
tiga tahun kemudian...
Vann kini menjalankan bisnis perusahaan dengan sangat baik dan dalam waktu singkat Ia sudah sepenuhnya menguasai pasar saham dibagian Eropa barat.
brruuummm cciittkk....
Suara mobil terparkir di depan kafe yang terbilang cukup besar dan terkenal. kafe itu tidak lain adalah milik Luna.
brruukk...
Tak sengaja seorang anak kecil yang imut menabrak kaki Vann yang baru saja keluar dari mobilnya hingga membuat anak kecil terpental dan menangis.
'hay gadis kecil apa kamu baik-baik saja? (sambil menggendong) maaf tadi aku tidak sengaja menabrakmu, jangan menangis lagi yaa (mata berkaca-kaca)" Kata Vann yang berusaha menenangkan gadis kecil itu, namun entah kenapa melihat gadis kecil itu menangis sedikit membuat hatinya sakit.
'uuuaaaa... pamam tidat calah kok, pina yang calah. maapin pina yaa (hiks) jangan malah yaa" Kata gadis kecil itu yang ternyata Vina anaknya Luna.
Vina menangis di gendongan Vann sambil minta maaf membuat Vann tidak tahan karena merasa Ia sangat menggemaskan dan akhirnya mencium kening Vina.
sesaat setelah itu Vina langsung berhenti menangis dan memeluk Vann kemudian pelukan itu juga dibalas dengan lembut.
__ADS_1
pemandangan itu terlihat oleh seorang pria kecil yang menendang kaki Vann, meski tidak kuat tapi cukup membuat Vann meringis.
'pamam jahat... (teriak pria kecil itu yang tidak lain adalah Vino) tulunkan adikku atau aku akan memangil ibuku untuk mengajal mu" kata Vino kecil.
Vann merasa Vino menggemaskan karna mengukurkan kedua tangannya, maksud Vino itu Ia mau adiknya diturunkan tapi malah Vino ikut di gendong oleh Vann juga.
'kalian berdua sangat menggemaskan (mengecup kening si kembar lagi), maaf yaa... tapi aku tidak berniat menyakiti kalian dan kenapa kalian berkeliaran diluar seperti ini? dimana orang tua kalian? akan ku bawa kalian menemui mereka" kata Vann yang kini tersenyum.
'kami cuma punya mommy, kami tinta dan cayang cama mommy. pamam jangan ambil mommy.. hmph" kata Vino sinis dan sekarang tidak takut lagi karna merasa Vann itu cukup baik.
mereka terasa sangat akrab denganku dan pria kecil ini agak mirip denganku, aakhh... sudahlah aku terlalu berfikir jauh.
batin Vann.
'mommy...." teriak Vina dari belakang yang masih digendong oleh Vann.
Sambil berjalan, pandangan orang-orang di sekitar langsung tertuju kepada mereka. Siapa sangka sosok pria gagah dan tampan menggendong 2 anak kembar imut membuat karisma seorang ayah terpancar dari diri Vann.
Luna yang merasa terpanggil oleh gadis kecilnya langsung menoleh.
__ADS_1
'sayang..." kata Luna langsung merentangkan tangannya. Satu meter didepan Luna, Vann langsung berhenti melangkahkan kakinya. Betapa terkejutnya Ia ketika melihat Luna berdiri dihadapannya dan ternyata adalah Ibu dari dua anak yang digendongnya.
Disaat yang bersamaan Luna juga kaget dan langsung menurunkan tangannya.
kemudian dengan hati-hati Luna melangkahkan kakinya kedepan, mendekat sedikit dengan Vann.
'tuan..., boleh tolong turunkan mereka. Maaf telah merepotkan tuan, atau mereka sudah berbuat masalah? tolong maafkan mereka. Dan sebagai gantinya tuan boleh menikmati layanan disini dengan gratis" kata Luna tersenyum ramah.
Vann yang dari tadi kaget kini dibuat lebih kaget lagi. Ia berfikir apakah Luna tidak mengenalnya atau sedang berpura-pura tidak kenal saja.
'eehh.. itu.. tidak apa-apa, justru saya yang harus minta maaf karna telah lancang menggendong mereka tanpa izin. Tolong maafkan saya, dan terima kasih atas tawarannya tapi saya sedang buru-buru (sambil menurunkan si Kembar) maaf sekali lagi. permisi..." Kata Vann sambil tersenyum kemudian mengusap kedua kepala si Kembar dan pergi.
Vino dan Vina melambaikan tangannya menandakan mereka senang bertemu dengan Vann yang adalah Ayah kandung mereka. Sedangkan Luna sendiri seperti merasa ada sesuatu yang aneh tapi kemudian menghiraukannya.
#oohh_yaa_ampun_hubungan_ini_benar2_rumit 😬
bersambung...
Jangan lupa like, vote, dan follow akun author untuk mendukung karya ini semakin baik kedepannya dan terima kasih telah membaca. 😘😘
__ADS_1
salam manis 😊
(AUTHOR)