Road To Light

Road To Light
Murka


__ADS_3

Berbagai masalah perusahaan terus mendesak Vann untuk lebih keras dalam menyelesaikannya. Hal-hal kecil terus di selidikinya diam-diam agar tidak terlalu menonjol dan menimbulkan kecurigaan.


Saat tanggung jawab dipindahkan pada orang yang tidak tepat saat itu juga masalah besar akan muncul, itulah pendapat ayahnya Vann pada dirinya. Ia ingin membawa ibunya segera pergi meninggalkan ayahnya itu karna tidak tahan akan sikapnya yang selalu membanding-bandingkannya dengan putra pertamanya.


Dan benar saja, masalah perusahan serta desas desus yang terus menyerang akhirnya selesai ditangani Vann dengan bantuan Rolan tentunya. kemudian Vann pergi menemui ibunya yang sangat Ia rindukan.


'apa kau yakin nak? seperti ini tidak baik bagi keluarga kita. Biar bagai manapun ibu tidak bisa meninggalkan ayahmu sekalipun dia tidak mencintaiku dan bahkan tidak menyukaimu" kata ibu Vann mencoba tenang.


Vann sudah menyampaikan niatnya untuk pergi kepada ibunya. Namun ibunya menolak untuk pergi, meskipun Vann bersikeras namun terus ditolak ibunya. Entah apa yang dipikiran ibunya.


'tapi kenapa bu? ibu sudah tahu sikap ayah terhadap ibu itu hanya sebatas hormat saja. Tidak ada yang bisa kita harapkan pada pria br*gs*k seperti dia!" kata Vann sedikit meninggikan suaranya.


pplaak...


Tamparan keras mendarat diwajah tampan Vann Races seketika membuatnya diam mematung. Ini bahkan lebih keras dibanding pembelaan Liara waktu itu. Nampak jelas kemurkaan terlihat di wajah wanita yang berdiri berhadapan dengan putranya itu. Tampa rasa tega dan ragu sedikitpun Ia mengankat tangan kepada putranya bahkan menatapnya dengan dingin.

__ADS_1


Setelah beberapa saat keheningan berlalu, wanita itu menundukan kepala.


'jika bukan karena dia... ibu tidak akan pernah memilikimu, satu-satunya anakku didunia ini. Selama ini, ibu hidup bediri disampingnya dengan rasa hormat agar bisa memberimu nama dan membuatmu aman. Agar kau hidup dengan berkecukupan ibu menahan semuanya. Tapi seiring berjalannya waktu, ayahmu dengan berani membelaku. Rasa hormat yang dulu kuberikan untuknya berubah (mulai meneteskan air mata)" kata ibu Vann sementara Vann sendiri tetap pada posisi dan mendengarkan ibunya.


'Vann... Ib.. Ibuu.. (mulai terisak) ibu kini mencintai ayahmu, iyya Vann.. ibu mencintainya, sangat sangat mencintainya.. Sama seperti ibu mencintaimu" kata lirih ibu Vann yang masih terdengar akhirnya membuatnya menangis hingga jatuh pingsan.


Sedari tadi Vann Races yang berdiri dengan diam seketika tercengang mendengar pernyataan ibunya akhirnya buyar ketika melihat ibunya jatuh pingsan.


Vann tersadar dari diamnya dan bergegas menolong ibunya. Namun sebelum Vann menolong ibunya, tiba-tiba se sosok pria gagah mendahuluinya menggendong ibunya yang tidak lain adalah ayahnya.


Hal itu tentu membuatnya murka, akan tetapi segera murkanya reda mendengar pernyataan istrinya bahwa Ia mencintai dirinya. Dan sejujurnya ayah Vann juga sudah mulai mencintai ibu Vann...


#yeeyy_ternyata_cintanya_tidak_bertepuk_sebelah_tangan 😍


Siapa yang tahu perlakuan aneh yang ditunjukan ayahnya kepada ibunya ternyata adalah perlakuan rasa cinta.

__ADS_1


'ibu..." lirih Vann tak berdaya melihat ibunya terbaring lemah ditempat tidur.


'nak..." kata sang ayah sambil memengang pundak Vann.


Kembali Vann tercengang atas apa yang dikatakan ayahnya. Ini pertama kalinya ayahnya memanggilnya nak seakan mengakui bahwa Vann memang putranya. Karna memang dari dulu ayah Vann tidak pernah memanggilnya dengan sebutan seperti itu.


Bersambung...


# hay readers ku tersayang... kisah keluarga Races ternyata sangat dramatis yaa... tapi uwuw banget sama ibunya Vann.. Penasaran akan lanjuannya seperti apa? kita akan buat semuanya nanti dengan jelas jadi...


#stay_reading_yaa..


Jangan lupa like, vote, dan follow akun author untuk mendukung karya ini semakin baik kedepannya dan terima kasih telah membaca. 😘😘


salam manis 😊

__ADS_1


(AUTHOR)


__ADS_2