
Mungkin sebagian besar orang akan kehilangan muka setelah tindakan memalukan yang telah diperbuat. Akan tetapi berbeda dengan yang dilakukan Liara.
Benar kata orang bahwa cinta itu buta, dan kata saya author paling cute and sweet sejagat raya ini bahwa cinta itu layaknya seseorang berada disebuah ruangan besar seorang diri yang berdiri pada gelapnya ruangan. Tidak berani melangkah maju atau bergerak sedikitpun. Karna rasa takut untuk maju maka butuh cahaya untuk menerangi sekeliling agar nampak dengan jelas situasi sekitar. Dan cahaya itu adalah cinta.
Setelah kejadian itu Liara tidak pernah berani bertindak yang bisa mempermalukannya lagi. Liara menyimpan dendam pada Vann Races dan merencanakan sesuatu yang besar untuk pembalasan dendamnya.
Disisi lain Luna.
Luna kini hidup dengan baik, Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya Luna membangun cafe dan sementara ini bisnis Luna dijalankan sahabatnya dikarenakan kondisi Luna yang sedang hamil.
Kehamilan Luna memasuki semester akhir dan diperkirakan akan melahirkan awal bulan depan.
Dari hasil pemeriksaan Luna akan memiliki sepasang bayi kembar laki-laki dan perempuan.
Hal tersebut tersebut tentu sangat membahagiakan. Sahabat Luna selalu memperhatikan kondisi luna dan tidak pernah membuat Luna bersedih.
Mencoba mengeluarkan Luna dari dilema masa lalunya. Sahabat Luna memberi perhatian dan kasih sayang yang berlimpah.
__ADS_1
"berhati-hatilah, itu sangat mahal... khusus untuk keponakanku nanti. Kalian harus menaruhnya pelan-pelan dan rapikan semuanya nanti". Kata Lucky yang memberi arahan.
Hari ini sahabat Luna mempersiapkan banyak hal untuk menyambut kelahiran bayi kembar Luna. Ada banyak mainan yang dipersiapakan dan beberapa fasilitas bemain lainnya.
"hhuflt..(menghela nafas), hari ini benar-benar melelahkan". keluh Lucky
"hei, bukankah kau masih merencanakan banyak hal. Kenapa sekarang kau mengeluh? mmhhm". Kata Dara yang mengomel pada Lucky.
"sudahlah, kalian pasti sangat lelah...
"oohhh ayolah... Ibu hamil tidak boleh membawa atau mengangkat yang berat-berat, berikan itu padaku". kata Lucky yang tiba-tiba bersemangat.
Sahabat Luna tidak pernah mengeluh dihadapan Luna. Itu karna mereka tidak ingin membuat Luna khawatir.
Sambil ngemil mereka mengobrol dan bersuka ria bersama.
"hahaha...(tertawa terbahak-bahak yang mengeluarkan air mata) Iya benar aku juga mengiangat hal itu... Bram benar-benar lucu saat itu. hahaha..." kata Lisa yang masih tertawa.
__ADS_1
"berhentilah kalian mengejekku. Saat itu aku tidak punya pilihan lain selain mengikuti kata ibuku, mana aku tau kalau itu akan mempermalukanku. Tetapi menjadi seorang gadis juga tidak buruk, puufftt.. Hahaha itu membuatku geli, tapi aku sangat bahagia" kata Bram.
Mereka diam mendengar ucapan Bram dan mencoba mencerna maksud dari ucapan Bram.
"apa kalian tahu? pada saat itu ibuku memintaku mengenakan pakaian anak perempuan dan berdandan layaknya anak perempuan sekaligus memberi sedikit aksen sifat anak perempuan. Untuk pertama kalinya aku melihat ibuku sangat bahagia, bukan berarti ibuku mau aku jadi perempuan. andai dia bersamaku sekarang,(senyum sambil menutup mata)." kata Bram lagi.
Mereka membicarakan masa kecil mereka yang menyenangkan. Dan tampa disengaja beberapa cerita haru juga teringatkan oleh mereka, salahsatunya tentang kepergian ibunya Bram.
Mereka kemudian memeluk Bram dengan sangat erat, mereka akhirnya mengerti. Mereka memutuskan setelah kelahiran bayi Luna mereka akan mengunjungi makam ibunya Bram.
Masa-masa yang sulit akan berlalu jika kita bersabar dan mampu bangkit jika berada pada rasa terpuruk.
Bersambung....
Salam manis 😊
(AUTHOR)
__ADS_1