
"Decoy!" Teriakku memancing beberapa monster ke arahku, saat ini kami sudah setengah perjalanan di Lantai 2.
Seperti yang aku duga, Lantai pertama bisa kami lalui dengan mudah.
\=\=\=\=\=\=\=<>\=\=\=\=\=\=\=
Monster : Goblin
Level : 20-25
Rank : D-C
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Untuk Lantai 2 monster yang kami lawan masih cukup mudah. Namun, jumlah yang harus kami hadapi benar-benar sangat banyak ini membuat kami kehabisan MP dengan cepat.
"Auto Counter!" Aku menghempaskan gelombang kejut ke sekelompok Goblin yang setara dengan 30% kerusakan yang aku terima.
"Sekarang!" Kata Elwin yang langsung memberi aba-aba kepada yang lain. Semua langsung menyerang kumpulan Goblin yang terhempas akibat Auto Counter. Kami dengan cepat menghabisi sekumpulan Goblin. Sekarang untuk kali ini akhirnya pertarungan yang cukup lama berakhir.
"Dapat nyan~! Neko dapat Monster Card nyan~." Neko dengan semangat mengangkat Monster Card dan menunjukkannya kepada Yuna.
Monster Card merupakan salah satu Item langkah di dalam Game RON (Rune Of Neverland). Monster Card berfungsi untuk men-Summon Monster.
Monster yang di Summon dapat di gunakan dan sangat berguna di berbagai situasi, biasanya harga untuk Monster Card juga cukup mahal dengan harga paling murah 1000 Gold dan jika monster Card merupakan Monster langkah bahkan bisa sampai Ratusan Juta.
Namun, berbeda dengan Monster yang di Summon oleh job Summoner. Ketika Monster Card mati, Monster Card akan langsung menghilang.
"Wah, keren Neko," kata Yuna sambil mengelus kepala Neko.
"Hehehe.." Sementara itu Alicia dan Tiaris yang melihat ekspresi Neko yang menggemaskan langsung ingin juga mengelus kepala Neko. Namun, Neko langsung bersembunyi di belakang Yuna saat mendapatkan perasaan buruk, sepertinya pengalaman di peluk oleh mereka berdua cukup membekas untuk Neko.
"Tiaris, tolong sembuhkan aku, yah," ucapku setelah mengambil item dari penaklukkan kelompok Goblin.
"Segera Rudeus, Heal." Tiaris mengunakan Skill penyembuhan kepadaku.
"Oke, makasih Tiaris," kataku setelah merasa tubuhku lebih baik sekarang.
"Ternyata Dungeon ini lebih mudah dari yang aku kira." Elwin berjalan mendekati Luna.
"Iya, mungkin karena level kita sekarang," balas Luna.
"Tapi kita tetap harus waspada nyan~." Neko mengatakan itu dengan pose keren yang justru membuatnya semakin imut.
Kemudian, setelah selesai mengumpulkan semua item di tempat ini, kami langsung pergi menuju lokasi Boss Monster lantai 2.
*Trang!
Sesaat suara keras menggema saat aku menahan serangan dari Boss Monster, aku termundur beberapa langkah setelah menerima serangan yang cukup kuat dari Boss Monster.
\=\=\=\=\=\=\=<>\=\=\=\=\=\=\=
Boss Monster : Goblin Warrior
Level : 35
Rank : C
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Elwin berteriak kepada lainnya, kemudian dia langsung berlari ke arah Goblin Warrior, "Rudeus! Mundur! Tiaris sembuhkan Rudeus!" Sementara itu, Alicia dan Neko menyerang dari jarak yang cukup aman.
__ADS_1
Goblin Warrior menghentakkan kakinya beberapa kali, sesaat sekumpulan Goblin muncul dari beberapa arah, Goblin Archer menyerang dari berbagai arah secara serentak. Namun, Luna menggunakan Sihir Pertahanan mencoba menghalau semua serangan yang ada.
"Mereka terlalu banyak nyan~!" Kata Neko yang mulai kewalahan menahan semua serangan Goblin yang mendekat.
"Bertahan! Tinggal sedikit lagi!" Elwin terus beradu serangan dengan Goblin Warrior. Terlihat mereka saling berimbang dalam kekuatan.
Aku berlari ke arah Goblin Warrior setelah memulihkan HP, Elwin langsung menghentikan serangannya dan mundur ketika jarak kami semakin menipis. "Elwin!"
"Auto Counter!"
*Trang!
Sesaat Goblin Warrior kehilangan keseimbangannya setelah menerima serangan kejut dari skill yang aku gunakan.
Aku berteriak setelah berhasil membuat celah untuk yang lainnya, "Sekarang!"
"Bagus Rudeus!" Elwin langsung tidak menyia-nyiakan peluang yang aku buat.
"Aura Blade!" Sesaat pedang Elwin di selimuti Aura berwarna kemerahan, Elwin mengangkat pedangnya setinggi mungkin dan menebas tubuh dari Goblin Warrior dengan sekuat tenaga.
Sesaat Goblin Warrior terjatuh dan berubah menjadi butiran Cahaya, melihat Boss mereka yang sudah tumbang, Goblin yang tersisa kehilangan semangat bertarungnya dan langsung melarikan diri.
"Akhirnya selesai" Ucap Tiaris lega yang dari tadi terus menerus menggunakan skill pendukung untuk yang lainnya.
"Hah.. capek nyan~." Sementara itu Neko mengistirahatkan dirinya yang terlihat cukup kelelahan melawan sekumpulan Goblin dalam jumlah besar.
Elwin mengelap keringatnya, kemudian dia memberikan arahan lebih lanjut setelah pertempuran melawan Goblin Warrior, "Oke semuanya, kita istirahat dulu di sini sebelum ke lantai 3"
Setelah aku pikir, sepertinya sikap Elwin memang akan jauh berubah kalau sedang dalam pertarungan.
Biasanya dia adalah orang yang suka bercanda. Tapi, saat di tengah pertarungan dia menjadi sosok pemimpin yang bisa memberi arahan kepada yang lainnya dengan baik, dia bisa bersikap tenang dalam kondisi genting dan dia juga mampu membaca situasi dengan cepat, dia orang yang sangat hebat sebagai ketua party ini.
"Tiaris, ini." Alicia memberikan beberapa Potion MP kepada Tiaris.
"Tinggal 1 lantai lagi," gumamku pelan, kemudian kami semua mulai mengambil item yang terjatuh dari monster.
"Ah, Elwin. Boleh?" Aku mengambil item pedang dari Goblin Warrior, aku menunjukkannya kepada Elwin karena dia yang mengalahkan Goblin Warrior.
"Tentu Rudeus, kamu bisa ambil itu."
"Sip." Aku kemudian duduk dan membuka menu Skill Blacksmith. Aku berencana membuat item baru dari material pedang Goblin Warrior.
\=\=\=\=\=\=\=<>\=\=\=\=\=\=\=
Apakah player yakin untuk membuat Sword dengan bahan berikut.
Persentase Pembuatan : 65%
Lama Pembuatan : 20 Menit
[ ] Ya
[ ] Tidak
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Ya."
"Lagi ngapain? Nyan~." Tiba-tiba saja Neko muncul dari belakangku, sepertinya dia cukup tertarik dengan yang aku lakukan.
"Aku sedang bikin peralatan, kedepannya musuh yang kita hadapi akan semakin kuat." Kelasku sambil melihat-lihat Inventori.
__ADS_1
"Aku perluh senjata yang lebih baik." setelah itu aku menunjukkan menu skill Blacksmith pada Neko.
"Woaahh.. Neko juga mau nyan~."
"Neko ingin Dagger untuk pertarungan jarak dekat nyan~." Neko mengeluarkan beberapa bahan kepadaku, aku hanya menanggapinya dengan senyum, kemudian aku mengelus kepala Neko pelan.
"Tentu," kataku sambil tersenyum.
Setelah itu Neko berjalan mendekati Luna dan Yuna dengan senang.
Sementara itu setelah menyimpan bahan dari Neko, aku mulai berbicara dengan Elwin tentang Lantai 3 bersama Luna.
"Kita beruntung punya Tiaris untuk menetralkan sebagian besar monster beracun di lantai ini."
"Tapi, kedepannya musuh yang kita hadapi akan lebih merepotkan," Kata Elwin sambil membuat api unggun dari kayu yang dia bawa dari luar.
"Benar, kedepan sebagian monster punya kemampuan untuk menyembunyikan diri." Luna mengucapkan itu sambil mengingat-ingat saat dia memasuki dungeon ini pertama kali.
"Hee.. jadi itu alasan kalian kalah waktu itu Luna," sahutku yang mulai mengeluarkan beberapa daging dan bumbu dari inventori yang aku miliki.
"Iya, tapi sekarang, aku yakin kita bisa menyelesaikan Dungeon ini."
\=\=\=\=\=\=\=<>\=\=\=\=\=\=\=
Selamat player memperoleh skill dari tindakan player.
Skill : Cooking - LV 1 (Beginner)
CD : -
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Ah!?"
"Ada apa Rudeus?" Ucap Alicia yang berada di sampingku.
"Ini, sepertinya aku dapat skill baru." Aku menunjukkan menu Skill yang baru saja aku dapatkan ke Alicia.
"Ah, benar."
"Kok bisa? Padahal aku juga melakukan hal yang sama," Kata Alicia yang agak penasaran.
"Entahlah." Aku rasa ini karena ras High Human yang aku pilih.
Sepertinya aku di permudah dalam mendapatkan Skill. Tapi, meskipun begitu tetap saja aku sulit untuk menaikkan Skill yang aku miliki.
Seperti Skill Auto Counter dan Decoy, padahal sudah sering aku gunakan dalam pertempuran tapi baru naik ke Level 2.
Tapi paling tidak itu masih naik Level dari pada tidak sama sekali.
"...."
"Hambar," keluh Tiaris.
"Mau bagai mana lagi, paling tidak ini bisa mengembalikan energi kita," ucap Alicia.
Setelah itu kami mulai menyantap makanan kami untuk beberapa saat kedepan, sesekali kami bercanda tentang beberapa hal untuk mengisi waktu istirahat kami.
Dan setelah kami selesai menyantap makanan. Kemudian kami mulai bersiap-siap untuk lantai berikutnya.
Aku tidak sabar untuk lantai berikutnya.
__ADS_1
TBC.