
Saat ini aku sedang berdiri di depan dari bangunan Asosiasi Petualang, seperti sebelumnya.
Hari ini aku akan memulai petualanganku bersama Cella, astaga aku tidak sabar untuk bertemu dengan Cella.
"Nanti dia gimana, yah," Ujarku sambil melihat-lihat Chat World, banyak hal yang terjadi di dunia Game dan jika di ingat bahkan setelah 6 tahun belalu Game RON di release Game ini terus berkembang.
Aku penasaran kenapa game ini hanya memiliki satu Kekaisaran, Di dunia Neverland sekarang, hanya ada White Tiger Empire yang menjadi Kekaisaran tunggal dari Neverland.
Apa yang terjadi dengan Kekaisaran lainnya? Dan para Player Veteran juga sudah pernah mencoba menjelajah ke luar daerah kekuasaan dari White Tiger Empire.
Akan tetapi jauh di ujung perbatasan terdapat dinding berwarna merah tipis yang menjulang tinggi ke langit dan dinding itulah yang menjadi penghalang Player untuk pergi lebih jauh lagi.
Tapi semua tidak ada yang terlalu peduli mengingat ini memang sebuah Game Online, sementara itu untuk Rune yang tersebar di dunia Neverland sekarang pun masih menjadi suatu Misteri.
Tidak ada petunjuk lebih lanjut. Tapi, ada satu hal yang pasti, Rune itu sekarang masih tersembunyi di suatu tempat di Neverland.
"Rudi?" Sesaat terdengar suara, aku menoleh ke arah sumber suara itu.
"Ce-cella?" Aku membalas seseorang yang baru saja memanggilku itu.
"Ah, ternyata benar, maaf telat" Aku sedikit terkejut dengan penampilan Cella di dalam Game, dia mengenakkan Yukata berwarna kebiruan dengan corak bunga, di bagian pinggang kirinya terdapat sebuah katana panjang yang hampir menyentuh tanah dan kanannya terdapat 2 katana lainnya namun jauh lebih pendek.
Cella mengingat rambutnya dengan gaya One tail, astaga aku harus berkomentar apa sekarang, cantik banget.
"Rudi?" Cella kembali memanggil namaku karena aku sekarang hanya mematung melihatnya. Sesaat aku tersadar dari lamunanku.
"Samurai?" Aku mengatakan itu agak canggung.
"Iya," balas Cella yang ceria.
Setelah itu aku berbicara beberapa hal, Ternyata Cella menggunakan Ras Human, Sebuah ras biasa tapi dia berhasil mendapatkan Job Khusus lanjutan setelah berhasil melewati Lv50.
Berbicara soal job, sekarang aku sudah berada di Lv38 tapi aku masih belum memilih job apapun, hal ini karena ras High Human yang aku gunakan, meskipun begitu aku punya kemampuan untuk menguasai semua skill.
Apa akan ada hak khusus nanti saat aku melewati Lv50? siapa yang tahu, semua nanti akan terjawab setelah aku melewatinya.
"Rudeus? Jadi di Game nama Rudi adalah Rudeus?" Cella mengatakan itu sambil memakan sebuah kue, saat ini kami berada di Restoran.
"I-iya." Apa ini kencan! Sebuah kencan yang terjadi di Game!
Astaga aku terlalu gugup sekarang. Aku mengenalkan nama yang aku gunakan dalam Game RON pada Cella.
"Begitu, kalau gitu aku juga."
"Panggil aku Miho." Cella juga mengenalkan namanya yang ada di dalam Game.
Aku tidak menduga dia menggunakan nama itu, aku kira dia adalah tipe orang yang akan menggunakan nama aslinya di dalam Game. Ternyata tidak seperti itu, yah.
"Miho...," gumamku pelan.
Setelah itu kami mulai menyantap makanan yang kami pesan.
"Jadi, Setelah ini gimana?" Miho mengatakan itu setelah kami keluar dari restoran.
"Setelah ini, ya." Aku mengirimkan sebuah foto ke Miho. Dia membuka Chat yang aku kirim. yaitu, foto sebuah tempat.
"Sebenarnya aku berencana untuk Ke Killika sendirian, tapi-" Aku menghentikan kalimatku dan melihat ke Miho.
"karena sekarang aku tidak sendiri."
"jadi?" Tanya Miho.
"Kamu mau gak, kita pergi ke sana?" Miho tidak langsung menjawab, dia melangkahkan kakinya lebih cepat hingga dia berada di depanku sekarang.
Sesaat dia membalikkan badannya, aku dengan Jelas bisa melihat senyumnya.
"Tentu." Itulah yang Miho katakan, sontak itu membuat jantungku berdetak lebih kencang. Astaga ini, ini seharusnya kisah petualangan menjadi Cerita Fantasy Action yang penuh dengan aksi menegangkan. Tapi, entah kenapa malah seperti ini. Meskipun sebenarnya ini tidak buruk juga untukku.
Aku membalas senyum Miho, "Tapi, pertama-tama kita perluh mengganti peralatanmu," ucap Miho sambil memperhatikan item yang aku gunakan dari atas sampai bawah.
"Benar...," balasku Pelan.
Sesaat aku sadar dengan pakaian yang aku gunakan sekarang masih merupakan item Rank D dan satu-satunya item Rank C yang aku punya sekarang adalah senjata ini, Goblin Sword Warrior.
__ADS_1
"Kurasa aku perluh mencoba membuat senjata dan peralatan yang aku kenakan sekarang," ujarku yang kemudian membuka menu dari Skill Blacksmith.
"Ah, menu itu, kan...." Miho terkejut saat melihat aku membuka menu dari Skill Blacksmith.
"Rudeus, kamu job Crafter?" Miho langsung berjalan mendekatiku dan berdiri di tepat di sampingku, astaga dia terlalu dekat.
"Ah, i-ini, aku bukan job Crafter, tapi aku punya salah satu Skillnya," Ucapku sambil terus memilih dan melihat-lihat bahan yang akan aku bikin, paling tidak ini akan cukup untuk membuat 1 set perlengkapan Rank C.
Cukup bagus meskipun jauh di bawah dengan item yang di gunakan oleh Miho. Aku sadar itu dengan katana panjang yang dia miliki, aku pernah melihat senjata itu di salah satu forum, itu merupakan senjata Rank A dan juga memiliki Skill Aktif dan Pasif bawaan dari senjata itu sendiri.
Sebuah senjata dengan Rate langkah, astaga dari mana Miho bisa mendapatkan senjata sebagus itu, aku tau dia menyukai Game MMORPG tapi aku tidak akan menduga jika dia menggunakan uang sungguhan untuk mendapatkan Job lanjutan Khusus dan senjata Rank A.
Baiklah, kesampingkan pikiranku yang mulai hanyut entah kemana, sekarang aku akan membuat 1 set perlengkapan Rank C dari bahan mentah yang aku dapatkan di Dungeon Rank D sebelumnya.
"Hee... Bukan job Crafter? kalau gitu kamu job apa Rudeus?" Cella menanyakan itu dengan wajah yang penasaran.
"Bagaimana ya, mungkin bisa di bilang aku belum menentukannya." Aku cukup ragu untuk ini, karena aku memang merasa tidak terlalu perluh job mengingat aku bisa mempelajari Skill apapun.
"Sungguh? kamu belum punya job?"
Setelah itu Miho bertanya banyak hal, terlalu banyak, astaga aku tidak menyangka sikap Cella akan jauh berubah ketika menjadi Miho di dalam Game.
Biasanya dia akan malu-malu, atau tidak terlalu banyak bicara, 'Atau mungkin....'
Kami sudah dekat! Benar, oleh karena itu dia bisa berbicara dengan leluasa, "Tidak-tidak,' Aku tidak bisa terlalu percaya diri, bisa saja dia memang seperti ini di dunia game.
Dan sekarang aku melihat-lihat ketentuan dan bahan-bahan yang aku perlukan untuk membuat 1 set perlengkapan Rank C
\=\=\=\=\=\=\=<>\=\=\=\=\=\=\=
Apakah player yakin untuk membuat Helmet dengan bahan berikut.
Persentase Pembuatan : 65%
Lama Pembuatan : 20 Menit
[ ] Ya
[ ] Tidak
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Setelah itu aku menunggu proses pembuatan dari peralatanku di Asosiasi Petualang, sementara itu Miho berkata ada urusan sebentar di rumah jadi dia Off lebih cepat.
Aku melakukan hal yang sama, sampai skill Blacksmith yang aku miliki naik level ke Level 3.
\=\=\=\=\=\=\=<>\=\=\=\=\=\=\=
Selamat player mengenakan satu set peralatan yang sama.
Bonus Equipment
+150 ATK
+3000 HP
+20 Stun Defence
+20 Seal Defence
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
\=\=\=\=\=\=<>\=\=\=\=\=\=\=
Titel : The First High Human
Guild : -
Name : Rudeus
Level : 38 [Exp 54,80%]
Race : High Human
__ADS_1
Job : -
Rank : C
HP : 20.000 (17.000+3000)
MP : 17.000
ATK : 9150 (9000+150)
INT : 9000
DEF : 7500
VIT : 10000
AGI : 1200
STA: 800
Skill : Decoy - LV 3 (Beginner)
Skill : Auto Counter - LV 2 (Beginner)
Skill : Thunder Sword - LV 1 (Beginner)
Skill : Healing - LV 1 (Beginner)
Skill : Blacksmith - LV 3 (Beginner)
Skill : Cooking - LV1 (Beginner)
Skill Pasif : Fast Skill - LV 1 (Beginner)
\=\=\=\=\=\=\=<>\=\=\=\=\=\=\=
Helmet : Hunter Helmet Rank C
Armor : Hunter Armor Rank C
Pants : Hunter Pants Rank C
Shoes : Hunter Shoes Rank C
Glove : Hunter Glove Rank C
\=\=\=\=\=\=\=<>\=\=\=\=\=\=\=
Waepon [1] : Goblin Sword Warrior Rank C
Weapon [2] : Black Bone Shield Rank C
\=\=\=\=\=\=\=<>\=\=\=\=\=\=\=
Bracelets : -
Earrings : -
Rings : -
Necklaces : -
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Ternyata tulang Yamata-no-Orochi bisa jadi bahan untuk Shield." Aku melihat status dari karakter Rudeus, Aku cukup puas sekarang.
"Jadi, sekarang aku rasa cuma bisa nungguin Cella," ucapku sambil melihat jam di menu, sekarang sudah hampir jam 8 malam, sudah cukup lama aku bermain.
Saat Cella nanti kembali kami akan langsung pergi ke pelabuhan, karena itu adalah satu-satunya jalan untuk pergi ke pulau Killika.
Astaga, entah kenapa rasanya kayak bulan madu pasangan baru nikah.
"Hehe...."
__ADS_1
Aku tidak sabar.
TBC.