
Liara tercengang dengan apa yang dikatakan nyonya Races. Diam-diam Liara memiliki perasaan khusus pada Vann, Liara mencintai Vann Races sejak kecil. Namun Ia hanya diperlakukan layaknya anak dari keluarga Races. Sedangkan Ibu Vann juga memiliki seseorang yang Ia pilih untuk menjadi menantu keluarga Races.
Meskipun Liara sudah menjadi bagian dari keluarga Races, namun liara tetap mengejar perhatian dari Vann. Liara tidak pernah mau menjadi adik Vann melainkan Ia ingin menjadi nyonya muda keluarga Races, istri dari Vann Races. Ia Melakukan segala cara untuk membuat Vann jatuh cinta.
"apapun akan kulakukan untuk membuat Vann menjadi milikku, tidak satupun yang bisa bersamanya kecuali diriku. Hihihi, lihat saja nanti...," Kata Liara dalam hati.
Dengan mengandalkan status kekeluargaannya dengan Vann, Liara bisa setiap hari mencari cara merayu Vann. Dan yang terparah saat liara mandi dikamar mandi Vann Races dan menggodanya.
Akan tetapi Vann Races sudah menjadi es batu yang dingin dan keras. Vann ingin membuat malu Liara dengan meminta tolong pada Rolan agar Liara berhenti mengganggunya.
"hhaaiisshh, kenapa kau begitu tega kepada gadis malang itu? dia hanya menggodamu sedikit saja dan kau ingin memberinya pelajaran seperti ini? Kurangi sedikit hukumannya oke? biar bagaimanapun sekarang dia adalah adik mu loh." kara Rolan.
"diamlah.. dan lakukan tugasmu dengan baik, jika dia tidak berhenti menggodaku maka akan ku buat dia merasakan malu hingga dia tidak berani memperlihatkan wajahnya pada siapapun." kata Vann yang kesal.
"baiklah sutradaraku.. duduk saja yang manis, aku aktor tampan yang baru debut ini akan melakukan pertunjukan ini dengan sempurna hahaha...". kata Rolan.
__ADS_1
Vann dan Rolan sebenarnya mengetahui rencana Liara yang akan memberi Vann obat pada pesta keluarga penyambutan Liara sebagai keluarga Races yang baru. Diam diam mereka merekam semua yang dilakukan Liara.
"uuggghhh, kepalaku sakit (nada rendah) aku ingin istirahat kalian lanjutkan saja pestanya." kata Vann sembari memberi kode pada Rolan untuk memulai pertunjukan.
"kakak.. apa kau baik-baik saja? mari kuantar kekamar agar kakak bisa beristirahat." kata Liara penuh percaya diri.
Sesampainya dikamar Liara membaringkan Vann keatas kasur.
"kakak, apa kau merasa panas?" Tanya Liara penuh gairah.
"tolong matikan lampunya, aku tidak bisa istirahat dengan lampu menyala, Uugghh panas sekali.. Aku tidak tahan lagi". gumam Vann.
Plok Plok plok.... Bunyi tepuk tangan oleh Vann sambil tertawa dan lampu dinyalakan.
Sontak membuat Liara kaget dan mulai meneteskan air mata.
__ADS_1
"kenapa?.. bukankah ini yang kau inginkan hah?. Memberiku minuman dengan obat perangsangmu, membawaku kekamarku untuk berisirahat, dan dengan mulusnya kau naik keranjangku? tidakkah tindakanmu ini terlalu rendah bahkan lebih rendah dari binatang yang sedang k*w*n? hahaha...". Kata Vann yang tertawa dengan sinisnya.
"maafkan aku nona Liara, aku disini sebagai aktor, sedang membiarkan sutradaraku melihat pertunjukan berbakatku ini merupakan kehormatan bagiku. Nona... Semua yang anda rencanakan telah kami rekam, kami tidak akan memotong setiap adegan pada pertunjukan ini". kata Rolan dan turun dari ranjang lalu memperbaiki pakaiannya.
Liara tetap diam mengingat kondisinya yang sangat rendah bagi siapapun yang melihatnya.
"ingat..(memegang dagu Liara dengan kuat), jangan pernah berani mendekatiku lagi. Jika tidak, aku akan membuatmu sangat menyesal. Semua perbuatanmu akan kusimpan dengan sangat baik, jika suatu saat aku membutuhkannya maka aku tidak akan ragu sedikitpun." kata Vann menatap tajam Liara sampai ketakutan.
"Rolan.. Tolong antar wanitamu kembali kekamarnya" kata Vann lagi.
"heihei.. siapa wanitaku hah? aku bahkan tidak menyentuhnya. Disini sebenarnya akulah yang jadi korban, nona Liara sangat bergairah menyentuhku. Tolong... ini benar benar diluar kendaliku." kata Rolan.
Liara kembali kekamarnya sambil menyesali perbuatannya, Liara tak henti hentinya menangis.
Bersambung..
__ADS_1
Salam manis 😊
(AUTHOR)