Road To Light

Road To Light
Kehidupan Kecil


__ADS_3

Tiba pada hari dimana Janji yang dibuat pada malam valentine, mereka berkumpul dihalte bis dan bersiap-siap.


Rencananya mereka akan pergi liburan.


"hei kau.. mau pindah rumah yaa? barang bawaanmu banyak sekali. Kita kan hanya liburan beberapa hari sedangkan kau membawa barang sebayak itu apa berencana tinggal selamanya?" tanya Lisa kepada Lucky.


"memangnya kenapa? barang yang ku bawa semuanya merupakan kebutuhanku selama liburan dan beberapa perlengkapan yang mungkin akan membatu kita nantinya". Jawab Lucky dan memalingkan wajahnya.


"sudah... Jangan bertengkar lagi, kita tunggu Bram dan Luna. Mereka belum muncul, Lisa coba kamu kirim pesan pada mereka apa sudah dalam perjalanan".kata Dara, dan Lisa langsung mengirimkan pesan pada Luna dan Bram.


Tidak lama Bram sudah sampai dihalte.


"hi, guys.. you missing me huh?, but where is luna?" tanya Bram yang mencari Luna.


Semua sudah berkumpul kecuali Luna. Pesan yang dikirimkan Lisa tidak dibalas ataupun dilihatnya. Lucky mencoba menelponnya namun sama sekali tidak ada jawaban. Mereka menjadi resah dan khawatir, rumah Luna merupakan yang paling dekat dengan halte bis.

__ADS_1


"kita tidak bisa pergi tampat Luna, dia belum sampai kesini kita sudah lama menunggu. Tidak mungkin kan Luna akan lupa dengan janji kita, aku merasa khawatir dengannya... Bis akan berangkat sebentar lagi". kata Lisa yang cemas.


karena Luna tidak kunjung datang, terpaksa Lucky mengeluarkan semua barang dari dalam bis dan membiarkan bisnya pergi. Mereka merasa cemas dan memutuskan untuk kerumah Luna.


Sesampainya mereka disana mereka langsung kaget, melihat Luna yang terbaring dilantai dengan pakaian yang sobek. Bram langsung mengangkat dan membawa Luna ketempat tidur. Didapatinya Luna dengan keadaan demam tinggi, Bram langsung menuju rumah sakit dan mengambil perlengkapan kedokterannya.


Sesaat kemudian Bram memeriksa Luna.


"guys... kita semua salah, sekarang bukanlah hal yang sederhana untuk bisa kujelaskan". kata Bram sambil menangis dan memukul tembok.


Buk... Cliingg... Bunyi kaca pecah.


Setelahnya Bram memberanikan diri menjelaskan kepada teman-temannya bahwa Luna mengalami pelecehan dan kemungkinan besar Luna akan mengandung. Bram dan yang lainnya panik sementara luna belum sadarkan diri.


Agar dapat membuat Luna tenang Bram memutuskan sebelum kehamilan luna terjadi Bram dan temannya memberi obat konrasepsi pada Luna. Namun obat tersebut dimuntahkan Luna karna tubuhnya menolak obat-obatan.

__ADS_1


Tidak lama setelahnya Luna bangun dari tidurnya, sambil menangis Luna menjelaskan semua detail kejadiannya.


"cikh, sialan.. (menggengam tangan dan memukul tembok), pria brengsek itu tidak akan bertanggung jawab, dia pasti mengelak dari semua fakta." kata Lucky yang marah besar.


Akhirnya kehamilan Luna pun terjadi. Mendengar pembicaraan sahabatnya dibalik pintu, Luna menangis histeris. Tiba-tiba Luna terbangun dari tangisnya dan memegang perutnya.


"tidak.. tidak, aku tidak boleh seperti ini (sambil menangis), sekarang ada kehidupan kecil dalam diriku aku tidak boleh jadi lemah. Meskipun pria brengsek itu telah menghancurkan hidupku tapi demi anakku aku tidak akan diam. Suatu saat akan kubuat perhitungan dengannya". kata Luna Yang geram.


Sahabat Luna datang dan menghampiri untuk menenangkan Luna, sedang keputusan Luna untuk mempertahankan anaknya diterima oleh para sahabatnya meskipun ada rasa khawatir mereka.


Kemudian mereka memutuskan untuk membawa Luna kenegara lain agar tidak bertemu Vann Races dan memulai hidup baru. Luna mengirim surat pengunduran diri keperusahan dan berangkat ke sebuah pulau di Eropa. Eropa merupakan negara pilihan terbaik oleh sahabatnya sembari menemani Luna mereka diam-diam menggali informasi Vann Races.


Bersambung..


Salam manis 😊

__ADS_1


(AUTRHOR)


__ADS_2