![REMINDER [ CERITA HARIAN ]](https://asset.asean.biz.id/reminder---cerita-harian--.webp)
Suatu malam, Farel bertanya padaku. Jika butuh freelance tidak. Ku jawab saja waktu itu Iya. Farel berkata jika kakak perempuannya mau kalau pun ada.
"Waw Aku semakin kepo dengan kakaknya deh. Kaya apa sih emangnya." Aku tertawa sendiri karena omonganku. Sebenarnya Aku sudah diceritain Mas Wahyu dan juga Pak Danang, kalau kakaknya Farel itu menikah sama tetanggaku. Tepatnya tetangga desa.
Aku juga baru sadar kalau lelakinya itu kakaknya temanku sendiri. Akan tetapi, selama dekat dengan Farel Aku pribadi tidak pernah bertanya apapun tentang keluarga atau pun kakaknya.
Sebenarnya tidak bisa di bilang dekat juga sih, hanya Farel saja yang mengakui tentang itu pada teman lainya. Aku jahat ya? Iya emang, tetapi Aku hanya menghargai dia sebagai teman, tidak lebih dari apapun.
Pagi harinya, ku tanya Mas Wahyu.
"Mas, udah dapet belum freelance?" Tanyaku ketika sudah sampai di perusahaan.
"Ya elah Ndro, masih pagi lho ini udah tanya gini aja." Seru Mas Wahyu.
"Hehe, soalnya ada berita sih. Makanya Aku nanya."
"Berita apaan?"
"Tapi diem ya Mas, soalnya belum pasti juga sih."
"Iya iya apa?"
"Kamu tau kan kakaknya Farel?"
"Iya tau, kenala emang?"
"Katanya Farel dia mau masuk, tadi malem tanya sama Aku kurang orang apa ngga gitu " Mas Wahyu tertawa mengejek,
"Seriusan? Oh iya kamu kan deket ya sama adeknya haha." Aku menggerutu sebal, sebab bukan cuma satu dua orang saja yang bilang seperti itu.
"Engga ah Mas, kan udah ku bilang dari awal."
"Aku juga udah menghubungi Jefri, kayanya dia mau tapi belum sampai sini juga ini sekarang."
"Mas Jefri? Pacarnya Mbak Reni?" Tanyaku memastikan.
"Hoo Ndro, yakan secara dia itu udah berpengalaman lebih lama dari Aku. Udah ngerasain juga di hampir semua devisi, dan semoga kalau dia disini betah,"
"Iya sih Mas, Aku lebih setuju kalau dia. Dibanding orang baru sebenarnya."
"Tapi kalau dia, lebih Aku beratkan disini aja deh Ndro. Yang lebih sat set pekerjaannya."
"Mantap, ada temen nih Mas kamu." Aku dan Mas Wahyu tertawa.
__ADS_1
Jam kian bertambah, dan cuaca semakin cerah. Seperti kata Mas Wahyu tadi, tiba tiba Mas Jefri masuk dengan membawa helm di tanganya.
"Weh Mas, seriusan kamu ini?" Tanyaku padanya.
"Serius to Yun, masa bohongan." Jawab Mas Jefri. Mas Wahyu menoleh ke arah kami berdua.
"Woii jep, sini sini masuk."
"Oke bang, bentar." Kulihat Mas Jefri kembali keluar menaruh helm.
"Ini lho mas, tasnya taruh loker aja. Masih ada yang kosong ini."
"Mana Yun?" Aku memberi tahu dengan bahasa isyarat, yang untung saja Mas Jefri mengerti.
Sekedar informasi, Mas Jefri itu satu desa denganku. Hanya saja beda RT. Selama ini Aku hanya kenal namanya jika di desa. Dan dikerjaan juga hanya kenal sekedar nama. Jika sekarang satu kerjaan, tidak ada kemungkinan tidak kenal kan?
"Kamu dari rumah jam berapa Jef?" Tanya Mas Wahyu yang kudengar.
"Biasa bang, setengah sembilan kayanya."
"Gila, itu kamu ngga buru buru apa di jalan?"
"Halah, Aku mah udah biasa."
"Weh Jefri."
"Iya Pak." Mas Jefri tersenyum mendengar sapaan Pak Danang.
"Asekkk, Yuna ada temenya nih." Aku menoleh ke arah Pak Danang.
"Temen apa dulu nih pak?"
"Temen dari rumah to, haha." Pak Danang tertawa kecil.
"Ini Jefri mau di taruh produksi sini,? Apa yang khusus buat wadah Bang?" Tanya Pak Danang pada Mas Wahyu.
"Taruh sini aja Pak, yang khusu itu biar dicariin orang sana."
Kami semua akhirnya paham, lalu segera bekerja karena jam sudah lewat beberapa menit dari seharusnya. Memang sih, disini gantinya harus di wc dan ganti gantian.
Dengan bertambah satu personil, kami ber empat menambah beberapa produk yang akan di mixing.
Saat melakukan mixing, tiba tiba datang Mas Putra dengan satu orang lelaki yang tidak ku kenal. Segera ku panggil Mas Wahyu agar keluar sebentar.
__ADS_1
"Mas, itu ada Mas Putra sama orang baru." Kataku pada Mas Wahyu yang langsung menghentikan aktifitasnya sebentar.
"Kenapa Mas?" Ku dengar Mas Wahyu berbicara pada Mas Putra.
"Mmm gini mas, ini ada satu orang lagi buat bantuin sini. Mau di taruh disini atau disana?" Mas Wahyu terlihat menilai orang baru itu, lalu kembali berkata.
"Sini aja Mas, emang sana udah ada yang mau bantuin?" Tanya Mas Wahyu lagi.
"Sebenarnya baru ada satu sih Mas, ini ada perwakilan ngga buat ngajarin dulu yang disana?" Ucap Mas Putra lagi.
"Oh iya Mas, makasih. Nanti tak diskusikan dulu sama mereka. Biar ada yang ngajarin. Btw Mas, laki apa perempuan?"
"Hehe itu, kakaknya Farel mas." Mas Putra tertawa. Ku lihat Mas Wahyu melihatku dengan sedikit tertawa. Untung Aku paham apa arti kode tersebut.
"Ya udah Mas, kalau gitu tak tinggal ya." Ujar Mas Putra.
"Oh iya untuk Masnya yang baru, nanti akan di pandu oleh Mas Wahyu, saya tinggal ya Mas." Ucap Mas Putra pada anak baru itu, lalu setelahnya pergi dari sini menuju kantor lagi.
"Ayo Mas, ganti dulu. Namanya siapa Mas?" Tanya Mas Wahyu.
"Defri Mas," balasnya singkat.
"Saya Wahyu, itu Mas Jefri, itu Mbak Yuna, dan itu Pak Danang. Nanti kalau sekiranya ada yang belum dimengerti, atau belum paham dengan pekerjaan disini, bisa tanya kami semua. Disini kita tidak ada sistem senior junior Mas, jadi tenang aja."
Akhirnya kami tau, dia bernama Defri. Kalau di lihat dari tampangnya sih, pendiam dan ngga banyak omong. Tapi siapa yang tau ke depannya ya kan,?
Dengan beberapa penjelasan, akhirnya kami kembali mixing lagi. Aku terkaget kala mendengar pekikan Mas Wahyu.
"Ndroo, Aku lupaaaa. Tadi Mas Putra bilang udah ada kakaknya Farel, ini siapa yang mau ngajarin disana?" Tanya Mas Wahyu padaku. Mas Jefri nyeletuk,
"Siapa bang? Kakaknya Farel? Yang istrinya Yudi itu? Nani itu?"
"Hoo Jef, atau kamu aja yang ngajarin buat wadahnya disana?"
"Ngga mau lah, Aku aja sama lakinya ngga terlalu akrab. Apalagi disana ada Painem, rame nanti."
"Duhh terus siapa coba?"
"Pak Danang mau ngga? Ngajarin Mbak Nani disana bentar? Hehe"
"Yaudah Aku aja bang, cuma bentar kok lagian. Bener kata Jefri, nanti rame kalau tau dia yang ngajarin cewe lain." Aku dan Mas Wahyu tertawa mendengar itu, karena memang benar kalau Mbak Reni itu mudah sekali cemburu.
Akhirnya dari kami semua yang ada disini, Pak Danang yang bergerak guna mengajari Mbak Nani.
__ADS_1
Sampai sore hari, dan satu hari ini berjalan lancar karena dengan bertambahnya dua orang pekerjaan kami sedikit lebih ringan. Akan tetapi belum sampai target packing karena mengingat permintaan yang sangat banyak, ditambah lagi proses dari pembuatan juga manual.