
"Wo... Jadi ini Dungeon yang Rudeus-nyan ceritakan, Nyan~" Neko mengatakannya dengan mata yang berbinar-binar saat tiba di depan air terjun yang kini menjadi sebuah pintu masuk Dungeon khusus.
"Si-siapa makluk imut ini," Kata Miho yang berada tepat di belakang Neko, sepertinya ini juga pertama kalinya dia melihat ras Neko di dalam RON.
*Hupp...
"Le-lembut!" Miho secara tiba-tiba memeluk Neko dengan erat, hum. aku paham, dia memang menggemaskan, "Guyaa! Tu-turunkan, Nyan~"
Sudah 3 hari sejak pertama kali aku dan Miho menemukan dungeon khusus, aku dan Miho memutuskan untuk menyelidiki terlebih dahulu tentang Dungeon ini.
Kami mencari di berbagai forum tentang kemunculan Dungeon khusus di RON, ada beberapa data yang menarik seperti Dungeon yang muncul di server Negara China.
Tapi, Dungeon yang saat itu muncul menunjukkan Rank. Namun, dalam kasus kami, Dungeon ini memiliki Rank ???
"Lama, tidak jumpa Rudeus," sapa Alicia yang sekarang mengenakkan baju yang berbeda dengan terakhir kami bersama dulu.
"Iya, Alicia, Luna dan Yuna juga, lama gak jumpa," balasku kepada ketiga temanku lainnya.
Sepertinya perjalanan mereka bertiga berjalan mulus, dari yang aku lihat Luna sudah menggunakan tongkat lanjutan dengan kata lain dia berhasil naik level dan membuka Job lanjutan.
"Uhh... Nyan~" Sepertinya Neko sudah pasrah menerima keadaanya sekarang.
Miho mendekati kami dan mengenalkan diri kepada yang lainnya.
"Jadi setelah ini tinggal Elwin, Leon dan Tiaris," kataku sambil melihat chat yang aku kirimkan kepada mereka kemarin, dari balasannya mereka akan datang nanti sore.
"Selagi menunggu mereka, gimana kalau kita makan?" Usul Yuna saat melihat statusnya.
Setelah itu kami sepakat untuk makan, kami memutuskan kesebuah tempat makan di pulau Killika.
"Umn! Enak, Nyan~" Neko berkata dengan semangat saat memakan sebuah kue kering yang menjadi makanan tradisional di pulau Killika.
"Oh, benar." Yuna juga memakan kue tepat di samping Neko.
"Umn... Enak." Luna juga memakan salah satu kue. Syukurlah sepertinya mereka menyukainya.
Setelah itu kami mulai menceritakan petualangan kami, aku menceritakan sebagian besar saat aku membaca sebuah pesan kuno pada patung 4 dewa penjaga mata angin.
Sementara itu mereka juga menceritakan perjalanan mereka dan yang kini membuatku terkejut mereka saat ini semuanya sekarang memiliki level di atas level 50.
Sepertinya aku memang jauh tertinggal, sekarang aku masih berada di level 38, karena aku memang tidak pernah bertarung lagi sejak penaklukkan Dungeon Rank D.
*Ping...
"Ah, ada Chat dari Elwin, Umn.. Sepertinya mereka sudah sampai." Aku menunjukkan isi pesannya kepada yang lain.
Selesai menghabiskan makanan kami, kami semua langsung pergi ke tempat Elwin dan lainnya berada.
"Hoi...! Rudeus...!" Tiaris melambaikan tangannya.
__ADS_1
"Akhirnya kalian sampai, Elwin, Leon, Tiaris." Aku saling bertukar salam dengan yang lain.
"Bagaimana Midgar? kalian sudah bergabung di Guild?" Tanyaku.
"Cih!" Elwin memasang wajah masam saat aku bertanya itu.
"...."
"Hahaha... Sebenarnya itu tidak terlalu berjalan mulus," kata Leon.
"Kami semua di tolak, tidak ada guild yang menerima kami." Tiaris mengatakan itu dengan nada lesu, sementara itu Elwin sepertinya mulai panas dalam artian Sebenarnya.
"Akh! Apa-apaan mereka! Mereka semua bilang kami ini lemah!"
"Tidak punya pengalaman! Equip sampah! Akh! Sialan!" Elwin jelas saat ini marah saat membahas penolakan mereka oleh guild di seluruh Midgar.
"O-oke, mari kita tenangkan diri dulu," ujarku yang kemudian mengajak yang lainnya ketempat yang lebih santai.
Seperti yang Tiaris katakan, mereka selama 3 hari penuh melamar ke seluruh guild yang ada di Midgar dan semua lamaran mereka di tolak dengan berbagai hal.
Setelah cukup lama bersantai dan Elwin cukup tenang, aku mulai menceritakan apa yang aku temukan seperti, pesan yang terdapat di tulisan kuno, artefak suci, ketiga Kekaisaran lainya, dan Dungeon khusus.
"Se-serius...." Elwin mengatakannya dengan tidak percaya, begitu juga dengan yang lainnya.
Semuanya terkejut dengan yang aku katakan, kemudian aku dan lainnya kembali ke celah pintu dungeon.
"Benar-benar ada Dungeon di sini," Kata Tiaris saat tiba di depan pintu dungeon.
"Kau benar-benar hebat Rudeus." Elwin mengatakan itu dengan antusias.
"Jadi bagaimana sekarang?" Tanya Luna yang juga terlihat cukup bersemangat.
"Tentu saja! Penaklukan, Nyan~"
"Tunggu, menurutku lebih baik kita memulai persiapan terlebih dahulu," kata Elwin kepada Neko.
"Aku juga setujuh, kita tidak tahu apa yang ada di dalam." Aku juga memikirkan hal yang sama dengan Elwin.
"Terlebih lagi, mungkin lebih baik menambah anggota lagi." Yuna juga mengeluarkan pendapatnya yang cukup masuk akal, di dalam mungkin akan lebih sulit jadi tidak ada salahnya menambah anggota.
"Tidak, kita tidak bisa membuat berita Dungeon ini tersebar." Kali ini Leon juga ikut berbicara tentang Dungeon ini, dan apa yang di katakan Leon juga benar.
"Benar, jika berita ini sampai bocor, kemungkinan besar Guild kelas atas dari seluruh Server bisa-bisa membanjiri tempat ini," ujar Elwin yang kemudian mengelus dagunya sambil memikirkan sesuatu.
"Kalau begitu, kita cuma segini?" Alicia menanyakan ini kepada yang lain.
"A-anu...." Sesaat Miho yang sedari tadi diam sepertinya ingin mengatakan sesuatu.
"Ada apa Miho?"
__ADS_1
"Begini Rudeus. ka-kalau sepupuku ikut tidak masalah?" Miho bertanya padaku dengan sedikit terbata-bata, astaga aku baru sadar inilah sifat imut Cella yang aku sukai, aku agak terbawa suasana game sampai aku lupa kalau Cella berada tepat di sampingku.
"Te-tentu saja tidak masalah Miho," Ah, sial. Sifat gugupku juga kembali.
Sesaat aku mengatakan itu Miho tersenyum.
"Makasih."
"Oke, jadi ada yang lain lagi?" Elwin bertanya kepada yang lain dan sepertinya mereka tidak ada orang lain yang ingin di ikut sertakan dalam penaklukkan Dungeon.
"Sepertinya tidak ada." Elwin kemudian mengirim pembentukan Party kepada yang lain dan kami semua menerima tawaran itu.
"Hari ini kita akhiri sampai di sini."
"Besok kita semua perluh membeli semua keperluhan untuk penaklukkan Dungeon, lusa pagi kita semua berkumpul di sini lagi." Elwin kemudian menutup menu status party.
"Semuanya jelas?"
Setelah itu kami semua pergi dari air terjun dan kembali ke desa, sementara itu beberapa dari kami sudah off.
sekarang tinggal aku, Elwin, Leon dan Miho.
"Guild?" Aku mengatakan itu saat Elwin membahas tentang guild.
"Iya, aku ingin membuat sebuah Guild."
"Aku sudah tidak tahan dengan para pemimpin guild di Midgar."
"Mereka semua terlalu sombong! Mereka menolak kami hanya karena equipment yang mereka gunakan lebih bagus." Elwin mengatakan itu dengan nada kesal.
"Jangan lupa juga dengan level kita yang rendah," kata Leon juga yang tepat di samping Leon.
"Benar-benar." Elwin mengangguk.
"Dan pengalaman kita juga yang sedikit."
"Benar-benar."
"Dan kadang kau menghabiskan Coin untuk membeli benda yang tidak perluh."
"Benar-benar."
"Dan kau juga suka judi di bar sampai berhutang cukup banyak."
"Benar-benar."
"Dan lagi kau suka-"
"Sudah cukup! Kau ngajak berantem di sini, hah!?" Elwin langsung memotong kalimat Leon dengan nada kesal.
__ADS_1
Sementara itu aku dan Miho tertawa dengan tingkah mereka berdua.
TBC.