
Setelah berbincang cukup lama, Bram akhirnya mengikuti saran kakeknya.
Bram kemudian pergi menemui calon istri yang dipilihkan dengan bantuan kakek. Bram juga tidak lupa tentang nasehat-nasehat kakeknya.
ssyyuu...
Angin berhembus seketika Bram turun dari mobil yang dikendarainya terparkir rapi didepan sebuah kafe.
Seolah jadi pemeran utama sebuah drama, Ia dengan santai berjalan ke arah seorang gadis yang sedang duduk sendiri di sebuah meja dekat jendela lebar dan memandang keluar.
"hai... (sambi tersenyum), maaf membuatmu menunggu", kata Bram ramah sembari duduk berhadapan dengan gadis tadi.
"mmhh... (sambil menoleh, karna tidak menyadari kedatang Bram yang langsung menyapanya), oww maaf... Aku tidak sadar jika kamu sudah datang. Pesanlah minuman dan beberapa makanan untukmu", kata gadis itu.
Mereka bisa saling mengenali karna saling bertukar foto melaui perantara kakek. Dan pertemuan ini pun di sponsori oleh si kakek.
"terima kasih, kita lebih baik minum saja. Kulihat kamu juga tidak memesan makanan, tidak nyaman bagiku jika harus makan sendiri haha. Tidak nona (tiba-tiba berkata kebali) aku hanya bercanda, aku akan memesan untukmu juga", kata Bram dan tertawa kecil.
__ADS_1
"baiklah, terima kasih", kata si gadis kembali
Setelah memesan mereka tidak saling mengobrol lagi, saat makan pun terasa sangat sunyi, hanya suara sendok dan piring yang menemani keheningan itu.
Mereka semakin canggung bahkan saat setelah selesai makan. Dan tiba-tiba Bram memecah keheningan.
"eehheemm, apa aku boleh bertanya sesuatu?", tanya Bram tiba-tiba.
"ya tentu", kata gadis dengan ringan.
"begini... bagaimana pendapat mu jika kita batalkan saja perjodohan ini?, (si gadis langsung terkejut dan Bram masih menyambung ceritanya) eehhmm, aku tidak bermaksud untuk menyinggungmu. Tapi apakah kamu menyukai semua ini?", tanya Bram serius dan to the point.
Dalam ajaran kakeknya mengatakan bahwa seorang pria sejati harus mampu melindungi wanita. Dan kini Bram merasa sedikit menyesal mengeluarkan pertanyaan itu. Yang Ia tau bahwa wanita sangat sensitif, apalagi jika mengenai masalah pernikahan.
"pphhufftt (menahan tawa), hahaha... lihatlah raut wajahmu yang sangat tegang itu (masih tertawa). Bukan kah kamu memang tidak menyukainya? (mulai serius), tenanlah. Kakek sudah memberi tahuku semuanya, Dan aku sangat setuju untuk itu", kata si gadis.
"sungguh? (masih tidak percaya), lalu bagaimana kita akan menjelasakannya pada orang tua kita masing-masing?" kata Bram yang masih panik.
__ADS_1
Ia hanya tidak menyangka bahwa gadis itu langsung menyetujuinya.
"hahaha.... kamu tidak perlu khawatir, hari ini aku akan pergi sangat jauh dari tempat ini, dan mungkin tidak akan kembali", kata si gadis.
"kenapa?, apakah kamu memiliki masaalah?, tidak baik bagi wanita melakukan perjalanan seorang diri, kita akan menjelaskan poin penting dari the wedding ini, dan mereka akan memahami, dan tidak akan ada masalah lagi kedepannya", kata Bram Sedikit khawatir.
"siapa bilang aku akan pergi sendiri?, aku tidak akan pergi seorang diri. Kali ini aku akan pergi bersama kekasihku dan tampa memberi tahu siapapun kecuali kamu dan kakek. Hahaha", kata si gadis.
"syukurlah kalau begitu, hehehe kali ini aku benar-benar berterima kasih padamu, kita mungkin akan sulit menghadapi pra wadding ini jika belum bertemu", kata Bram.
"tidak masalah, oh iy.. aku harap suatu saat nanti kita bisa bertemu kembali, dan hari ini juga aku harus pergi. Terima kasih atas kerja samanya, aku permisi", kata si gadis sambil berjabat tangan dengan Bram dan kemudian pergi.
Bram akhirnya merasa lega, drama wedding ini akhirnya selesai dan dia sangat senang kecuali, tentang yang kawin lari bukanlah dirinya melainkan si gadis tersebut.
Bersambung....
Salam manis 😊
__ADS_1
(AUTHOR)