Reinkarnasi Sang Kaisar Dewa

Reinkarnasi Sang Kaisar Dewa
RSKD 24


__ADS_3

Di Pasar Senjata juga terdapat Paviliun Qingxu, dimana tempat itu memiliki bangunan yang paling mewah di antara yang lainnya.


Hans mengambil token yang berukuran sekepal tangan, lalu menunjukkan itu pada penjaga Paviliun Qingxu. Kemudian, ia memimpin Justin Leonard masuk ke halaman depan.


Di halaman depan, seorang pelayan wanita berjalan ke dalam pavillun yang ditutupi tirai putih, ia berjalan sambil membungkuk, "Nyonya, seorang pelanggan yang direkomendasikan oleh Mohan baru saja tiba dan ingin menemui Anda secara pribadi."


Seorang wanita yang mengenakan gaun merah bermotif phoenix duduk di tengah paviliun. Rambutnya diikat dengan tiga jepit emas. Ia memiliki mata yang cerah, bibir merah, kulit mulus, dan payudara montok yang terlihat samar-samar di balik kain penutupnya.


la berusia sekitar 27 atau 28, dan setiap inchi dari tubuhnya adalah benar-benar mempesona.


la adalah nyonya Paviliun Qingxu, Qinya.


Qinya mengedipkan mata dan tersenyum, "seorang pelanggan yang diperkenalkan oleh Mohan? Aku yakin dia adalah semacam tuan tanah, atau tuan-tuan tua lain dari keluarga menengah. Tolak saja! Aku agak lelah hari ini."


Pelayan wanita itu menggelengkan kepala, "Tidak. Bahkan ia adalah lelaki muda sekitar 16 atau 17 tahun."


"Ohhhh?"


Qinya sedikit terkejut, "Mohan selalu mengenalkan orang-orang penting. Mengapa sekarang ia membawa lelaki muda bodoh untuk diantar kemari!"


Pelayan wanita itu berkata, "Mohan tidak pernah melakukan kesalahan. Lelaki muda itu pasti orang yang luar biasa."


Qinya mengangguk dan tertawa, "Menarik! Seketika aku menjadi bersemangat. Mari pergi dan menemui lelaki muda itu! Hahahaha!!!"


Justin Leonard duduk di ruangan VIP dan menunggu dengan sabar, ia menggenggam satu gelas teh. Ia terlihat santai.


Hans duduk di kursi santai, ia meminum teh bahkan menelan daunnya. la terus saja memuji teh yang disajikan.


Beberapa saat kemudian, mereka mendengar derap langkah.


Lalu, Qinya dan dua pelayan berjalan masuk.


Hans meletakkan gelasnya dan beranjak dari kursi, ia terlihat seperti seekor tikus yang baru saja bertemu seekor kucing. Ia membungkuk dan memberi hormat kepada Qinya dan berkata dengan sopan, "sungguh suatu kehormatan bertemu dengan Anda, nyonya."


Qinya hanya melewati Hans dan menatap Justin Leonard. Lelaki muda itu duduk di kursi dengan tenang dan tidak menunjukkan sikap kekanakan layaknya seorang bocah.


Sementara itu, Justin Leonard juga menatap Qinya. Dan entah bagaimana, la juga merasa terpana melihat kecantikannya. Wanita ini cantik dan mempesona! Jika ia sampai menggoda seorang pria, sembilan dari sepuluh pria pasti menyerah dan tergoda oleh kecantikannya.


Sayangnya, Justin Leonard memiliki ketahanan mental yang kuat, dimana itu membantunya bertahan dari aura kecantikan yang dipancarkan oleh Qinya. la berkata tanpa basa-basi, "Saya kemari untuk membeli senjata. Tolong antarkan saya ke gudang senjata Anda."


Wanita itu tersenyum genit, "Master Justin, Anda harus memberitahu saya jenis senjata apa yang Anda butuhkan agar saya dapat menyiapkannya untuk Anda, bukankah begitu?"


Aroma tubuh yang terclum sangat menggoda dan menggairahkan. Sangat natural namun tidak vulgar sama sekali.


"Sungguh seorang perayu yang mempesona!"

__ADS_1


Itu pertama kalinya bagi Qinya melihat seorang laki-laki bersikap dingin di depannya. "la hanyalah seorang bocah! Bukankah seorang bocah belum mempunyai kematangan emosional dan lebih mudah untuk digoda?"


Mata Justin Leonard nampak bersinar dan cerah dengan tanpa nafsu di dalamnya.


"Itu akhirnya menjelaskan mengapa Mohan bersikeras ingin aku menemuinya secara pribadi. Ia benar-benar luar biasa. Ketahanan mental bocah-bocah lain tidak bisa dibandingkan dengan dia."


Qinya mengangguk. Justin Leonard membuatnya semakin tertarik. la tersenyum, "Di gudang senjata saya terdapat beberapa Pedang Suci Bela Diri. Anda adalah tamu terhormat, maka saya sendiri yang akan mengantar Anda kesana."


Berdiri di belakang Qinya, seorang bocah gemuk, Hans, ia menggelengkan kepala mencoba untuk memperingatkan Justin Leonard. Sepertinya ia ingin berkata: Hei bung, jangan pergi ke gudang senjata berdua dengannya! la akan merayumu habis-habisan!!!


Tentu saja, Justin Leonard dapat membaca ekspresi dari Hans Maka ia berpikir sejenak, "Okeee. Terima kasih banyak, nyonya. Mari antarkan saya!"


"Selamat slang, nyonya!"


Di luar gudang senjata, dua penjaga berlutut dan mata mereka menatap tanah, tidak ada yang berani melihat Qinya.


Mereka semua gentar dan ketakutan, seolah-olah wanita di depanbmereka bukan seseorang yang cantik melainkan pemburu jiwa.


Qinya dan Justin Leonard memasuki gudang senjata, sedangkan yang lain berjaga di luar.


Melihat Justin Leonard mengikuti Qinya masuk, Hans menggelengkan kepala dan menghembuskan napas, karena la dapatmemprediksi apa yang akan terjadi Justin Leonard.


Sampai dengan saat ini, tidak ada seorang pria manapun yang keluar dari gudang dengan tubuh utuh ketika mengunjungi gudang senjata berdua dengan nyonya.


Beberapa tangan mereka putus, beberapa lain dikebiri, mata mereka dicungkil, dan bahkan sampai ada yang kehilangan kepala!


Gudang senjata di Paviliun Qingxu cukup besar dan dibagi menjadi satu ruangan pedang, satu ruangan pisau, ruangan tombak, ruangan gada, ruangan kapak... di antara itu semua, ruang pedang adalah yang paling besar.


Karena di Yunwu Commandery, sebagian besar ksatria memilih pedang sebagai senjata.


Pedang-pedang itu dipisahkan menjadi dua; pedang biasa dan Pedang Suci Bela Diri.


Pedang biasa digunakan oleh orang-orang biasa.


Pedang Suci Bela Diri digunakan sebagai senjata oleh para ksatria. Hanya seorang ksatria hebat yang bisa menggunakan Pedang Suci Bela Diri.


Pedang Suci Bela Diri dibedakan menjadi sembilan tingkat tergantung dari bahan pembuatan dan jenis inskripsi.


Tingkat pertama Pedang Suci Bela Diri adalah yang paling rendah.


Pada saat Justin Leonard memasuki ruangan pedang, ia merasakan perasaan yang asing, itu berasal dari pedang yang patah di ujung ruangan.


Pedang yang patah itu tidak memiliki pegangan untuk tangan. Namun meskipun pegangan tangannya lepas, pedang itu masih memiliki panjang empat kaki.


Pedang itu tidak terawat bahkan berkarat pada beberapa titik.

__ADS_1


Pada saat Justin Leonard menatap pedang itu, ia sedikit tercengang. Kemudian ia melangkah dan mendekati pedang itu.


Qinya tersenyum, "Master Justin, selera Anda bagus! Pedang itu telah berusia 1000 tahun. Pedang itu sangat berat namun benar- benar tajam. Bahan pembuatan yang digunakan juga spesial. Tidak ada seorang pun yang mengerti pedang itu terbuat dari apa."


"Mungkin itu adalah Pedang Suci Bela Diri tingkat tujuh jika saja tidak patah."


"Betapa tidak beruntungnya! Sebuah pedang seperti ini..... patah, bersamaan dengan inskripsi di dalamnya. Sekarang, terlepas dari ketajamannya, pedang itu tidak memiliki nilai lebih. Tetapi jika Anda tertarik, saya akan memberikan itu kepada Anda dengan harga yang sama dengan Pedang Suci Bela Diri tingkat pertama."


"Berapa??"


Justin Leonard perlahan-lahan mengambil pedang yang sangat berat itu. Ia dengan lembut menyeka karat yang ada di pegangan tangan pedang, lalu muncul tulisan karakter kuno "Abyss".


Pedang Kuno Abyss.


Qinya meyakini bahwa Justin Leonard suka terhadap pedang itu dan ia sedikit menyesal. Karena Pedang Suci Bela Diri tingkat pertama hanya bernilai 500 koin perak, dimana itu bahkan lebih murah daripada Pil Energi.


"1.000 koin perak"


la menaikkan harga dua kali lipat.


"Aku akan membelinya" Justin Leonard menjawab cepat.


Meski itu dijual dengan harga 10.000.000 koin perak, Justin Leonard akan tetap membelinya, apalagi cuma 1.000 koin perak.


Karena pedang ini adalah miliknya 800 tahun yang lalu.


Pedang itu adalah hadiah yang ia dapat dari Putri Elena, yang kemudian menjadi Permaisuri Elena.


"Ketika seorang ksatria mati, pedangnya juga mati dengannya. Sekarang, sejak aku hidup kembali, ini adalah waktu yang pas untuk pedang ini hidup kembali! Abyss, aku akan biarkan kau bersinar kembali di era yang sekarang!" Justin Leonard mengelus pedangnya dengan sangat lembut, seolah-olah ia sedang membelai kekasihnya.


Ini adalah takdir pertemuan antara pedang dan pemiliknya!


Qinya tidak bisa berkata apa-apa, "Apakah Justin Leonard seorang pria?" seseorang yang paling menawan sedang bersamanya di gudang senjata, dan yang ia lakukan hanyalah membelal pedang yang patah.


Apakah pedang yang patah lebih cantik daripada Qinya?


Pria-pria lain pasti akan menerkamnya jika mendapat kesempatan berdua saja dengan Qinya di gudang senjata.


Meskipun Qinya membenci pria-pria itu, yang kemudian Qinya akan melukai mereka tanpa belas kasih, ia masih senang jika melihat pria-pria itu menjadi gila seperti kambing saat melihat kecantikan dirinya.


la senang merayu mereka untuk kemudian melukai mereka tanpa belas kasih untuk membangunkan dan menenggelamkan mereka tanpa air mata.


Tapi sekarang, Justin Leonard bahkan tidak menatap dia!


Meski wanita itu sangat cantik dan menawan, ia tidak akan tergoda!

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2