
Namanya Vino dan Vina, sepasang bayi kembar yang imut nan tampan dan cantik.
#%*#?";"?$... (bahasa bayi yang entah apa artinya)
Yaa, si Kembar sedang berdiskusi dan yang melihatnya hanya bisa menaikkan alis kebingugan.
"kakak... Aku ingin di gendong nenek itu, tapi om Lucky nggak mau lepasin aku", kata Vina.
"cakar dan tarik saja rambut nya om Lucky, jangan lupa menangis.... Pasti nenek itu akan memperhatikanmu dan meminta om Lucky agar menggendongmu. Dilihat dari sifat om Lucky, dia tidak akan menolak orang tua.." kata Vino.
Uaaahhhh bbmh eeaakkhh blubliu aaaa yaa ttaa yyya mmhh bwaa waa ttaa (bahasa bayi)
Kira-kira begitulah kedengaranya saat si Kembar berdiskusi, (yaa ampun.. Saya yang mengetik saja merasa bahasa itu lucu, hahaha).
Dan benar saja, tetelah Lucky mendapat serangan dari si baby dia baru mau melepaskan baby Vina.
"terima kasih atas partisipasi nyonya, nama Vino dan Vina sangat bagus. Ini ada sebuah hadiah dari kami sebagai tanda terima kasih", kata Luna tersenyum manis pada Nyonya Liliana.
__ADS_1
"terima kasih nak, si Kembar sudah ku anggap sebagai cucu sendiri. Kelak jika mereka sudah bisa bicara, biarkan mereka memanggilku nenek ya.. dan kamu ubah lah panggilanmu terhadapku.., panggil saja aku ibu", pinta Nyonya Liliana pada Luna.
Tentu saja Luna dengan senang hati jika bisa memanggilnya Ibu. Luna sudah lama merindukan sosok seorang Ibu, dan Ia sangat bahagia karna Nyonya Liliana Races bersedia dipanggil Ibu olehnya.
Acara berlangsung dengan meriah, dan semua orang merasa bahagia. Setelah acara berakhir, Baby Vino dan Vina sudah tertidur karna sangat lelah. Luna meminta pada temannya untuk mengurus sisa acara karna harus membawa si Kembar kembali.
"akhirnya acara selesai... hhuuflt (meregangkan badan) aku sangat lelah, mungkin besok aku akan ambil libur dulu aku ingin kembali ke Jerman lebih cepat untuk meluruskan masalah", kata Bram.
"ya.., Itulah yang terbaik.. tapi aku harus kembali ke kota metro besok, ada hal yang harus ku selesaikan segera", kata Dara mengeluh.
Soal Bram yang akan kembali ke Jerman sudah mereka diskusikan sebelumnya. Agar Bram tidak dikejar oleh Ayahnya lagi, Ia berinisiatif untuk kembali Ke Jerman dan menyelesaikan masalahnya. Ia lelah jika terus-terusan lari seperti buronan.
cup...
Ciuman manis terlontar di kening si Kembar.
"jika saja kalian memiliki daddy, mommy pasti sangat bahagia. Kita akan hidup rukun dan harmonis dalam sebuah keluarga. Itu semua karna pria br*ngs*k itu. Maafkan mommy sayang.. Maafkan mommy...", kata Luna mulai terisak.
__ADS_1
Luna tidak mampu membendung air matanya dikala Ia melihat si Kembar dan mengingat sosok pria yang telah menghancurkan hidupnya tapi juga memberinya cahaya hidup kembali.
Terkadang di saat Luna merasa putus asa. Sesaat setelah melihat kedua anaknya, Ia akan kembali bersemangat dan menjadi lebih tenang. Seolah bahwa si Kembar merupakan hidupnya.
%*#-!:\=£[€|±€`>|£\=-#. (bahasa bayi lagi)
"mommy jangan sedih, kami janji nggak bakalan nakal kok", kata baby Vina
"iyya, mommy jangan sedih lagi... Kami akan selalu bersama mommy, menyayangi mommy seperti mommy menyayangi kami, bahkan kami akan kasi lebih buat mommy dan akan jadi anak yang penurut", kata baby Vino.
Si Kembar menangis seketika setelah mendengar mommy nya bercerita. Seolah mengerti, Luna mendekap kedua anaknya sampai mereka tertidur.
Bersambung....
Salam manis 😊
(AUTHOR)
__ADS_1