
\=\=\=\=\=\=\=<< Party>>\=\=\=\=\=\=\=
[1] - Elwin : Lv42 [Exp 24,67%]
[2] - Luna : Lv40 [Exp 57,55%]
[3] - Tiaris : Lv39 [Exp 32,60%]
[4] - Alicia : Lv39 [Exp 16,20%]
[5] - Yuna : Lv38 [Exp 88,67]
[6] - Neko : LV37 [Exp 80,50]
[7] - Rudeus : Lv35 [Exp 74,40%]
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
*Roarrr!!!
"Tiaris awas! Auto Counter!" Saat ini kami sedang melawan salah satu monster yang cukup kuat. Monster ini memiliki kecepatan dan kekuatan yang setara membuatnya cukup sulit untuk di taklukkan, terutama karena dia cukup pintar untuk menyerang Support kami lebih dulu.
\=\=\=\=\=\=\=<>\=\=\=\=\=\=\=
Monster : Minotaur
Level : 40
Rank : C
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
*Brukk!!!
"Akh!" Aku terpental cukup jauh karena kekuatan dari pukulan senjata Minotaur.
"Rudeus!" Elwin berlari ke arah Minotaur dengan kecepatan penuh dan beradu kekuatan dengan Minotaur.
"Tiaris! Tolong, yah!"
"Baik." Tiaris kemudian menggunakan skill pendukungnya kepada yang lain sedangkan aku mulai meminum Potion HP.
Setelah aku cukup beristirahat aku kembali ke posisi depan membantu Elwin yang masih beradu imbang dengan Minotaur.
"Kau gak papa Rudeus?" Elwin bertanya saat aku berada di sampingnya.
"Tenang, tadi itu bukan apa-apa," balasku yang kemudian menahan beberapa serangan dari Minotaur.
"Dari pada itu, gimana Yuna?" Tanyaku.
"Sebentar lagi." Elwin membalas pertanyaan sambil tetap berfokus menyerang Minotaur.
"Bagus." Aku semakin mengeratkan kedua genggamku saat Minotaur melakukan serangan membabi buta.
Saat ini Yuna masih berkonsentrasi untuk menggunakan salah satu skill terkuatnya. Namun, dia harus menunggu beberapa saat sebelum dia bisa melepaskan serangan AOE yang sangat kuat.
Sampai saat itu tiba, kami masih harus melawan sekumpulan monster yang dari tadi mengepung kami.
\=\=\=\=\=\=\=<>\=\=\=\=\=\=\=
Monster : Chimera
Level : 38
Rank : C
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Selain Minotaur masih ada sekumpulan Chimera yang mencoba menyerang kami dari berbagai arah.
*Brukk!!!
"Akh..!"
"Ukh.!"
Lagi-lagi kami berdua terlempar karena serangan dari Minotaur.
"Elwin! Rudeus!" Minotaur ternyata memang monster yang cukup merepotkan dengan semua kelebihan yang dia miliki, bahkan dengan kami berdua mendesaknya kami masih bisa kewalahan seperti ini.
"Selesai!" Yuna mengangkat kedua pedangnya yang kini mengeluarkan Aura kebiruan.
"Semuanya! Mundur!" Sesaat setelah mengatakan itu tubuh Yuna juga kini mulai terselimuti oleh aura yang di keluarkan oleh pedangnya.
Aura yang menyelimuti tubuh Yuna mulai mengeluarkan percikan listrik yang sangat kuat.
"Thunder Sword!!!" Yuna mengayunkan kedua pedangnya sekuat tenaga dan dengan cepat melepaskan serangan kuat yang langsung menyapu bersih semua monster di lewati oleh serangan dari Yuna.
\=\=\=\=\=\=\=<>\=\=\=\=\=\=\=
Thunder Sword : Sesaat sebelum melakukan serangan Player akan meningkatkan Atk sebesar 50% dan melepaskan serangan jarak menengah sebesar 380% kepada Lawan.
CD akan berkurang dan DMG akan meningkat seiring penguasaan dari Skill.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Uhuk.. uhuk.. berhasil?" Ucapku yang terbatuk karena debu yang tercipta dari serangan Yuna tadi.
"Sepertinya begitu," balas Elwin yang berada tepat di sampingku.
__ADS_1
"Sepertinya tadi adalah monster terkahir di Lantai 3," Alicia berkata begitu sambil membantuku untuk berdiri.
"Mudahan saja, karena jika tidak, kita akan dalam situasi buruk sekarang."
"Ukh.." Elwin mencoba bangun, terlihat sepertinya dia juga mengalami kerusakan cukup parah.
"Tiaris Potion MP yang kamu punya tinggal berapa?" Tanya Elwin setelah merasa cukup baikkan.
"Sekitar 3, tadi aku cukup banyak menggunakan Potion," balas Tiaris singkat, dia kemudian fokus menggunakan sihir penyembuh untuk yang lainnya.
"Begitu." Elwin kemudian meminta Tiaris untuk menyembuhkannya.
"Menurutmu gimana Elwin?"
"Entahlah Rudeus"
Setelah pertarungan yang cukup sulit akhirnya kami memutuskan untuk beristirahat, memulihkan sedikit HP dan MP kami yang sudah cukup terkuras banyak.
Lantai 3 benar-benar sangat sulit, beberapa Chimera memiliki kemampuan kamuflase membuatnya sulit di lawan. Namun, kami cukup beruntung memiliki Alicia dan Neko yang bisa mendeteksi keberadaan mereka.
Akan tetapi itu tetap saja sulit dengan adanya Minotaur yang bisa mengimbangi Elwin dan aku dalam serangan dan pertahanan.
Setelah ini Yuna tidak bisa lagi menggunakan Skill Thunder Sword yang dia punya, karena CD yang cukup lama.
Entah seperti apa pertarungan berikutnya, akan tetapi kami pasti akan melakukannya.
Sementara itu, Tiaris cukup kerepotan untuk memulihkan kami semua dengan MP yang dia miliki sekarang.
Kami semua memutuskan untuk memberikan beberapa Potion MP ke Tiaris, karena dia akan berperan lebih banyak lagi untuk mendukung kami dari belakang.
Setelah beristirahat cukup lama kami kembali melanjutkan perjalanan sampai akhirnya kami tiba ke sebuah Pintu besar yang sepertinya menjadi ujung dari penjelajahan kami sekarang.
"Di dalam sini adalah pertempuran terkahir kita." Elwin berkata dan menatap kami semua, dia mengepalkan tangannya dengan semangat dan tersenyum.
"Ya, apapun yang di dalam kita pasti bisa," balasku.
Aku dan Elwin menyentuh Pintu di depan kami dan mulai membukanya berlahan, suara bergema, udara dingin menusuk tubuh kami yang sesaat membuat bulu kuduk kami berdiri.
Di luar perkiraan kami ruangan di dalam ternyata sangat besar dan terdapat cahaya dari atas membuat seluruh isi ruangan ini terlihat dengan jelas.
Kami cukup terkagum dengan ruangan ini, namun sesaat kami membulatkan mata kami dengan apa yang ada di depan kami.
"Mu-Mustahil" Gumamku pelan.
\=\=\=\=\=\=\=<>\=\=\=\=\=\=\=
Last Boss : Yamata-no-Orochi
Level : 45
Rank : C
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Elwin! Kau yakin itu masih di Rank C!" Aku mengatakan itu sambil menunjuk ke arah ular yang sangat besar.
"Haha.. Tenangkan sedikit suaramu Rudeus," balas Elwin yang kemudian memasang posisi menyerangnya.
"Karena, dia sepertinya terbangun." sesaat Elwin mengatakan itu Monster dengan nama Orochi itu menatap kami dengan tajam.
Seperti namanya Orochi merupakan Monster ular dengan delapan kepala dan memiliki ukuran yang sangat besar, monster ini memiliki kekuatan dan kecepatan yang sangat mengerikan serta racun yang bisa melumpuhkan lawannya.
Memikirkan ini sebagai lawan terkahir kami membuat ini sangat buruk.
"Dia datang nyan~!"
"Decoy! Auto Counter!"
\=\=\=\=\=\=\=<>\=\=\=\=\=\=\=
Selamat player memperoleh skill dari tindakan player.
Skill Pasif : Fast Skill LV 1 (Beginner)
CD : -
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
\=\=\=\=\=\=\=<>\=\=\=\=\=\=\=
Fast Skill : Kini player dapat menggunakan Skill secara beruntun dalam satu waktu.
Jumblah skill yang bisa langsung di pakai dalam waktu bersamaan akan bertambah seiring penguasaan Skill Pasif.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
'Skill baru?' Sesaat aku terkejut dengan pemberitahuan dari jendela sistem.
*Brukk!!!
"Akh..!!!" Kuat, sangat kuat, aku sama sekali tidak bisa menahan serangannya.
Namun, aku cukup beruntung dengan Skill Auto Counter karena Monster itu akan menerima damage Sebentar 30% juga dari serangan yang aku terima.
Sesaat Monster itu terlihat kesal karena kerusakan yang dia terima.
"Tiaris!" Elwin dan Yuna berpencar ke dua arah untuk memecah pandangan dari Orochi.
Sementara itu dengan cepat Tiaris menyembuhkanku dengan skillnya dan langsung menggunakan Skill Buff ke semuanya, Alicia dan Neko terus menyerang dari jarak yang aman.
__ADS_1
Luna juga tidak mau kalah dari yang lain, dia menggunakan Skill kutukan kepada Orochi mencoba memperlambat pergerakannya meski Orochi masih bisa bergerak dengan cepat seakan tidak terpengaruh dengan debuff yang Luna berikan.
Aku bangun dan kemudian mencoba membantu Elwin dan Yuna yang semakin terdesak karena kekuatan dari Orochi yang terlalu besar.
"Aura Blade!"
*Trang!
Pedang Elwin mengeluarkan percikan saat bersentuhan dengan sisik ular dari Orochi.
Seperti sebelumnya aku menarik perhatian dari Orochi dengan Skill Decoy, sementara itu Yuna dan Elwin akan berusaha memberikan kerusakan sebanyak mungkin.
Pertarungan berlangsung lebih dari setengah jam, kami sudah mulai kelelahan dan Orochi terlihat cukup banyak mendapatkan luka, namun itu tidak membuatnya kehilangan kecepatan dari serangannya.
"Hah.. hah.. kuat dia.. sangat kuat." Elwin berkata dengan napas berat karena kelelahan.
Kami sudah mulai kehabisan cara untuk mengalahkan Orochi, sedangkan sekarang Pontion MP dan HP yang kami miliki hampir tidak tersisa.
Dalam keadaan terdesak ini akhirnya aku berpikir satu hal, tapi aku tidak yakin untuk melakukan ini.
"Yuna! Ada hal yang aku ingin aku lakukan." Aku mendekati Yuna yang masih berada dalam posisi bertarung.
"Ada apa Rudeus?" Tanya Yuna, Elwin juga mendekati kami dan aku mulai membicarakan ide yang aku pikirkan sekarang.
"Bagaimana?"
"Hum, kita bisa gunakan cara itu," kata Elwin yang juga berpikir mungkin cara ini bisa.
"Tapi bagaimana denganmu Yuna, kamu yakin gak masalah?" Aku kembali bertanya ke Yuna karena rencana ini sangat berpengaruh dengan Yuna.
"Baik, aku percayakan denganmu Rudeus." Setelah mengatakan itu kami memulai rencananya, aku mundur ke belakang mendekati Tiaris.
"Tiaris, aku perluh bantuanmu sekarang." Aku mengatakan itu sambil mulai meminum semua Potion MP yang aku miliki sekarang.
Sementara itu Elwin dan Yuna kembali beradu kekuatan dengan Orochi mencoba mengulur waktu sebanyak mungkin meskipun mereka sangat kesulitan.
"Hah... " Aku menghela napasku pelan sedangkan Tiaris yang berada di belakangku terus memusatkan semua skill pendukungnya untuk membantu.
"Serangan kita sama sekali tidak berpengaruh nyan~" keluh Neko yang merasa serangannya sama sekali tidak berpengaruh dengan Orochi.
"Ukh! Jangan berhenti! Kita pasti bisa mengalahkan Monster ini!" Teriak Elwin yang terus mengayunkan pedangnya sekuat tenaga.
Orochi terus menyerang balik Elwin dan Yuna membuat mereka kehabisan HP dengan cepat, namun mereka berdua tidak kehilangan semangatnya dan terus mengayunkan pedangnya ke arah Orochi.
"Selesai!" Teriakku dengan keras agar bisa terdengar oleh semuanya, sesaat Elwin dan Yuna langsung menjaga jarak dengan Orochi.
Aku membuka Inventori dan mengambil senjata yang sejak tadi aku simpan.
"Iron Warrior Goblin Sword Rank C," gumamku setelah menyimpan Shield dan pedangku sebelumnya.
Aku mengangkat pedangku yang mulai bercahaya kebiruan dan menyelimuti seluruh tubuhku.
Elwin dan Yuna terus mundur menggiring Orochi mendekatiku yang sudah siap dengan Skill terkuatku sekarang.
Saat jarak kami mulai mendekat Elwin dan Yuna berpencar ke Dua arah membuat Orochi hanya menatapku.
"Decoy!" Aku menggunakan Skill yang membuat Orochi semakin memfokuskan arahnya kepadaku.
Aura biru kini menutupiku dengan sempurna, percikan listrik menyambar ke segala arah dan sementara itu Tiaris menggunakan semua mananya ke Skill pendukung untuk melipat gandakan serangnku ini.
"Rasakan ini!"
"Thunder Sword!!!" Aku mengayunkan seluruh kekuatanku kedalam satu tebasan, sesaat seluruh area tertutup oleh cahaya.
Semua bergetar hebat dengan sebuah tebasan dari Skill yang aku gunakan, tubuhku terpental karena tekanan udara yang membuatku terlempar beberapa meter.
Seiring cahaya menghilang terlihat jelas bekas tebasan Dari serangan itu, Monster Orochi menghantam dinding dengan keras dan mulai berubah menjadi butiran Cahaya.
Semuanya hening sampai Sesaat semuanya mulai tersadar dengan apa yang terjadi.
"Berhasil!!!"
"Aku tidak percaya ini berhasil Rudeus!" Elwin mendekatiku dan membantuku berdiri.
"Ukh.. Akhirnya selesai," ucapku yang juga sedikit menerima dampak dari serangan yang aku gunakan.
"Kita berhasil nyan~"
Yuna tersenyum ke arahku, "Kamu berhasil Rudeus."
"Ini juga karena kalian semua jika tidak aku mana mungkin bisa," balasku sambil tersenyum juga.
Benar aku menggunakan Skill terkuat dari Yuna, karena ras yang aku pilih aku memiliki kemampuan untuk menggunakan semua skill, akan tetapi ini tidak akan bisa berjalan jika Yuna tidak membiarkan aku mendapatkan Skillnya.
\=\=\=\=\=\=\=<>\=\=\=\=\=\=\=
Selamat Party berhasil menyelesaikan Dungeon Rank D!
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Sesaat sebuah jendela informasi muncul dengan ini kami benar-benar berhasil menyelesaikan Dungeon ini.
Semua mulai bersorak atas keberhasilan kami, setelah penjelajahan kami yang cukup sulit ini.
"Semuanya! Satu! Dua! Tiga!"
"Berhasil!!!" Teriak kami serentak atas keberhasilan kami menaklukkan Dungeon ini.
TBC.
__ADS_1