REMINDER [ CERITA HARIAN ]

REMINDER [ CERITA HARIAN ]
REMINDER [ CERITA HARIAN ]


__ADS_3

Setelah berbuka puasa sebentar, dan ke masjid guna sholat Maghrib sekalian menjemput keponakanku. Aku kembali berkutat dengan pekerjaanku tadi. Hitung hitung sedikit menambah biar tak terlalu malam.


Aku memposisikan tempat dudukku agar nyaman. Ku ambil laptop yang tergeletak masih menyala. Ku cari musik yang menurutku enak. Pandanganku tertuju pada satu lagu Keshi. Aku lupa judulnya namun musiknya enak didengarkan.


"Yun, kamu udah bekerja lagi? Udah makan belum?" Ku dengar suara Ibu yang berkata padaku, memang sih sedari tadi Aku belum melihatnya. Mungkin baru pulang dari musholla.


"Lho, baru pulang Bu? Udah kok."


"Iya Yun, diajak ngobrol dulu tadi soalnya."


"Oalah gitu,"


"Iya, kalau belum makan ini Ibu bawa beberapa makanan. Dibawain tadi sama Ibu Ibu di musholla."


"Taruh meja aja Bu satu, nanti Yuna makan kalau agak malam. Soalnya kayanya sampai malam lagi."


"Yaudah, kalau gitu Ibu taruh sini ya. Nanti kalau mau tarawih panggil Ibu."


"Oke Bu."


Ibu keluar dari kamarku. Mungkin diluar bersama kakak dan keponakanku.  Tak ku hiraukan, Aku tetap melanjutkan pekerjaanku. Hingga waktu tarawih tiba, Aku memanggil Ibu guna ke musholla. Semenjak covid melanda, dan di masjid tidak boleh melaksanakan tarawih. Aku balik ke musholla yang tidak takut akan adanya covid.

__ADS_1


*****


Pagi menjelang, Aku yang dari jam tiga sudah bangun dan melanjutkan pekerjaan yang tertunda, kini malah kembali mengantuk. Padahal waktu sudah menunjukkan pukul 7 pagi.


"Duh, ngantuk banget perasaan ", gumamku dengan menguap. Aku berjalan keluar rumah agar sedikit menghilangkan kantuk. Ku lihat Ayahku sudah di depan rumah bersama Ibu.


"Lho, kamu udah keluar dari gua Yun?" Tanya Ayahku. Aku tertawa mendengar ucapan Ayahku. Ya Allah, memang benar sih dan Aku baru sadar kalau sudah hampir sudah jarang keluar.


"Iya ini Yah, daritadi bosan Yuna duduk mulu. Pusing lama lama."


"Wih, bisa bisanya " Aku semakin tertawa. Baru setelahnya Aku sadar, jika Aku belum menghubungi mas Jefri buat membantuku membawa. Aku bergegas masuk, dan mengambil ponselku. Lalu menghubungi mas Jefri. Baru setelahnya, setelah menunggu balasan dan sudah dibalas. Aku mandi dan langsung berangkat. Setelah sebelumnya seperti biasa menghampiri Ningrum dulu.


Di parkiran perusahaan, baru ku lihat ada sepeda motornya Mas Wahyu. Padahal jam sudah menunjukkan pukul 08.45. Dan itu sudah cukup siang menurutku.


"Hoo Ndro, biasa toh Aku." Aku tertawa.


"Vian sama Fani belum kelihatan ini Mas."


"Halah, biasanya dia mepet waktu masuk pas berangkat. Ngga tau apa yang dikerjakan dulu. Padahal masih umur anak sekolah."


"Biarin aja Mas, waktu kemarin kan Vian bilangnya ada kejar paket kan. Positif aja mungkin gitu " ujarku menenangkan.

__ADS_1


"Hoo lah, biarin aja. Lagian yang butuh duit kan juga dia sendiri. Hehe."


Setelah berkata begitu, Mas Didi masuk diikuti Pak Danang di belakangnya.


"Wih, dibonceng ya Pak sama Mas Didi?" Tanyaku tertawa.


"Hoo i Yun, tadi dihampiri dirumah."


"Wah Mas Didi ternyata." Kataku.


"Lho Jefri mana?" Tanya Pak Danang lagi.


"Oh iya ya, tadi sih udah kerumah dulu habis ambil barangnya. Sama berangkat duluan, udah kesini belum sih Mas?" Tanyaku mengalihkan pertanyaan pada Mas Wahyu.


"Udah ya, ini barangnya udah di dalam. Tapi orangnya ngga tau dimana. Motornya ada ngga?"


"Motornya ada didepan tuh." Jawab Pak Danang.


"Oalah, palingan gabung sama Mas Aris tuh disitu.". Wah iya ya, kenapa Aku ngga kepikiran sampai situ ya. Padahal cuma di sebelah.


"Oiyaya, aku malah lupa kalau biasanya juga gabung sama Mas Aris,"

__ADS_1


"Eh Mas, laundry belum ada po?" Tanyaku lagi.


"Lha ini di dalem." Mas Wahyu menunjukkan laundry yang masih tertata rapi. Aku beranjak mengambil baju dan celana, segera berganti. Jika semakin nanti yang ada semakin antri.


__ADS_2