
Kakek Bram adalah seorang profesor terkemuka dan menjalankan bisnis kedokteran di sebuah rumah sakit terbesar di Jerman bernama Vivantes Berlin Jerman Hospital.
Georgin Vatheor... Yah itulah namanya Ia termasuk salah satu orang yang di segani dinegara Jerman dan telah menurunkan namanya kepada cucunya dan akhirnya bernama Bram Georgin.
Kakek Bram atau akrab di sapa prof. Georgin juga menentang perjodohan Bram oleh orang tuanya. Apalagi dengan alasan politik dan usaha bisnis semata.
Ia bahkan tak segan kepada anaknya sendiri (orang tua Bram) apabila masih bersih keras menjodohkan cucunya.
Bram awalnya setuju dengan perjodohan itu, namun Ia mengurungkan niatnya setelah beberapa pernyataan untuk mempertimbangkan cita-citanya dan memutuskan lari dari perjodohan dengan bantuan kakeknya.
Setelah kembali ke Jerman Ia bahkan tak langsung pulang kerumah orang tuanya.
"kapan kau berencana untuk pulang? (rumah ayah ibunya), apa kau ingin tetap diam dan bersembunyi di sini?", tanya kakek.
"kakek mengusirku yaa?, mmhh...", tanya Bram agak sedikit kesal.
"siapa yang mengusirmu b*d*h, aku hanya ingin kau menyelesaikan masalahmu dengan cepat. Ingat lah satu hal (memegang pundak Bram), keputusan yang kau buat akan menjadi jalan hidupmu. Kau setuju atau tidak tentang pernikahan ini itu merupakan keputusan mutlak, dan aku pun tidak bisa membantumu", kata kakek memberi sedikit penjelasan.
__ADS_1
Bram masih bingung dengan apa yang akan Ia putuskan.
"aku harus bagai mana?, sudah kukatakan bahwa aku tidak bisa memaksa Cinta itu tumbuh dan membuat aku akan berpaling pada istriku nanti", kata Bram yang mulai putus asa.
Karena merasa kasihan kakek akhirnya memberi saran kepada Bram yang mungkin akan membantunya.
"kalau begitu temui dia, dan kau akan tau jawaban apa yang akan kau berikan pada orang tuamu", kata kakek memberi saran.
"dia?...", tanya Bram agak bingung.
"yah..., ini adalah kesempatanmu dan bekerja samalah dengannya. Aku akan mengatur pertemuan kalian", kata kakek yang antusias membantu cucunya.
"apakah ini baik?, maksudku jika dia menolak bekerja sama dan justru memihak ayah dan ibu. Tentu itu bertentangan dengan rencana, bukan cuma aku yang akan jadi korban tapi dia juga akan jadi korban. Kakek tau sendiri bahwa aku tidak akan pernah menikah kecuali dengan orang yang aku Cintai", kata Bram mulai frustasi.
"dan jika aku menikah dengannya, aku tidak bisa menjamin dia hidup aman dan bahagia. aku akan membencinya kek... bahkan mungkin membenci diriku sendiri", kata Bram yang meremas rambutnya kasar.
Sedari tadi kakeknya diam itu karna membiarkan cucunya meluapkan isi hatinya agar menjadi lebih tenang.
__ADS_1
"hahaha... andai saja kau punya kekasih, kakek akan menyarankanmu untuk kawin lari seperti kakek, hahaha", kata kakek yang masih tertawa.
"kawin lari?? huh, aku tidak akan meneruskan cara kakek menikah, aku akan menikah dengan baik agar menjamin hidup bahagia istriku nanti", kata Bram membantah pernyataan kakeknya.
"tentu nak... Kau sudah tau kisah ku, terdengar gila dan sedikit dramatis. Tentu saja itu kulakukan dengan baik pula, dan dengan persetujuan nenekmu. Kakek bukan orang sembarangan yang tidak menjamin hidup bahagia istriku... itu semua dimulai dari diskusi sebelum eksekusi", kata kakek penuh arti.
"diskusi sebelum eksekusi?(Bram mulai memahami maksud kakeknya) maksud kakek..., nenek dulunya menemui orang yang akan dijodohkan dengannya? lalu setelah nenek dan orang itu berdiskusi, kalian kemudian menjalankan eksekusi dramatis ituu..?? sungguh??, kalau begitu aku akan melakukan hal yang sama hahaha, aku akan lari setelah diskusi tapi sayang nya aku akan lari... sendiri...", kata Bram.
Kakeknya tertawa mendengar pernyataan terakhir cucunya, mau lari tapi sendiri.
Hahaha...
Bersambung...
Salam manis 😊
(AUTHOR)
__ADS_1