
Besok pagi, setelah aku membersihkan diri dan sarapan bersama keluargaku, aku langsung pergi ke kamarku melihat henphoneku, di sana tidak ada hal menarik selain Grub kelas yang selalu mengirim. Hal-hal konyol.
Aku melihat jam, sekarang baru jam 8 pagi, waktu pertemuan jam 10.
"Masih 2 jam."
Aku berpikir, apa yang perluh aku lakukan sekarang untuk mengisi waktu, tapi tidak banyak hal yang bisa aku lakukan selain main game atau baca komik, setelah berpikir aku rasa lebih baik aku main Rune of Neverland saja, aku mau jalan-jalan di kota.
\=\=\=\=\=\=\=<>\=\=\=\=\=\=\=
Player sudah terhubung.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Ah!"
"Eh?"
"Rudeus, kamu Log In juga, gak ada kerjaan, yah?"
"Hari libur, Elwin kamu juga masih sekolah?" Sesaat aku Log In. Aku langsung bertemu dengan Elwin di tengah kota Axel.
"Gak, aku sudah lulus tahun lalu."
"Ho.. Sekarang jadi nganggur, padahal bisa beli ras khusus. Astaga Elwin."
" Enak aja! Aku beli pakai uang sendiri, aku juga gak nganggur. Aku kuliah, hari ini kebetulan gak ada tugas, jadi aku bisa main"
"Jadi pakai uang kuliah? Astaga bukanya di pakai buat-"
"Sudah aku bilang aku pakai uangku sendiri tau! Aku juga Kerja sambilan jadi gojek!"
"Hehe.. iya-iya."
Setelah itu aku dan Elwin memutuskan berkeliling kota Axel sampai akhirnya kami pergi ke suatu Bar di kota Axel.
"Akh.. lagi-lagi kalah!" Ucap Elwin yang dari tadi kalah dalam bermain Poker di Bar.
"Hehe.. kau cukup baik anak muda, tapi kau masih terlalu dini untuk melawanku," kata seseorang kakek NPC yang jadi lawan dari Elwin.
"Sialan! Dari tadi kartuku jelek Mulu!"
"Sudahlah Elwin, kau gak akan menang, lagi pula Coinmu bisa habis." Sejak dari tadi aku sudah mengingatkan Elwin yang sepertinya sudah mulai hanyut ke arah yang salah.
"Sekali lagi! Aku akan pertaruhkan 100 Coin Perak ku! Ini semuanya yang aku miliki! Kalau aku memang aku mau semua Coinku kembali!" Tegas Elwin. Astaga aku punya firasat buruk.
"Tekat yang bagus anak muda, baik! Aku akan memberikan semuanya juga jika kau menang," Balas kakek itu dengan percaya diri.
Ketika kartu selesai di bagikan wajah Elwin terlihat tersenyum puas dengan kartu yang dia dapatkan.
"Akhirnya! Liat saja kali ini aku pasti akan menang!" Kata Elwin percaya diri. Sepertinya kali ini Elwin memang mendapat kartu yang lebih baik dari sebelumnya.
Namun, beberapa menit setelah itu.
*Bruk!!!
"Kalah lagi!!!"
"Bwahahahahaha!!!"
"Bagaimana mungkin!"
Setelah itu kami berdua pergi keluar, Elwin benar-benar terlihat lesu setelah kalah beruntun di tambah lagi dia kehilangan semua Coinnya.
"Sudahlah Elwin, lain kali jangan ikut permainan seperti itu."
"Itu kebiasaan buruk." kami berjalan menyelusuri kota Axel.
"Hah.. padahal tadi aku dapat kartu bagus," gumam Elwin.
"Udahlah.. Elwin masih aja, kita ke Asosiasi Petualang aja, udah jam setengah 10. Mungkin ada yang sudah datang"
"Yah..." Balas Elwin lesu.
"...."
"Eh, Cukk! Dari tadi aku udah diam. Yah," Ucapku Geram.
"Kalah poker aja, galau!" Lanjutku yang dari tadi nahan kesal karena sikap Elwin yang terlalu berlebihan.
__ADS_1
"Santai aja, anjirr!" Elwin membalas ucapanku dengan nada tinggi.
"Ngajak gelut, kah!?" Aku mengeluarkan Senjataku dari Inventori.
"Tampar, nah! Dapat duit aku!"
"...."
"...."
Sesaat kami berdua diam.
"Hahahaha.. malah ngelawak anjirr"
"Hahahaha.."
Setelah tertawa untuk beberapa saat, kami berdua pergi menuju Asosiasi Petualang, sesaat kami memasuki Asosiasi Petualang. Disana kami di sambut oleh Tiaris dan Alicia yang sudah duduk di salah satu meja.
"Elwin! Rudeus! Sini!" Sapa Tiaris sambil melambaikan tangannya seperti biasa dia cukup bersemangat.
"Udah lama?" Kata Elwin sambil duduk di salah satu meja.
"Gak juga, iya kan Alicia?"
"Iya."
"Hari ini Minggu jadi banyak yang libur, sih," kataku.
Kami kemudian bicara hal lainya. Mencoba menghabiskan waktu, menunggu yang lainnya datang.
"Hee.. jadi Rudeus beneran bisa ngambil Skill Blacksmith?" Tiaris cukup terkejut, soalnya yang dia tahu Tank tidak bisa memiliki Skill dari job Crafter.
"Iya, nanti kalau ada bahan yang mau kalian bikin. Mungkin aku bisa bantu, tapi gak akan terlalu mulus, bisa aja gagal. Aku masih level 1, sih," sahutku kepada lainnya sambil menunjukkan skill Blacksmithku.
"Emang, job Tank bisa belajar dari job lain?" Tanya Elwin penasaran sementara itu aku bisa liat Alicia juga cukup tertarik dengan ini.
"Sebenarnya ini karena ras yang aku pilih, aku bukan job tank juga, sih."
"Serius? Jadi Rudeus bisa belajar skill dari job lain?, Nah. Coba pelajari skillku yang ini." Elwin membuka setatusnya.
"Skill ini aku dapat karena ras yang aku punya, tapi cuma bisa di pakai oleh job tank, sedangkan aku Swordman, jadi agak gak berguna untukku."
\=\=\=\=\=\=\=<>\=\=\=\=\=\=\=
Skill : Auto Counter LV 1 (Beginner)
CD : 5 menit
[ ] Terima
[ ] Tidak
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
\=\=\=\=\=\=\=<>\=\=\=\=\=\=\=
Auto Counter : Setelah Player menerima kerusakan Player akan mengembalikan kerusakan yang di terima sebesar 30%. Akan meningkat seiring kenaikan penguasaan Skill.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Yakin, nih?"
"Iyalah, ini berguna untuk job tank, jadi
Kamu bisa menyerang balik."
"Ya udah." Aku mendapatkan skill baru dari Elwin.
"Beneran bisa?" Kata Tiaris penasaran.
"Iya, nih." Aku menunjukkan Skill yang Elwin berikan tadi.
"Wah.. keren."
Sesaat terlihat Luna memasuki Asosiasi Petualang bersama dua temannya namun ada yang menarik dengan teman Luna yang pengguna panah.
"Maaf telat," kata Luna setelah berjalan mendekati meja kami.
"Gak papa," balas Alicia singkat namun jelas Alicia tertarik dengan satu hal.
__ADS_1
"Halo Nyan~, aku teman Luna-Nyan. namaku Neko. Nyan~."
"Kyaaa... Dia bilang Nyan~. Alicia Liat! Imut banget!" Sontak Tiaris tidak bisa menahan diri untuk memeluk teman Luna yang merupakan Ras Miqo'Te yaitu salah satu ras setengah kucing yang bisa di pilih oleh pemain saat awal Game.
"Hum~ hum~." Alicia menganggukkan kepalanya terlihat dia juga cukup Antusias untuk menyentuh Neko.
"Apa-apaan ini, nyan~ lepasin! Luna-nyan lakukan sesuatu, nyan~," ucap Neko panik namun Luna hanya bisa menggelengkan kepala.
"Sudahlah Neko terima aja kamu itu imut, nanti juga mereka lepasin sendiri," kata salah satu teman Alicia yang lain.
"mu-mustahil, nyan~."
Terlihat dari penampilan sepertinya dia juga merupakan ras Elf, aku bisa melihat jelas kedua pedang kembar yang berada di pinggangnya.
"Haha.. maaf, yang kucing itu namanya Neko, kenalin juga ini Yuna," ucap Luna memperkenalkan Yuna yang ada di sampingnya dan Neko yang masih kesulitan dengan situasinya sekarang.
"Aku Yuna," kata Yuna memperkenalkan diri ke lainnya.
"Rudeus."
"Elwin."
"Ah, iya! Aku Tiaris." kata Tiaris yang kini masih fokus dengan Neko.
"Alicia."
"Leon belum datang?" Tanya Luna yang kemudian mulai mengirim tawaran untuk party.
"Katanya dia sibuk hari ini, ada tugas kuliah," ucap Elwin.
"Kalian satu universitas?" Kataku kepada Elwin.
"Iya, dengan Tiaris juga." Elwin menjawab pertanyaanku sambil mengatakan bahwa Tiaris juga ternyata anak kuliahan.
"Hoo..." Balasku agak terkejut, aku kira Tiaris lebih muda dariku karena sikapnya dan suaranya juga tentunya.
\=\=\=\=\=\=\=<< Party>>\=\=\=\=\=\=\=
[1] - Elwin : Lv28 [Exp 34,67%]
[2] - Luna : Lv26 [Exp 67,55%]
[3] - Tiaris : Lv25 [Exp 12,60%]
[4] - Alicia : Lv25 [Exp 06,20%]
[5] - Yuna : Lv24 [Exp 98,67]
[6] - Neko : LV24 [Exp 90,00]
[7] - Rudeus : Lv19 [Exp 54,40%]
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Hah.. levelku yang paling rendah, padahal aku nanti jadi Tank," gumamku.
"Tenang aja Rudeus. Ada aku di sini. Nanti aku akan spam skill support."
Setelah kami menerima tawaran party, kami langsung memutuskan untuk pergi ke Dungeon Rank D.
"Jadi ini?" Ucap Elwin, kini kami berada di depan sebuah goa besar yang berada di luar dari Kota Axel.
"Iya, kalian belum pernah masuk Dungeon-kan sebelumnya?" Tanya Luna yang kemudian kami balas dengan gelengan.
"Jadi gini Dungeon ini--"
Luna menjelaskan tentang Dungeon ini, jadi Dungeon Rank D ini terdiri dari 3 lantai, di mana setiap bagian akhir dari lantai akan terdapat Boss yang harus di kalahkan untuk melanjutkan ke lantai berikutnya.
Luna pernah memasuki Dungeon ini sampai lantai 3 dengan kedua teman lainnya namun tidak sampai Boss terkahir karena terbunuh oleh monster yang ada di lantai 3.
Dia juga menjelaskan beberapa monster dengan kekuatan yang ada di setiap lantainya.
Pada lantai pertama kami akan berhadapan dengan monster di Level 10-20. Ini akan sangat mudah untuk menyelesaikan lantai satu dengan kemampuan kami sekarang.
Lantai dua monster yang akan kami lawan sekitar level 21-30 dan beberapa monster bisa memberikan status racun kepada player. Namun, ini tidak akan terlalu berpengaruh dengan adanya Tiaris di sini.
Sedangkan untuk lantai ke tiga. Luna tidak bisa menjelaskan lebih lanjut Karena Level yang ada di sana jelas di atas Level 31 ke atas.
"Semua sudah siapkan?" Kata Elwin yang saat ini mengeluarkan pedangnya dia berdiri tepat di belakangku yang juga sudah bersiap sebagai Tank.
__ADS_1
"Kalau begitu ayo kita taklukkan Dungeon ini!"
TBC.