidak percaya bahwa hari ini Justin Leonard menunjukkan yang sebaliknya. Justin Leonard bukan saja seorang ksatria, ia adalah ksatria muda yang tangguh! Ia berhasil membuat para penonton yang berada di Lapangan Kerajaan tercengang dan tidak seorang pun dari mereka yang berani menghinanya. Tidak lagi, tidak sejak ia menunjukkan apa yang ia bisa capai.
Selir Clara hanya menginginkan sesuatu yang sederhana - dipandang sejajar dan sikap adil.
Bagi para selir, pelayan wanita dan para orang-orang kasim yang menyaksikan Justin Leonard yang dahulunya adalah seorang pecundang, sekarang ia berubah menjadi ksatria muda yang tangguh, mereka akan mengingat itu baik-baik di kepala. "mulal sekarang, kita harus berhati-hati jika berbicara mengenai Selir Clara demi keselamatan diri kita sendiri!"
"Yaaaa!!!"
Komandan Pangeran Aaron seketika berdiri, menatap Justin Leonard dengan bangga, "Anak kesembilanku! Aku sangat bangga akhirnya kau berhasil. Tidak ada kata telat untuk belajar. Apapun hasil yang kau dapat pada Penilaian Akhir Tahunan, Keluarga Kerajaan akan tetap menggelar pesta selama tiga hari untuk merayakan keberhasilan proses pengolahanmu! Justin, sini nak. Aku ingin melihatmu dari dekat!"
"Justin ayo! Cepat kau temui ayahmu!" ucap Selir Clara sambil menangis.
Selir Clara menghapus air matanya. Ia menggandeng tangan Justin Leonard dan berjalan menuju Komandan Pangeran Aaron.
"Selamat siang, Yang Paling Mulia!" Selir Clara dan Justin Leonard berkata bersamaan.
Komandan Pangeran Aaron melihat lekat-lekat Justin Leonard dan bertanya, "Aku menebak bahwa tingkat pengolahanmu berada di Tingkatan Fajar dari Alam Kuning...?"
Selama ronde pertama penilaian, Justin Leonard benar-benar mendemonstrasikan kekuatannya. Tentu saja ia tidak dapat menyembunyikan tingkat pengolahannya di mata Komandan Pangeran Yunwu.
"Proses tingkat pengolahan dari titik nol dan sekarang berada pada Tingkatan Fajar dari Alam Kuning, kau berhasil mencapai itu dalam tiga bulan adalah bukan sesuatu yang bisa dilakukan oleh para ksatria lain. Justin, apa yang kau lakukan tiga bulan terakhir? Apa kau mendapat sesuatu yang spesial baru-baru ini?" tanya Komandan Pangeran Aaron.
Justin Leonard menjawab dengan sopan, "Yang Paling Mulia, saya memang mendapatkan sesuatu yang spesial, namun itu adalah rahasia yang saya miliki. Saya harus menjaga rahasia ini dan tidak membocorkannya kepada siapa pun."
Ratu menjadi kesal dengan respon Justin Leonard. Ia berteriak, "Beraninya kau! Yang Paling Mulla adalah ayah kandung mu, rahasia apa yang ingin kau sembunyikan dari ayahmu?"
Komandan Pangeran Aaron menengahi mereka dengan mengangkat tangannya. Itu membuat ratu berhenti berbicara. Kemudian, ia menatap Justin Leonard dan mengapresiasinya, "setiap ksatria memiliki rahasianya sendiri dalam melakukan pengolahan. Jika kau tidak ingin mengatakan tentang itu, aku tidak akan memaksamu. Cukup bekerja lebih keras untuk Penilaian Akhir Tahunan di tahun- tahun mendatang. Aku akan sangat senang menanti progres darimu!"
Selanjutnya yang berada di dalam arena Seni Bela Diri adalah Putri Kesembilan Komandan.
Putri Kesembilan Komandan, Yuxi, memiliki perawakan yang tinggi, seorang gadis berkulit cerah, la benar-benar memiliki pembawaan diri yang elegan.
la lebih tua satu hari daripada Justin Leonard. Ia memiliki talenta Seni Bela Diri dan kecantikan yang hampir sama dengan Lin Ningshan. Yuxi adalah salah satu dari empat yang tercantik di Yunwu Commandery. Ia dan Lin Ningsan dipanggil sebagai "Dua Gadis Tercantik di Kota Yunwu".
Putri Kesembilan Komandan berada di depan batu nomor 10. la mengangkat dan melemparnya sejauh 13 meter. Sepertinya, kekuatan milikinya adalah lebih lemah daripada Lin Ningshan, dimana Lin Ningsan sanggup melempar batu nomor 10 dua meter lebih jauh.
Yuxi mengerutkan dahi dan keluar dari arena Seni Bela Diri. la berdiri di samping Justin Leonard dengan senyum yang khas, "Saudara kesembilan, berhati-hatilah denganku jika kita sedang berburu di Gunung Raja. Aku adalah salah satu lawanmu!"
Sebagaimana Justin Leonard dan Yuxi berada pada kisaran umur yang sama. Mereka sering menghabiskan waktu bersama semasa muda. Setelah Yuxi mendapatkan Tanda Suci, ia harus menghabiskan sebagian besar waktunya untuk berlatih Seni Bela Diri dan hubungan mereka menjadi renggang, tidak lagi cukup dekat dengan sebelumnya.
__ADS_1
Justin Leonard merasa lebih asing terhadap Yuxi saat ini, karena Justin Leonard yang sekarang adalah berasal dari kehidupan sebelumnya. Ia tidak memiliki ingatan apa-apa tentang Yuxi. Maka la tidak banyak berkata-kata dan hanya mengangguk sebagai respon dari ucapan Yuxi.
Ksatria selanjutnya yang melangkah masuk ke arena Seni Bela Diri adalah Pangeran Kedelapan, Dion.
Semenjak Pangeran Kedelapan telah berada di Tingkatan Fajar, ia merasa bahwa dirinya akan dengan mudah mengalahkan Justin Leonard dan dapat membuat Komandan Pangeran Aaron menjadi bangga pada Penilaian Akhir Tahunan.
Apa yang terjadi adalah performa yang ditunjukkan oleh Justin Leonard begitu memukau dan itu membuat nyali Dion mendadak ciut.
Dion berada di bawah tekanan dan mulai mencuci otaknya sendiri. "Aku harus mengangkat batu nomor 10! Justin Leonard adalah pecundang. Jika ia bisa melakukannya, maka aku pun demikian!"
Pangeran Kedelapan Dion baru saja mencapai Tingkatan Fajar dari Alam Kuning dan tidak menyangka bahwa ia harus mengangkat batu nomor 10. Namun, ia tidak boleh sampai kalah dengan Justin Leonard. Maka, mengalahkan Justin Leonard adalah motivasinya dan ia sungguh-sungguh ingin mengangkat batu berukuran 1.000 kg itu.
"Ayolaahhhh!"
Pangeran Kedelapan mulai menggenggam batu yang berukuran besar. Setiap otot-otot ditubuhnya terlihat keluar dan batu besar itu mulai terangkat perlahan.
Akhirnya batu itu terangkat setinggi setengah meter. Namun ia terpleset lalu batu yang ada di genggamannya lepas, dan "Brukk!"- tumpukan batu itu jatuh mengenai kaki Dion.
"Ohhh!"
"Kakiku... tolong! Tolong bantu!" Pangeran Kedelapan berteriak seperti seseorang yang hendak mati.
Batu yang terjatuh itu membuat kaki Dionretak.
la menyeringai sambil menahan rasa sakit. Ia terjatuh seperti babi mati di tengah-tengah arena Seni Bela Diri. Apa yang ia dapatkan tidak seperti apa yang ia rencanakan sebelumnya.
Dua penjaga keamanan berlari ke dalam arena Seni Bela Diri. Lalu memindahkan batu besar itu dan menggendong Dion untuk mendapatkan perawatan.
Selanjutnya, ada beberapa ksatria muda yang memasuki arena Seni Bela Diri.
Para ksatria itu semuanya berusia di atas 16 tahun. Mereka adalah para jenius yang dipilihkan untuk mewakili keluarga cendekia lainnya. Sebagian besar dari mereka dapat dengan mudah mengangkat 1.000 kg batu.
Dari beberapa ksatria, ada tiga yang paling tangguh. Ketiga dari mereka telah mencapai Tingkatan Akhir dari Alam Kuning dan dapat melempar batu nomor 10 sejauh 20 meter.
Pangeran Kelima, yang berusia 19 tahun dan berada di Tingkatan Akhir dari Alam Kuning dapat mengangkat 1.000 kg batu dan melemparnya sejauh 20 meter.
Pemuda berusia 17 tahun, Situr adalah ksatria termuda dari Keluarga Situ. Ia juga mencapai Tingkatan Akhir dari Alam Kuning dan dapat melempar batu nomor 10 tiga meter lebih jauh daripada Pangeran Kelima.
Xuka, berusia 19 tahun, adalah cucu dari menteri. Ia juga mencapai Tingkatan Akhir dari Alam Kuning, la satu-satunya yang mencetak rekor dan melempar batu itu 24 meter jauhnya.
Bersambung......
__ADS_1