
la menggeleng dan berkata, "aku pasti akan terluka jika kau tidak datang tepat waktu. Saudara kesembilanku, mengapa teknik panahmu sangat bagus? Seekor Banteng Besi adalah tingkat medium level satu binatang buas, dan memiliki tingkat pertahanan yang setara dengan ksatria Tingkatan Akhir dari Alam Kuning! Dan kau hanya membunuhnya dengan dua anak panah!"
Justin Leonard melihat tubuh Banteng Besi yang tergeletak di tanah, lalu berkata, "tidak peduli apakah itu binatang buas atau bahkan manusia, mereka semua memiliki kelemahan. Kau akan dapat dengan mudah mengalahkan mereka jika kau mengerti letak kelemahannya. Meskipun kekuatanmu berbanding jauh dengan lawanmu."
Kekuatan terbesar manusia adalah kebijaksanaan. Mereka dapat menggunakan tentara dan senjata, juga kemampuan untuk menganalisa kelemahan dari binatang buas.
Oleh karena itu, seorang ksatria dapat membunuh binatang buas
meskipun mereka lebih kuat daripada pemburunya.
Faktanya, Putri Kesembilan Komandan juga memiliki kesempatan yang sama untuk membunuh Banteng Besi dengan kekuatan miliknya sendiri. Hanya, binatang buas itu mengejutkannya dan membuat dirinya berada di posisi sulit.
la meletakkan busur panah di punggungnya dan mengambil anak panahnya yang hanya tersisa dua. Ia berkata, "Anda tanda yang berbeda di setiap Anak Panah Petir kita. Para penjaga keamanan akan mengumpulkan hewan buruan ini. Jadi, kita tidak perlu membawanya sendiri. Ayo jalan."
Saat berbicara, ia juga berjalan menuju kuda bertanduk dari Justin Leonard.
Justin Leonard mengerutkan dahi, "apa yang kau lakukan?"
Ia tersenyum dan berkata, "kuda bertanduk milikku sangat kesakitan. Aku hanya dapat menunggangi milikmu. Kau tidak akabi membiarkanku berburu dengan berjalan kaki kan? Benar begitu saudara kesembilan?"
Putri Kesembilan Komandan memakai baju yang ketat, jubah kerajaan burung yang mencetak tubuh indahnya, itu memperlihatkan dua *********** yang montok dan pinggang yang ramping. Setiap inchi dari tubuhnya berkulit halus, bahkan seperti salju, dimana tubuhnya juga mengeluarkan aroma yang cukup menggoda.
la dengan lembut membelai tali yang terikat pada kuda bertanduk milik Justin Leonard dan melompat ke atasnya dengan elegan.
"Ayo, saudara kesembilan! Jika kita tidaj bergegas, para ksatria lain akan membunuh biang-binatang buas!" ia mengedipkan satu matanya ke arah Justin Leonard dan menggerakkan jemarinya, ia membentuk kode bahasa tubuh "ayo bergegas"
Akhirnya, Justin Leonard berjalan ke arahnya lalu menggenggam tangannya dan meloncat ke belakang punggung kuda bertanduk.
Kuda bertanduk membawa mereka pergi dan mulai memasuki jantung hutan.
__ADS_1
"Jika kita bekerja sama, kita akan cukup kuat untuk membunuh kelas medium level satu binatang buas" kata Putri Kesembilan Komandab dengan pengharapan di matanya. Setiap dari mereka akan mendapat penilaian lebih tinggi jika mampu melumpuhkan seekor binatang buas kelas medium tingkat satu.
Jumlah penilaian daripada perburuan adalah sebagai berikut: satu kelas superior tingkat satu binatang buas adalah sama dengan lima kelas medium tingkat satu dari binatang buas.
Satu kelas medium tingkat satu binatang buas adalah sama dengan lima kelas rendah tingkat satu binatang buas.
Dengan kata lain, Justin Leonard yang telah berhasil melumpuhkan satu kelas medium tingkat satu binatang buas, itu adalah jumlah yang sama dengan lima kelas rendah tingkat satu binatang buas.
Tidak semuanya dapat membunuh seekor kelas medium tingkat satu binatabg buas. Karena setidaknya itu membutuhkan tingkat pengolahan yang berada di Tingkatan Medium dari Alam Kuning.
Lebih jauh, kelas medium tingkat satu binatang buad memiliki kecepatan dan kekuatan bertahan yang mumpuni. Oleh karena itu, tidak mudah untuk memburu mereka, meski jika memiliki proses pengolahan yang berada di Tingkatan Medium.
Meskipun proses pengolahan Justin Leonard masih berada di puncak Tingkatan Fajar dari Alam Kuning, kekuatan miliknya adalah sama dengan para ksatria di Tingkatan Medium. Itu sebabnya mengapa ia berhasil membunuh satu ekor Banteng Besi.
Dengan tatapan yang meyakinkan, Justin Leonard berkata, "itu akan menyenangkan jika kita dapat membunuh satu kelas superior tingkat satu binatang buas!"
Putri Kesembilan Komandan melanjutkan, "Pangeran Ketujuh adalah satu-satunya yang mampu membunuh seekor kelas superior level satu binatang buas sejak 10 tahun terakhir, aku percaya bahwa tidak seorang pun yang dapat menyamainya."
Itu bukan pertama kalinya bagi Yuxi, Putri Kesembilan Komandan, yang ikut serta dalam perburuan di Gunung Raja. Oleh karena itu, la mengetahui seperti apa binatang-binatang buas yang ada di sana.
"Lihat, Lereng Curam tepat di depan kita. Aku pernah mendengar sebuah suara auman dari Harimau Merah Smilodon di sana. Kau tahu, Harimau Merah Smilodon adalah kelas medium level satu binatang buas, dimana mereka adalah lebih kuat daripada seekor Banteng Besi. Karena aku tidak mampu membunuhnya, maka aku tidak berani dekat-dekat dengan mereka," kata Yuxi.
Justin Leonard dan Putri Kesembilan Komandan turun dari kuda bertanduk dan mencoba menyelinap ke lereng yang curam. Mereka berencana mengikuti jejak Harimau Merah Smilodon.
Justin Leonard menemukan beberapa jejak kaki di tanah.
Sebuah batang kayu yang besar hancur lalu daun-daun yang menempel seperti habis terbakar dan menjadi debu. Ada sebongkah batu raksasa di dekatnya dan mereka melihat beberapa bercak darah di sekitar itu.
"Jadi seseorang telah membunuh Harimau Merah Smilodon?" tanya Putri Kesembilan Komandan.
__ADS_1
Justin Leonard menggelengkan kepala, dan berkata "Bercak-bercak darah ini bukan berasal dari Harimau Merah Smilodon, tapi ini adalah berasal dari manusia. Kita harus lebih berhati-hati, karena bisa jadi Harimau Merah Smilodon ada di sekitar sini!"
"Whoopssss!"
Tiba-tiba mereka didatangi oleh seekor harimau merah yang meloncat menuruni lereng, cakar tajamnya berada sangat dekat dengan leher Justin Leonard saat ini.
Justin Leonard yang telah mencapai Penyelesaian dari Alam Kuning di kehidupan sebelumnya. Meski sekarang ia dilahirkan kembali, jiwa dan kekuatan mentalnya tetaplah seperti tingkatan sebelumnya. Maka, ia masih sangat sensitif dalam membaca potensi bahaya.
la mengambil satu langkah ke kanan untuk menghindari serangan dari Harimau Merah Smilodon. Berkat reaksi cepatnya, ia mampu lolos dari cakar yang tajam itu.
Setelahnya, ia mengambil sebuah Anak Panah Petir dari kantong di punggungnya. la dengan segera menyuntikkan Tenaga Chi ke dalam anak panah dan menusuk perut dari Harimau Merah Smilodon sebagai cara membela diri.
Kemudian ia meloncat kebelakang dan melangkah mundur.
Semua yang baru saja terjadi adalah hanyalah dalam hitungan detik. Sebelum Putri Kesembilan Komandan menyadarinya, Harimau Merah Smilodon telah terkena anak panah di bagian perutnya.
"Splasshhhhh!!!"
Kepala Anak Panah Petir meledak, menyisakan lubang seukuran. kepalan tangan di perut harimau. Sekarang Harimau Merah Smilodon itu berdarah-darah.
Namun, karena Justin Leonard hanya menusukkan Anak Panah Petir dengan tangan kosong, maka tingkat resiko atau kerusakan yang dihasilkan tidak sekuat bila ia melepaskan anak panahnya dengan Busur Kawat.
Karena itulah, Anak Panah Petir tidak menancap terlalu dalam dan mengakibatkan kerusakan yang cukup serius di dalam perut harimau. Anak panah itu hanya menembus tiga inchi dari luar kulit.
"Auuuwwwww!!!"
Harimau Merah Smilodon memiliki ukuran tiga kali lipat lebih besar dari harimau normal lainnya. Ia memiliki dua gigi yang tajam, dimana panjanganya hampir setengah kaki. Setiap cakar mereka adalah sama tajamnya dengan sebilah pisau.
Bersambung......
__ADS_1