Road To Light

Road To Light
cahaya dalam do'a


__ADS_3

Usia Luna menginjak 21 tahun dengan si kembar 3 bulan.


Luna merayakan ulang tahunnya karna mengikuti saran sahabatnya yang ingin memberikan nama kepada si kembar.


Pesta disiapkan Lucky dan Bram di kafe milik Luna karna akan mengundang para pelanggan serta beberapa rekan kerja mereka. Sementara si kembar sedang didandani bibi cantiknya Dara dan Lisa.


"Terima kasih..." kata Luna terharu.


Ia tidak pernah menyangka akan hidupnya sekarang. Ia berfikir setelah tragedi itu (eps malam tergelap) hidupnya akan berantakan. Tapi Ia telah menemukan cahayanya kembali, dengan bantuan dari sahabatnya serta si kembar yang kini menjadi sandaran hidupnya.


"ROAD TO LIGHT..., Itulah yang sedang kami tunjukan padamu Luna. Kami ingin melihatmu bahagia, kami akan selalu mendukung dan menemanimu serta membantumu menjaga si kembar", kata Bram.


"itu benar..., Singkirkan beban hidupmu, berjalanlah kedepan dan ikuti cahaya yang ada didepanmu. Kami akan menjadi bayanganmu yang selalu mengikutimu", kata Lisa serius


"hah? bayangan?.. tidak tidak, kata itu sungguh tidak cocok, kau tau bayangan itu hitam dan gelap dan akan menjadi horor jika berjalan sendiri, aahhhkk... (memengang kening dan tiba-tiba mengankat tangang) aku tau.., Lebih baik jika kita menjadi ekor Luna saja. Bukankah kita juga selalu mengikutinya, hahaha..." kata Lucky yang merasa lucu.


Mereka semua memasang muka masam kepada Lucky hingga membuatnya merinding.


Buukkhh..

__ADS_1


Pukulan meayang dari Dara mengenai perut Lucky.


"memangnya kau pikir Luna itu hewan berekor hah?", kata Dara yang sedang marah tapi terlihat imut.


"ugghh..(meringis kesakitan), aku kan hanya bercanda. Kau memukul teralu keras. Tolong, hentikan dia.. dan tangani aku dulu oke (memegang lengan Bram)", kata Lucky yang masih kesakitan.


"pfutthh (menahan tawa), hahaha.. Kalian lucu sekali. Sudahlah jangan bermain lagi, sudah banyak orang yang datang, mari kita sambut mereka". Kata Lisa


Ada banyak orang yang datang. Yah, itu karna kafe Luna sudah menjadi kafe yang cukup besar dan terkenal, salah satu bartendernya pun merupakan yang paling terkenal dan profesional disana, pilihan dari bar Lucky.


Kini acara pun dimulai.


Dengan mengangkat tangannya kemudian menutup matanya dan mulai berdo'a.


Dalam do'anya..


"AKU PERCAYA PADA-MU, AKU INGIN MELIHAT CAHAYA DARI-MU, AKU MOHON TUNJUKAN CAHAYA ITU... TUNJUKANLAH...", Kata Luna Kemudian membuka matanya perlahan.


Air mata Luna jatuh ketika membuka matanya sesaat setalah Ia melihat kedua bayinya. Sekarang Ia yakin bahwa cahaya yang ditunjukan padanya adalah kedua Anaknya. Ia pun mendekap keduanya sembari menangis tersedu-sedu.

__ADS_1


Pemandangan itu tidak luput dari puluhan pasang mata yang ikut menangis melihat mereka. Luna terkenal baik dan ramah pada semua orang, Ia juga selalu menolong orang lain yang membutuhkan bantuan.


"uucchhh anak yang imut.., Siapa namanya?", tanya seorang pelanggan.


"ummhh, itu... Kami belum memberikan nama, acara ini sebenarnya untuk pemberian nama pada si Kembar", kata Luna yang menggendong anak laki-lakinya.


Di tempat lain...


"berikan dia padaku, aku bahkan belum pernah menciumnya... kalian tidak pernah memberiku kesempatan", kata Bram.


"tidak, kau tidak boleh menciumnya..." kata Lucky tidak mau mengalah.


Bram memang belum pernah mencium bayi Luna sejak lahir karna selalu di halangi oleh sahabatnya. Meskipun begitu sebenarnya Luna tidak masalah Kalau anaknya jadi rebutan para sahabatnya itu. Bahkan mereka hampir ribut setiap hari.


Bersambung....


Salam manis 😊


(AUTHOR)

__ADS_1


__ADS_2