Road To Light

Road To Light
Penjelasan


__ADS_3

Selang beberapa waktu Rolan akhirnnya bertemu dengan Vann Races. Dengan lelahnya kemudian Rolan menjelaskan bahwa wanita yang ditiduri Vann Races merupakan pegawainya yang mengundurkan diri.


Dengan penjelasan ini Vann Races kemudian berfikir kenapa wanita itu (Luna) tidak menemuinya untuk meminta pertanggung jawaban dari Vann Races dan malah mengirim surat pengunduran diri kemudian menghilang.


"Rolan... Kenapa wanita itu tidak datang menemuiku dan malah mengundurkan diri. Banyak wanita yang ingin tidur denganku kemudian memainkan trik kotor meminta pertanggung jawabanku. Apa wanita itu begitu malunya denganku hingga dia tidak berani muncul dihadapanku?". kata Vann Races.


Pufth.. Hahaha..


Rolan tertawa dengan pertanyaan Vann Races.


"kenapa kau sangat peduli? bukankah bagus jika dia tidak datang dan membuat masalah baru denganmu?, tapi ya ini pertama kalinya seorang wanita tidak datang menemuimu setelah apa yang kau lakukan terhadapnya. Mestinya dia senang karna bisa bersamamu semalam, tapi kenapa dia tidak kemari....apa dia tidak mengenalmu?" kata Rolan.


"mmhh.., kalau begitu biarkan saja". Kata Vann Races.


"tunggu.., aku rasa ini bukan sebuah kebetulan." kata Rolan kembali.


"apa maksudmu ini bukan sebuah kebetulan?". tanya Vann Races.

__ADS_1


"maksudku... Jika wanita itu tidak tahu tentang dirimu, lalu kenapa dia mengirim surat pengunduran diri sedangkan dia tahu tentang kontrak kerjanya? aku rasa dia sedang menghindarimu." kata Rolan dengan bijaknya.


Pertanyaan-pertanyaan itu terus mengganggu pikiran Vann Races. Kenapa Luna pergi dan apa tujuannya menghindar.


Setelah pemikiran panjang akhirnya Vann Races memutuskan untuk mencari Luna sampai Ia menemukannya Ia akan meminta penjelasan.


Vann Races, semakin hari semakin Ia sangat terganggu dengan wanita-wanita disekitarnya. Ia bersikap sangat dingin pada wanita termasuk sepupu jauhnya yang merupakan teman bermain Vann saat kecil dan tidak pernah bertemu lagi setelah Ia memutuskan meninggalkan Eropa.


Eropa merupakan negara asal keluarga Races. Vann menghabiskan masa kecilnya disana, sampai berumur 10 tahun Vann meninggalkan Eropa mengikuti pamannya dan menjalankan bisnis perusahaan.


"kakak, kenapa kau selalu bersikap dingin padaku..? hikss hikss(menangis), kenapa kau berubah? apa kesalahanku?" kata Liara yang merupakan sepupu jauh Vann Races.


Plak...


Tamparan keras mendarat diwajah Vann Races dan meninggalkan bekas.


Rupanya Ibu Vann Races yang baru tiba dari Eropa sangat marah dengan perilakunya.

__ADS_1


"hiks hiks.. bibi jangan memukul kakak lagi dia tidak bersalah, akulah yang selalu mengganggunya". Kata Liara sembari berlari kearah ibu Vann dan memeluknya sambil menangis.


"bagus karena kau menyadarinya, jadi jangan pernah menggangguku lagi atau aku tidak akan segan kepadamu." kata Vann dengan dinginnya.


"lihatlah dia (Liara), dia sudah membelamu.... dan kau masih bersikap seperti ini padanya? alangkah baiknya jika kau meminta maaf. Liara sudah seperti anakku sendiri dan kau sudah seperti kakaknya, maka perlakukanlah dia seperti adikmu." kata Nyonya besar leluarga Races (ibu vann).


Sejak orang tuanya meninggal Liara telah dibesarkan oleh keluarga Races. Orang tua Liara merupakan kerabat jauh keluarga Races.


"kalau begitu adikku.... Tolong maafkan lah kakakmu ini, tapi sebisa mungkin untuk kau tidak mengangguku lagi, permisi.." kata Vann kemudian pergi.


"sudah Sudah.. Sayang kau jangan menagis lagi (mengusap air mata liara), dia hanya lelah dari bekerja. Besok aku akan mengurus perpindahan kekeluargaanmu menjadi keluarga Races dan kau akan resmi menjadi adik Vann secara hukum." kata nyonya Races.


Liara kaget,


Dia mengira bahwa nyonya Races akan menjodohkannya dengan Vann.


Bersambung..

__ADS_1


Salam manis 😊


(AUTHOR)


__ADS_2