
Beberapa waktu telah berlalu, Bram kini tiba di Berlin Tegel Airport Jerman. Bram ditunggu seseorang di bandara yang tidak lain adalah kakeknya. Bram memutuskan untuk tidak langsung pulang kerumahnya, maka dari Itu Ia menghubungi kakeknya agar menjemputnya dan tidak menghubungi keluarganya.
"kakek....", seru Bram melambaikan tangannya sambil berlari kearah kakeknya seketika juga mereka berpelukan.
Ia sangat merindukan pria tua itu. Bram mempunyai cita-cita sebagai prefesor itu karena kagum pada kakeknya dan ingin menjadi sepertinya. Bahkan Bram sendiri pernah bertaruh untuk kakeknya bahwa Ia akan mengukir namanya pada catatan sejarah Ilmuan dunia dan akan dikenang selamanya.
Cita-cita nya memang terbilang tinggi, tapi Ia akan sangat berusaha untuk itu.
"hei nak, bagaimana kabarmu?" tanya pria tua itu sambil menepuk-nepuk punggung cucunya.
"haha.. Cukup baik, bagamana kondisi rumah saat ini?, apakah ayah dan ibu masih mendesak hal itu?", tanya Bram kepada kakeknya.
"hei bocah.. Kita bahas itu saat sampai di rumah, ayo pulang!", kata kakek.
"pulang??? rumah???...", gumam Bram menaruh curiga.
Bram mengikuti kakeknya dengan terpaksa sambil berjaga-jaga.
brrumm...Wwuusshh..
__ADS_1
Mobil berhenti didepan pekarangan sebuah rumah yang terbilang lumayan mewah. Ternyata pria tua itu membawa cucunya pulang kerumahnya. Ia tahu bahwa Bram cucunya belum siap menemui orang tuanya.
"kakek... (panggil Bram sambil berjalan mengikuti kakeknya), aku mengira bahwa kakek akan membawaku pulang kerumah ayah dan ibu...", kata Bram yang tergesa-gesa berjalan mengejar kakeknya.
Si kakek belum menjawab cucunya itu karna terus saja berbicara sepanjang jalan. Sampai akhirnya mereka sampai di dalam rumah dan duduk bersampingan di sofa sebuah ruangan besar atau aula keluarga.
"dasar kau bocah..., Mana mungkin kakek akan membawamu kelembah neraka. Kau akan tetap disini selama beberapa waktu, sampai drama ini selesai. Apa kau puas?", kata kakek yang mengoceh namun tetap lembut pada cucunya itu.
"ahahaha... Tadi kakek benar-benar mengejutkanku, aku hanya berfikir kenapa kakek sendiri yang turun tangan akan hal ini!", kata Bram.
ssrruuffttt...
Kakek yang sedang menyeruput kopi tiba-tiba bangun dari duduknya.
"lihatlah ini", kata kakek sambil menyodorkan sesuatu pada Bram
"cantik..., siapa ini? dia mirip dengan nenek yang berdiri disamping foto pernikahan ayah dan ibu". Kata Bram seolah tidak mengerti.
phak.. (memukul Bram pelan tapi menyakitkan)
__ADS_1
"dasar b*d*h, itu memang nenekmu..., Kenapa aku memiliki cucu sepertimu.. haaiiss... (menghembuskan nafas berat)" geram kakek yang sangat jengkel.
"aku dan nenekmu adalah teman masa kecil, kami terpisah saat remaja karna fokus pada cita-cita kami. Dan kami bertemu kembali setelah kami menggapai mimpi kami. Nak... aku dan nenekmu adalah pasangan kawin lari (sontak membuat Bram kaget namun membiarkan kakeknya menyambung ceritanya), kami terpaksa melakukan itu karna nenekmu akan dijodohkan oleh orang tuanya. Apakah kau memiliki kekasih? apakah kau akan melakukan hal yang sama jika seandainya orang tuamu masih bersikeras menjodohkanmu?", tanya kekek serius kepada Bram.
Bram yang dari tadi melongo mendengar cerita kakeknya tersadar seketika Ia ditanya tentang kekasihnya.
"kakek... (suara berat), jujur saja sampai saat ini aku belum memiliki kekasih, tapi aku juga tidak mau di jodohkan apalagi perjodohan ini hanya untuk kepentingan politik dan usaha, ini tidak baik untuk ku bahkan untuk istriku nanti", kata Bram menatap sendu kakeknya.
"kek..., aku percaya Cinta tapi aku tidak bisa memaksa itu muncul di hatiku dengan terpaksa", kata Bram lagi.
Pria tua itu menatap balik tatapan sendu cucunya seketika pernyataan Bram membuatnya kaget.
free bonus
Bram Georgin
Bersambung....
__ADS_1
Salam manis 😊
(AUTHOR)