
Di sisi lain..
Cling...
Bunyi kaca pecah
"uugghh,(bangun dari tidur dengan gelisah) ada apa dengan ku... Aku merasa sedikit khawatir, tapi aku tidak tau khawatir tentang apa", keluh Vann Races
Sudah hampir setahun lamanya Ia mencari Luna, namun tak kunjung membuahkan hasil. Luna sendiri tidak memperdulikan pria yang pernah menghancurkan hidupnya.
Sementara Luna sendiri sedang berjuang dirumah sakit, Ia juga sempat memikirkan tentang sosok ayah dari anak-anaknya.
Mungkin itulah yang dimaksud IKATAN BATIN, hingga Luna sendiri juga merasa cemas. Tapi apalah daya, mereka berdua terpisah jarak. Juga kebencian Luna membuatnya memilih tetap pada egonya.
tut tut tut...
Sambungan telpon terputus dari Bram kepada Lucky, sementara Dara mengirim pesan kepada Lisa memberi kabar bahwa Luna telah melahirkan sepasang bayi kembar emas laki-laki dan perempuan dan semuanya selamat.
"jika benar seperti yang kau katakan, aku ingin kau memperluas pencarian keluar negara. Aku menginginkannya dan aku pasti akan mendapatkannya", kata Vann.
__ADS_1
"baiklah..., tapi kau harus turun dari ranjang mu. Kau pikir aku akan liburan keluar negri hah?, urusan kantor akan semakin banyak jika kau terus di situ", kata Rolan yang kesal.
Belum sempat Vann berbicara Rolan langsung menambah omelannya.
"tidak lama lagi ayahmu akan kembali dari Eropa, kau akan segera menggantikan ayahmu sebagai presdir perusahan terbesar se-Asia, perusahan keluarga Races. Bagaimana menurutmu?, apakah kau akan menerimanya selagi kau masih bersaing dengan kakakmu?", tanya Rolan.
Sambil berjalan keteras kamarnya Vann tertegun sejenak, Ia lupa bahwa Ia memiliki seorang kakak yang juga bersaing dengannya memperebutkan gelar presdir menggantikan ayahnya.
"entahlah.... (sontak membuat Rolan terkejut), aku sebenarnya tidak menginginkan posisi itu akan tetapi ada hal yang bisa kudapatkan jika aku mendapatkan posisi itu", kata Vann.
"yah.. Kau benar..., sampai saat ini Istrimu kabur dan belum ditemukan. Tentu saja posisi itu akan sangat membantu", kata Rolan mengejek.
Tentu saja Rolan terkejut, Ia bahkan tidak menyangka bahwa bos sekaligus sahabatnya itu akan menjadikan Luna istrinya. Lagi pula Rolan juga hanya bercanda menyebut Luna istrinya Vann karna Ia seperti kehilangan kekasih.
"apakah kau yakin?, sepertinya dia tidak suka padamu. Buktinya dia malah pergi kan?", tanya Rolan yang masih terkejut.
"yaa... Aku sangat yakin, belum pernah kutemui wanita sepertinya. Jika semua wanita hanya bisa menggodaku, hanya dia saja yang berani pergi setelah bermain denganku yang kini entah dimana keberadaan dan kondisinya", kata Vann meyakinkan Rolan.
"apakah kau mencintainya?", tanya Rolan serius.
__ADS_1
Vann terdiam mendengar pertanyaan Rolan dan kini juga menjadi pertanyaannya.
"apakah aku mencintainya?", gumam Vann sambil menatap langit pagi.
Didalam hati seorang Vann Races berkecamuk dengan pertanyaan Rolan pagi tadi. Ia sadar akan ucapannya tentang menjadikan Luna sebagai istrinya sementara Ia belum memiliki perasaan terhadap Luna kecuali rasa penasaran.
Vann Races kini mempersiapkan diri untuk menghadapi ayahnya.
Ia dan ayahnya memiliki hubungan yang kurang baik. Vann races merupakan putra kedua dari Abraham Races sekaligus putra tunggal dari Liliana Races (nyonya Races). Sedangkan kakak Vann merupakan putra pertama ayahnya dan anak dari wanita simpanan ayahnya bernama Ririn Arya.
Ibu Vann adalah istri pertama ayahnya dan pilihan dari keluarga Races sendiri (dijodohkan). Kakak Vann lahir dua tahun sebelum Vann lahir dikarenakan Ayah Vann Tidak pernah menyentuh Ibunya sebelum akhirnya dipaksa oleh kakek Vann. Sedangkan ayah Vann sendiri sudah memiliki hubungan dengan ibu kakaknya sebelum ibu Vann menikah dengan ayahnya.
Vann selalu membenci ayahnya karena selalu membedakan diriya dengan kakaknya. Ayah Vann bahkan tidak pernah mencintai Ibunya, ayahnya hanya sebatas menghormati Ibu Vann saja.
Bersambung.....
Salam manis 😊
(AUTHOR)
__ADS_1