
\=\=\=\=\=\=\=<>\=\=\=\=\=\=\=
Selamat player memperoleh skill dari tindakan player.
Skill : Summon - LV 1 (Beginner)
CD : 0/1 Mosnter
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Akhirnya, dapat." Setelah Festival kepala desa mendatangiku dan memberikan sebuah gulungan yang menjadi akses untuk membuka Skill Summon.
"0/1 Monster?" Miho yang berada di sampingku sedikit bingung dengan keterangan CD pada Skill Summon.
Aku juga cukup penasaran jadi aku membuka keterangan dari penjelasan Skill Summon.
\=\=\=\=\=\=\=<>\=\=\=\=\=\=\=
Summon : Player dapat memanggil Monster dan menjadikannya sebagai partner yang setia dalam keadaan apapun.
Ketika Monster mati akan muncul CD sebelum Monster dapat di panggil kembali, waktu pemanggilan setelah kematian untuk setiap Monster berbeda-beda sesuai dari Rank yang dimiliki oleh Monster.
Jumlah Monster yang dapat di Summon akan bertambah seiring dengan kenaikan Skill.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Begitu jadi jumlah Monster yang bisa di panggil terbatas dan sekarang aku hanya bisa memanggil satu monster," kataku setelah menutup penjelasan dari skill Summon.
Skill ini ternyata memang memiliki dasar yang berbeda dari pada skill yang lain.
Setelah itu aku dan Miho berkeliling pulau dari Killika, kami berjalan kearah barat dimana terdapat banyak NPC yang bermain ataupun berjemur.
Kami berjalan sampai mataku tertuju ke suatu arah yaitu sebuah patung batu yang berbentuk Macan yang sedang berdiri dengan gagah.
Patung batu ini cukup mencolok meskipun tidak memiliki ukuran yang besar, mungkin hanya sekitar 1 meter untuk lebar dan tinggi 1,5 meter. tapi desain patung ini benar-benar luar biasa.
"Pendatang?" Sesaat terdengar suara dari belakang kami, itu merupakan salah satu penduduk di pulau Killika.
"Iya," balasku singkat, kemudian kami bersalaman.
__ADS_1
"Kau suka? maksudku patung ini," ujar pemuda itu yang memiliki nama Tidus.
"Patung ini merupakan salah satu pusaka di pulau ini. Konon, patung ini di buat jauh sebelum para bajak laut datang menjajah pulau Killika." Tidus menjelaskan sejarah dari patung itu dan kemudian berdoa kepada patung.
Aku melihat patung itu juga dari dekat, sesaat mataku tertuju ke tulisan yang ada di bawah.
Napasku terhenti saat membaca tulisan yang ada di bawah patung ini.
"In-ini, kan...." Aku mengatakan itu dengan tidak percaya.
"Ah, tulisan itu. Itu tulisan kuno leluhur Killika, entah apa yang ada di batu itu, akan tetapi yang jelas itu menunjukkan sebuah pesan." Tidus memegang pundakku saat aku masih terus melihat tulisan itu dalam hening.
"Kau tidak apa-apa?"
"Ah, i-iya... Aku gak apa-apa."
"Tulisan ini di tulis oleh seseorang di masa lalu. Tapi, kini tidak ada satupun di pulau ini yang bisa membaca tulisan itu." Setelah mengatakan itu Tidus di panggil oleh beberapa orang, sepertinya itu adalah temannya.
Dia melambaikan tangannya dan setelah itu pergi dengan orang-orang yang memanggilnya.
Sementara itu, aku dalam diam memikirkan sesuatu, aku menatap Miho dan mengubah settingan dari Mic-ku menjadi privat.
"Miho, gunakan privat juga," kataku pada Miho yang sesaat kemudian melakukan apa yang aku katakan.
"Iya," balasku singkat dan sesaat aku menghentikan ucapanku, karena aku masih tidak percaya dengan yang aku temukan.
"Di sini tertulis sesuatu, bagaimana, yah...." Aku kemudian menjelaskan isi dari tulisan yang ada di patung itu.
"Byakko, Dewa penjaga mata angin Barat. Saat aku menulis ini mungkin waktu sudah bergulir sangat jauh, aku tidak tahu apa yang aku tinggalkan ini akan berguna akan tetapi aku yakin, kamu. Kamu adalah orang yang terpilih." Seperti itulah yang tertulis di batu ini.
"Kamu adalah orang yang terpilih, ya...," ucap Miho sambil menyentuh tulisan dari patung itu.
"Aku sama sekali tidak bisa membaca arti dari tulisan ini." Miho menatapku dengan penasaran.
"Sebenarnya ras apa yang kamu pilih Rudeus?" Tanya Miho serius.
Setelah itu aku menjelaskan ras yang aku pilih secara kebetulan ini kepada Miho.
"Ras High Human? Kamu pilih ras yang bahkan sampai sekarang belum ada yang bisa mendapatkan job dengan ras itu," ucap Miho terkejut dengan ras yang aku pilih.
__ADS_1
Menurutku ini wajar, ras High Human memang memiliki kelebihan dalam mempelajari semua skill, akan tetapi player akan di persulit dalam meningkatkan skill dan bahkan job yang tersedia untuk ras High Human hanya satu dan itupun masih belum ada yang mengetahuinya.
"Miho, kesampingkan itu," kataku sambil menatap patung ini.
"Byakko, kau tau maksudku, kan?"
"Iya, Masih ada 3 patung lainnya di pulau ini." Miho ternyata sepemikiran denganku.
Byakko merupakan salah satu dari Dewa Legenda atau mitologi dari Jepang. Tertulis di sejarah bahwa dunia dilindungi oleh para dewa yang menjaga gerbang-gerbang langit yang diumpamakan sebagai Naga (Seiryu), Burung Api (Suzaku), Kura-Kura (Genbu), dan Macan Putih (Byakko).
Setelah itu aku dan Miho berjalan ke arah
Timur dari pulau di sana tidak terlalu banyak penduduk ataupun player yang lewat, semak belukar tumbuh merambat menutupi jalan kami.
Secara berlahan kami menyelusuri semak belukar, cukup sulit tapi kami cukup beruntung mengingat pulau Killika tidak ada Monster ataupun hewan liar yang bisa membahayakan kami.
Sesaat setelah memasuki cukup dalam kami melihat semak belukar yang menutupi sesuatu yang besar, kami menyingkirkan semak belukar itu dan terlihat jelas sebuah patung yang memiliki ukuran sedikit lebih besar dari patung Byakko yang terdapat di barat.
Salah satu hewan dalam legenda.
"Dewa penjaga mata angin Timur, Seiryu," gumamku setelah melihat jelas patung yang ada di hadapanku.
Sementara itu, Miho yang berada di sampingku menatap patung itu dengan kagum, kemudian dia melihatku, "Rudeus."
"Iya." Aku kemudian melihat ke tulisan kuno yang tertulis di bawah.
"Seiryu, Dewa penjaga mata angin Timur. Akan tetapi setiap kekuatan memiliki tanggung jawab yang besar, aku harap kau tidak kehilangan itu dan terjerumus kedalam keserakahan seperti mereka." Aku cukup terheran dengan maksud dari tulisan ini.
"Begitu, aku paham," Miho terlihat menemukan sesuatu dari maksud tulisan kedua.
"Ini adalah sebuah pesan, kita sudah menemukan 2 dan sekarang masih ada 2 sisanya yang berada di pulau ini." Masuk akal, aku merasa yang di ucapkan dengan Miho ada benarnya.
Jika ini merupakan sebuah pesan jadi apa maksud dari 'setiap kekuatan memiliki tanggung jawab yang besar.'
Dan siapa yang dia maksud dengan terjerumus dalam keserakahan itu.
Semua teka teki ini berputar di dalam kepalaku, setelah itu aku dan Miho pergi ke tempat berikutnya, entah apa yang terdapat di pesan berikutnya yang jelas aku tidak sabar.
Aku merasa sepertinya kami menemukan sesuatu yang besar, suatu yang sudah lama di lupakan oleh Negeri Neverland.
__ADS_1
Dan saat itu kami berdua sama sekali tidak sadar sudah memutar roda yang membuka pada dunia yang lebih luas dari yang kami ketahui.
TBC.