
"Assalamualaikum," ucapku ketika membuka pintu rumahku dan menaruh sepatuku ke tempatnya.
"Wallaikumsallam, kenapa kak? kok Lesu, kena hukuman lagi?" Balas adikku Rika dari dapur, sepertinya dia menyiapkan makanan untuk sore.
"Yah.. gitu,deh."
Ini hal biasa di rumahku. Sejak kecil Rika memang suka membantu ibuku memasak jadi dia cukup mahir ketimbang aku yang cuma punya bakat makan.
Rika dan aku berbeda usia 2 tahun jadi saat ini dia 13 tahun. Berbeda denganku Rika siswi pintar di Sekolah, Rajin, Baik dan Bagian dari OSIS Sekolah.
Gambaran Siswi yang sempurna jika saja dia tidak punya sifat Brocon, aku merasa bersalah mendekatkan dia dengan Game Eroge dari sepupuku.
Sudahlah yang sudah terjadi biarlah, setelah itu aku ke kamar mengambil baju ganti dan mandi.
\=\=\=\=\=\=\=<>\=\=\=\=\=\=\=
Player sudah terhubung.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Aku kembali membuka game Rune of Neverland setelah makan bersama Rika.
Aku berjalan ke depan Asosiasi Petualang. Di sana aku melihat Elwin dan Alicia serta 2 orang tambahan dari Elwin.
Aku mengaktifkan voice setelah menerima undangan party dari Elwin.
"Sory telat."
"Gak kami juga baru datang. nih, Kenalin dia Tiaris yang satunya Leon," kata Elwin memperkenalkan kedua teman lainnya.
Tiaris merupakan player ras Human. Berbeda dengan ras High Human yang memiliki kemampuan untuk menggunakan skill setiap job meskipun akan di persulit dalam kenaikkan level, ras Human hanya bisa memiliki satu job namun memiliki kelebihan dalam kecepatan untuk menguasai job.
Tiaris memilih job Priest, dia menguasai
Skill Support Buff, purify dan Regenerasi HP/MP, Tiaris akan sangat berperan nanti dalam misi penaklukkan.
Sedangkan Leon adalah seorang player dengan ras Half Beastman, ras khusus manusia yang memiliki kemampuan untuk berubah bentuk menjadi Beastman Singa. Membuatnya bisa meningkatkan kemampuan stat karakternya secara drastis untuk beberapa saat. Namun tidak menghilangkan kemampuan dasar ras Human dalam mempelajari kemampuan dengan cepat.
Leon memiliki Job Sword Man, dengan kemampuan alami dari ras Half Beastman. Leon bisa meningkatkan serangannya secara drastis dalam waktu singkat, ini akan membantu Elwin dalam serangan jarak dekat.
"Tiaris."
"Leon."
"Ah.. iya, Rudeus."
Setelah bicara singkat kami membentuk party lima orang dan mengambil Quest penaklukkan kelompok Silver Wolf di dalam hutan di dekat kota Axel.
\=\=\=\=\=\=\=<>\=\=\=\=\=\=\=
Akhir-akhir ini sekelompok serigala sering menyerang peternakan di dekat kota Axel, membuat warga desa cemas karena kehilangan hewan ternaknya. Apakah kalian ingin membantu desa itu?
Misi : Penaklukan kelompok Silver Wolf.
Hadiah : Setiap gigi serigala sebagai bukti penaklukan akan di hargai 5 Coin Silver.
[ ] Terima
[ ] Tidak
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
\=\=\=\=\=\=\=<< Party>>\=\=\=\=\=\=\=
[1] - Elwin : Lv14 [Exp 34,67%]
[2] - Leon : Lv13 [Exp 67,55%]
[3] - Tiaris : Lv13 [Exp 12,60%]
[4] - Alicia : Lv13 [Exp 06,20%]
__ADS_1
[5] - Rudeus : Lv11 [Exp 64,40%]
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Setelah melihat party. Kami pergi ke kios terlebih dahulu untuk membeli keperluhan, hari ini kami akan putuskan melakukan leveling di hutan selain mengerjakan Quest dari Asosiasi Petualang.
\=\=\=\=\=\=\=<>\=\=\=\=\=\=\=
Monster : Silver Wolf
Level : 10-20
Rank : D
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Decoy!" Aku menggunakan skill untuk menarik perhatian beberapa Serigala.
"Wave Slash!" Kemudian Elwin atau Leon akan menggunakan Skill AOE bergantian ke kelompok serigala untuk memberikan status Stun singkat, kemudian Alicia Akan melakukan serang cepat dari jauh untuk menghabisi serigala.
Sedangkan Tiaris akan tetap bersiaga di belakang memberikan Skill Buff ke aku untuk mengurangi damage yang aku terima.
Kami melakukan hal ini terus menerus selama beberapa jam sampai kami rasa sudah cukup untuk berburu serigala.
Hari yang cukup lama untuk berburu, kami mendapatkan berbagai item mentah seperti kuku, daging, bulu dan gigi serigala.
Kami menyerahkan semua gigi serigala untuk misi dan masing-masing dari kami mendapatkan 120 Coin.
Sedangkan untuk kuku, daging, dan bulu akan di bagi rata sebagai tambahan dari misi kali ini.
Mereka langsung menjual semua item dari serigala kecuali aku. Karena aku ingin mempelajari skill job Crafter untuk mengelolahnya menjadi Equipment.
Selama perburuan aku cukup menikmatinya dengan sesekali bercanda, ternyata Leon dan Tiaris sangat mudah untuk di dekati. Mereka juga memberiku petunjuk untuk mendapatkan skill Crafter dari NPC Blacksmith yang ada di kota Axel.
"Belajar skill Crafter? Kau bilang ingin membuat senjatamu sendiri?" Ucap seorang kakek-kakek dari salah satu kios senjata.
Setelah kami melakukan misi kelompok. Mereka yang lain memutuskan untuk melakukan misi lainnya, sedangkan aku berpikir lebih baik secepatnya mendapatkan skill Crafter jadi aku bisa langsung mengelolanya menjadi Equipment.
"Tapi, aku tetap tidak akan menurunkan kemampuanku dengan mudah. Apa kau yakin ingin melakukannya?" Aku sudah menduga ini akan menjadi Quest NPC, sudah sewajarnya mendapatkan Skill melalui Quest dari NPC di dalam sebuah Game.
\=\=\=\=\=\=\=<>\=\=\=\=\=\=\=
Seorang kakek tua ingin kamu mengumpulkan material untuk bahannya yang kurang dalam pembuatan perlengkapan. Apa kamu ingin membantunya?
Misi : Mengumpulkan 50 Ore dan 30 Iron Ore di pertambangan di luar kota Axel.
Hadiah : Skill Blacksmith LV 1 (beginner)
[ ] Terima
[ ] Tidak
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Sip, otw jalan."
"Tunggu dulu bocah." sesaat aku baru mau keluar dari kios NPC itu menahanku untuk keluar.
"Kau tahu tempatnya?"
"Ah, iya juga."
"Dasar, ini tempatnya dan jangan lupa untuk beli paling tidak satu item di sini."
"Makasih. Eh, beli?"
"Kau sudah di kasih petunjuk paling tidak berikan sedikit uangmu pada kakek tua ini, dasar."
"..." Setelah aku mengalami adegan pemaksaan terhadap konsumen. Aku langsung berangkat ke tempat yang di tunjukkan oleh NPC kakek itu.
Di sana aku melihat sebuah goa tambang yang tidak jauh dari kota, ada beberapa player lain yang melakukan misi berkelompok maupun Individu.
__ADS_1
Meskipun ini berada di luar kota. Tapi, daerah di sini tidak muncul monster apapun, sepertinya daerah sekitar sini tidak di huni oleh monster seperti Padang Rumput dan Hutan.
Aku langsung pergi ketempat untuk mengumpulkan Ore dan Iron Ore.
"Fyuuhh.. ini akan memakan waktu yang lama." Aku me-Setting karakter Rudeus untuk farming secara auto di tambang mengingat daerah tambang tidak ada monster, lagi pula semua palyer di sini juga melakukan hal yang sama.
Setelah itu aku memasang Charger handphoneku dan meninggalkannya di dalam kamar.
Aku turun ke bawah dari lantai kamarku yang berada di lantai 2, sesaat malam ini turun hujan dan cukup lebat, di ruang depan ayah dan ibuku sedang menonton televisi, seperti biasa acara sinetron atau berita yang terjadi akhir-akhir ini.
Aku tidak terlalu peduli dengan acara di TV yang entah kenapa akhir-akhir ini semakin membosankan. Jadi aku memutuskan ingin meminjam Tablet dari kamar adikku.
*Tok tok tok..
Aku membuka pintu adikku karena aku rasa dia ada di dalam, lagi pula aku sudah mengetuk.
"Rika bisa aku-"
[Ah.. Kakak! Jangan di sana! A-aku~]
"Maaf."
*Blam!
Sontak aku menutup pintu kamar adikku saat aku melihat apa yang ada di layar dari PC adikku, aku sedikit memijat keningku.
Entah sejak kapan adikku bisa-bisanya memainkan game seperti itu Tampa
Headset.
"Akh.. pikiranku!"
"Ada apa kak?" Rika membuka pintu kamarnya dengan wajah polos seakan tidak ada apa-apa.
"Ah, itu. Aku mau pinjam Tabletmu."
"Owh, bentar." Rika kembali menutup pintu kamar dan kembali sambil membawa sebuah Tablet berwarna hitam.
"Ini."
"Makasih."
"Oh iya, kakak gak mau pinjam game ku seka-"
Sontak aku langsung memotong ucapan Rika, "Hahaha.. mungkin nanti, pinjam bentar yah."
Aku langsung turun ke bawah ke arah dapur, aku mengambil segelas air putih dan duduk di meja, aku ingin mencari Info lain tentang Game Rune of Neverland.
*Klik
[Ah~ kak! Ini.. keluarkan kak! Aku ingin kakak~]
*Klik..! klik..! klik..!!!
'Adek sialan!' jelas aku langsung panik. sontak aku mengecilkan suara dari Tablet sialan itu.
"Hah.. Seberapa parah, sih. Kecanduan dia dengan Game Eroge," ucapku.
"Ya, seberapa parah kecanduanmu terhadap Game sampai membayangkan adikmu seperti itu?" Sesaat butiran keringat dingin muncul dari keningku.
Aku menoleh ke arah suara itu, di sana aku melihat ayahku yang sepertinya sudah salah paham.
"A-ayah ini gak seperti yang ayah pikirkan, kok."
"Ini Rika yang-"
"Menarik, sini ayah dengerin penjelasan kamu."
"Hah.. sial."
TBC.
__ADS_1