Reinkarnasi Sang Kaisar Dewa

Reinkarnasi Sang Kaisar Dewa
RSKD 2


__ADS_3

"Apa yang kalian lakukan disini? Siapa yang memberi izin padamu untuk datang dan mencari masalah di Istana Zaden?" ungkap seorang penjaga wanita yang coba untuk menghentikan Pangeran Kedelapan memasuki istana. Namun yang terjadi, ia hanya didorong dan terjatuh sampai 10 meter jauhnya.


Pangeran Kedelapan adalah seorang prajurit yang melatih dirinya untuk mencapai Tingkatan Lanjutan yakni, "Alam Kuning". Dia bisa saja memindahkan batu seberat 300 pon hanya dengan meninjunya, apalagi seorang penjaga wanita yang cuma memiliki berat 100 pon.


Pangeran Kedelapan menggunakan gaun emas kerajaan, sabuk bermata giok nampak melingkar di pinggangnya. Dia berotot dan sangat kuat. Itu membuatnya tenang saat beranjak memasuki Istana Zaden.


Di belakang Pangeran Kedelapan, ada enam penjaga yang mengenakan jubah perang, keras dan padat. Mereka semua adalah pasukan bela diri yang unggul dan memiliki keahlian khusus dalam sesuatu yang berhubungan dengan keamanan Istana.


Selir Clara mendengar kebisingan yang terjadi di luar. Ia menenangkan Justin Leonard, untuk kemudian menutup pintu, dan beranjak menuju sumber suara.


Dengan memasang muka yang masam. Dia berdiri persis di depan Pangeran Kedelapan, "Ini adalah Istana Zaden. Meskipun kau seorang pangeran. Kau tidak bisa bertindak seenaknya di sini!"


Pangeran Kedelapan Dion mengangkat kepalanya dan menatap Selir Clara, "Ratu memerintahkan bahwa tempat Selir Clara dan saudara kesembilan saya akan dipindahkan ke Ziyi Side Hall. Mulai sekarang, Istana Zaden akan dimiliki oleh Ibu kandung saya, Selir Vani" ungkap Pangeran Kedelapan.


Selir Clara seketika menjadi gelisah. Walau ia memang sudah mengantisipasi hal ini, tapi tetap saja, ia tidak mengira bahwa ini semua akan terjadi dalam waktu dekat.


Selir Clara hanya bisa tersenyum kecut, "Ratu memerintahkan kita untuk meninggalkan Istana Zaden. Aku dan Ruochen akan pindah ke Side Hall besok!"


"Saya minta maaf, Selir Clara. Tapi Ibu saya ingin menempati Istana Zaden malam ini. Tolong tinggalkan Istana sekarang juga!" jelas Pangeran Kedelapan.


Mengingat bahwa Justin Leonard masih terlampau lemah dan tidak mampu pergi kemana-mana, Selir Clara memohon pada Pangeran Kedelapan, "Kau tahu bahwa Justin Leonard sangat lemah, juga sekarang sudah larut, bahkan bisa jadi sangat dingin di luar sana. Bagaimana jika…"


Pangeran Kedelapan tidak peduli dan berujar "Selir Clara, ada begitu banyak orang miskin di dunia ini dan tidak setiap mereka layak untuk ditolong. Jika saudara kesembilan begitu lemah, lalu adakah alasan lain untuk membiarkannya tetap hidup?"


"Dia adalah saudaramu!" Selir Clara berteriak pada Pangeran Kedelapan.

__ADS_1


Selir Clara baru saja ingin mengatakan sesuatu, tetapi kemudian pintu di belakangnya terbuka.


Ialah Justin Leonard. Meski ia lemah dan nampak tidak sanggup berdiri, sembari membuka pintu lebar-lebar, ia menatap Pangeran Kedelapan dan berkata, "Tidak perlu memohon kepadanya, kita harus pergi sekarang juga!" Justin Leonard terlihat sakit, tetapi keputusan yang diambil untuk mempertahankan harga diri ibunya adalah bukan sesuatu yang main-main.


"Justin, mengapa kau tinggalkan ranjangmu? Dingin sekali di luar! Kembalilah ke kamar tidur dan hangatkan dirimu!" Selir Clara seketika khawatir bahwa Justin Leonard akan kambuh, maka ia segera membantunya kembali masuk ke kamar.


Justin Leonard menggelengkan kepala dengan mantap dan berkata, "Bu, kita tidak perlu lagi memohon pada siapapun. Suatu hari, kita akan kembali kesini. Kita akan kembali ke Istana Zaden!"


Selir Clara menjadi tersentuh dengan apa yang dikatakan oleh Justin Leonard. Ia menganggukkan kepala dengan mata yang berkaca-kaca.


Selir Clara menggandengnya, lalu meninggalkan Istana Zaden. Para penghuni lainnya, selain daripada penjaga wanita yang tangannya patah sebab ulah Pangeran Kedelapan tadi, memilih untuk tetap tinggal dan menjadi pelayan di Istana demi kelangsungan hidup mereka.


Setiap orang yang berada di tempat itu menyadari bahwa Selir Clara dan Pangeran Kesembilan telah kehilangan kuasa. Bahkan mustahil bagi mereka untuk dapat kembali kesini.


Duduk di atas batu yang membeku, Justin Leonard yang lemah mengenakan mantel tebal. Namun di balik musim dingin yang sedang berlangsung, ia merasakan sesuatu lain yang lebih dingin, sangat dingin.


"Tubuh ini terlalu lemah! Satu-satunya cara untuk meningkatkan kekuatan adalah dengan berlatih Seni Bela Diri. Jika tidak, meski dengan status sebagai anak dari Komandan Pangeran, aku dan ibu tetap saja dapat dimanipulasi oleh orang lain" pikir Justin Leonard.


800 tahun berlalu, Justin Leonard tidak mengerti dimanakah ia akan kembali. Sekarang, itu telah ditakdirkan untuknya hidup kembali di dalam tubuh ini. Ia tidak lagi peduli apakah itu adalah untuk membalas dendam kepada Permaisuri Elena, atau hidupnya adalah demi membahagiakan ibu yang telah merawatnya – bagaimanapun juga, ia tetap harus menjadi lebih kuat.


Penghinaan yang mereka terima adalah sebab Justin Leonard terlampau lemah. Tanpa perlawanan, ia tidak punya kendali apa-apa atas nasibnya sendiri. Hingga akhirnya tempat tinggalnya direnggut. Semua yang terjadi memotivasi Justin Leonard untuk kembali menjadi orang yang terampil, sehingga ia dapat melindungi ibu dan mengambil kendali atas nasibnya sendiri.


Justin Leonard mengerti jika ia ingin orang lain menghormati dirinya dan memiliki tempat tinggal yang layak, maka ia haruslah menjadi seorang kesatria dan membuktikan pada orang lain di luar sana bahwa ia mampu, ia layak menjadi kesatria.


Untuk menjadi ksatria di Daratan Kunlun, haruslah memiliki mendapatkan "Tanda Suci". Itu adalah langkah penting yang harus ia upayakan pertama kali.

__ADS_1


Apa yang disebut sebagai "Tanda Suci" adalah kualifikasi yang diberikan oleh para dewa untuk manusia yang ingin belajar Seni Bela Diri. Orang-orang yang belum membuka "Tanda Suci" tidak akan pernah bisa memaksimalkan Tenaga Chi, oleh karena mereka belum menjadi pemimpin daripada bumi dan langit.


Justin Leonard telah menginjak 16 tahun dan belum juga mendapatkan "Tanda Suci".


Orang-orang akan melewati usia terbaik mereka setelah melewati usia 16. Bahkan jika saja "Tanda Suci" terbuka setelah melewati usia itu, tidak banyak pencapaian memuaskan yang dapat dimiliki.


Keduanya, antara Pangeran Kedelapan dan Justin Leonard adalah anak-anak dari Komandan Pangeran Aaron. Mengapa Pangeran Kedelapan memiliki tingkat strata yang lebih tinggi dan membuatnya bertindak semena-mena terhadap Selir Clara dan Justin Leonard, lalu mengusirnya keluar Istana Zaden?


Alasan di baliknya adalah sangat sederhana. Itu sebab Pangeran Kedelapan telah mendapat "Tanda Suci" ketika ia berusia 10 tahun. Sekarang, ia sedang mencapai Tingkatan Lanjutan dari Alam Kuning dan menjadi kesatria muda.


"Asal saja aku mendapatkan 'Tanda Suci', aku dapat mengolah 'Kitab Empryan Kaisar Leonard'. Dengan misteri yang tersimpan di dalam "Kitab Empryan Kaisar Leonard' aku masih bisa mengejar ketertinggalan dan menjadi kesatria Seni Bela Diri. Bahkan jika saja aku melewati usia terbaik untuk mengolahnya."


Kitab Empryan Kaisar Leonard adalah kitab tertinggi yang pernah ditulis oleh Kaisar Leonard. Selain Kaisar Leonard, Justin Leonard adalah satu-satunya orang yang dapat memahami seluruh teknik yang terdapat dalam Kitab Empryan Kaisar Leonard.


"Besok adalah Upacara Ibadah, aku berharap dapat menerima kualifikasi dari para dewa dan memiliki 'Tanda Suci'. Justin Leonard menggenggam tinjunya kuat. Dia sungguh bertekad ingin mendapatkan "Tanda Suci".


Setelah merapikan kamar, Selir Clara membantu Justin Leonard tidur dan berkata lembut, "Justin, istirahatlah yang cukup. Kita harus menghadiri Upacara Ibadah besok".


"Bu, aku yakin aku akan mendapatkan 'Tanda Suci' besok! Percayalah padaku!" ucap Justin Leonard mantap.


"Oke, Justin, ibu percaya padamu!" Selir Clara menatap mata Justin Leonard sambil sedikit terkejut.


Sesungguhnya, ia tidak berharap Justin Leonard mendapatkan "Tanda Suci". Sebab ia telah berusia 16 tahun dan hampir tidak mungkin membukanya sekarang. Namun, sebagai seorang ibu ia perlu melakukan demikian, tentu demi mendorong dan meningkatkan kepercayaan diri anaknya.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2