
*Dor! Dor! Dor!
"Hati-hati!" Sesaat tubuhku terhempas saat menahan salah satu serangan dari Monster.
*Bruk!
"Kau tidak apa-apa Rudeus!?" Luna mendekatiku sambil membalas serangan boss monster menggunakan salah satu sihir jarak jauh.
\=\=\=\=\=\=\=<>\=\=\=\=\=\=\=
Boss Monster : Captain Crocodile
Level : 80
Rank : B
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Saat ini kami berada di akhir lantai 3 dan di depan kami merupakan Boss Monster di lantai ini, Captain Crocodile merupakan Monster setengah manusia yang berbentuk buaya, dia berpenampilan seperti kapten bajak laut dengan dua buah senjata senapan di kedua tangannya.
Sebenarnya Boss monster ini tidak terlalu memiliki kecepatan karena bentuknya. Namun, kedua senjata yang dia miliki memiliki daya hancur yang sangat besar, Kami juga cukup kualahan dengan monster bawahannya yang memiliki jumlah yang luar biasa banyak.
\=\=\=\=\=\=\=<>\=\=\=\=\=\=\=
Mosnter : Crocko
Level : LV 65
Rank : B
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
\=\=\=\=\=\=\=<>\=\=\=\=\=\=\=
Monster : Tank Goldric
Level : LV 75
Rank : B
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Kedua monster ini datang dalam jumlah besar, Crocko merupakan Monster yang satu jenis dengan Captain Crocodile yang merupakan bentuk sebelumnya, sedangkan Tank Goldric monster yang berbentuk peti harta Karun melayang yang memiliki pertahanan yang cukup tinggi.
Sudah lebih dari 6 jam kami memasuki Dungeon Khusus ini dan selama itu kami melawan cukup banyak monster yang seharusnya berada di berbagai tempat di Neverland.
Seperti Goldric ini, dia merupakan Monster khusus di makam kuno di daerah padang pasir Saharan, dan Captain Crocodile juga merupakan Monster khusus di dataran rendah North Oriji.
Kedua monster ini jelas memiliki habitat yang berbeda akan tetapi sekarang mereka berada di suatu tempat yang sama.
"Tiaris! sembuhkan Rudeus! Leon dan Yuna! Gunakan serangan tipe api ke boss monster!" Elwin memberi tugas kepada yang lain sambil terus bertahan dari serangan beberapa monster.
untuk kali ini Elwin berada di bagian belakang untuk tetap menjaga Tiaris dan Luna, bersama Ken dan Miho.
Sekarang Yuna dan Leon akan menjadi lawan dari Boss monster karena mereka berdua memiliki skill serangan element api.
Sementara itu, Alicia dan Neko terus berada di posisi atas, berada di posisi aman sambil terus mengurangi jumlah musuh secara bertahap dengan anak panah mereka.
"Semuanya! tetap di posisi!" Elwin terus mengayunkan pedangnya ke arah musuh tanpa henti, begitu pula dengan Luna, dia saat sedang berkonsentrasi merapal mantra AOE debuff.
__ADS_1
"Yosh! Oke, Makasih Tiaris!" Aku berlari ke arah boss monster setelah memulihkan HP yang aku miliki.
*Trang!
Kedua senjata Yuna beradu dengan senapan yang di pegang oleh Captain Crocodile, ternyata Captain Crocodile juga memiliki kemampuan dalam serangan jarak dekat.
"Sun Slash!" Leon dengan cepat menebas titik buta dari Captain Crocodile yang kedua tangannya sedang menahan serangan dari Yuna kini hanya bisa menerima telak serangan dari Leon.
*Rooaaarrrr!!!
Tubuh Captain Crocodile terkena efek Burn setelah menerima serangan dari Leon, pada dasarnya Captain Crocodile merupakan Monster yang hidup di daerah dengan kelembaban yang tinggi.
Biasanya serangan api tidak akan berpengaruh karena habitat alami dari Captain Crocodile. Namun, sekarang kami di dalam labirin yang memiliki kelembaban yang rendah.
Itu juga yang menjadi faktor utama kenapa kali ini Leon dan Yuna yang menjadi penyerang utama dari pada Ken yang memiliki level jauh lebih tinggi. Namun, memiliki serangan yang cenderung ber-element Angin dan Air.
Aku berlari sekuat tenaga ke arah Captain Crocodile yang terlihat sangat marah, dia membuang senjatanya dan mulai berubah bermutasi menjadi lebih kuat.
seluruh otot di tubuhnya membesar, gigi-gigi di dalam rahangnya terlihat jelas siap mengoyak apapun di depannya.
"Bersiap! dia akan mengeluarkan serangan terkuatnya!" Teriak Elwin dari jauh saat Captain Crocodile membuka rahangnya dan mulai membentuk boa air yang tercipta dari udara yang berada di sekitarnya.
bola itu semakin besar saat mulai menyerap Monster-Monster kecil yang menjadi anak buahnya.
Setelah bola itu menyerap semua Mosnter yang di sekitarnya bola itu kemudian memadat sampai berukuran 1/3 dari ukuran sebelumnya.
bola air itu bercahaya kebiruan dan siap untuk lontarkan ke arah kami.
"Ini dia!" Aku berdiri di depan Leon dan Yuna, aku menggenggam perisaiku lebih kuat.
aku menahan napasku dan menghembuskannya dengan kuat, sedangkan Tiaris dan Luna sudah siap dengan skill mereka masing-masing.
"Black Hole!" Luna sendiri membuat sebuah bola hitam yang memiliki daya hisap luar biasa kuat mencoba mengurangi kerusakan dari serangan Captain Crocodile.
Sementara itu Captain Crocodile melontarkan bola air itu dengan kecepatan yang luar biasa cepat.
"Sekarang Rudeus!" Elwin memberi tanda kepadaku saat bola dengan kekuatan yang mengerikan ini mendekat.
"Auto Counter!"
*Boom!!!
Sesaat semua tertutup oleh asap yang tercipta dari benturan kedua skill yang kami gunakan.
"Uhuk! uhuk!" Yuna terbatuk-batu. berlahan asap ini memudar dan akhirnya menghilang dari pandangan kami.
Terlihat Captain Crocodile terlempar sampai terbentur dinding dengan cukup keras dan kemudian berlahan menghilang menjadi butiran Cahaya.
Sementara itu nasibku juga tidak terlalu baik. Namun, aku cukup beruntung, karena tubuhku tertahan oleh sihir air dari Luna.
sesaat tubuhku terlempar Luna merapal mantra air dan membuat sebuah dinding air, akibatnya kerusakan yang aku terima sedikit berkurang, maskipun akibat dari serangan ini merusak sebagian Equipment yang baru saja aku buat.
*Brukk!
"Aduh!" sekujur tubuhku merasakan efek setelah menerima serangan bola itu.
"Akan aku obatin," kata Tiaris yang kemudian menggunakan skill penyembuhan.
"Kita berhasil, Nyan~," kata Neko dengan semangat.
__ADS_1
"Ya, tapi setelah ini kita perluh memeriksa lantai ini," ujar Elwin yang saat ini membuka menu World Store, seperti biasa Elwin akan membelikan semua Coinnya gambar dia dapat dari penaklukkan untuk potion dan keperluhan lainnya.
"Miho, Ken, dan Alicia. Kalian berpencar periksa bagian yang sudah kita lewati sebelumnya, kalau ada monster yang masih hidup kalian bisa langsung menghabisinya. Tapi, ingat. Jika jumlah atau monster terlalu kuat, kalian bisa kembali ke sini, kita akan menaklukkannya bersama, kita harus mengutamakan keselamatan," tegas Elwin saat memberikan mereka perintah, setelah itu mereka bertiga berpencar untuk memeriksa keadaan.
"Hah... Akhirnya, lantai 3 selesai," kataku sambil menghela napasku dengan berat, saat ini aku bersender dengan dinding di Dungeon ini.
"Yah, ini juga berkatmu." Elwin juga merebahkan tubuhnya tepat di sampingku.
"Tidak juga, kalau bukan karena Leon dan Yuna yang terus memberikan kerusakan dan efek Burn pada Captain dan Tiaris yang menggurangi dampak yang aku terima jelas aku sudah mati dari tadi," kataku, kemudian aku membuka menu inventori yang sudah cukup banyak bahan yang akan aku kelolah untuk menjadi Equipment.
"Oh iya, Neko ini." Aku memanggil Neko sambil menunjukkan sesuatu yang aku lupakan.
"Dagger! Nyan~!" Neko dengan semangat mengambil Dagger yang sudah lama aku buat untuk dia, aku hampir lupa.
"Makasih, Rudeus-nyan!" Astaga kenapa kau begitu lucu, aku mengelus kepala Neko.
"Haha... Iya, maaf juga karena lama," ujarku kepada Neko.
Setelah itu beberapa sesaat Miho, Ken, dan Alicia kembali dan mengatakan sudah tidak ada lagi monster di lantai 3 ini.
"Baik, Sepertinya cukup sampai di sini hari ini." Elwin mengakhiri penjelajahan Dungeon untuk hari ini.
"Kita akan mulai penjelajahan ini setelah semuanya siap, oleh karena itu mungkin lebih baik kita semua berbagi No WA," kata Elwin memberi saran, ini memang cukup penting karena kami mungkin tidak memiliki waktu yang sama dalam waktu bermain Game RON.
Setelah itu kami saling bertukar WA dengan Elwin yang akan membuat Grub Chat setelah ini.
"A-anu... Rudeus." Sesaat terdengar suara dari belakangku, aku membalikkan badanku, terlihat Alicia yang tadi memanggilku.
"Iya?" Tanyaku singkat.
"Be-begini, kamu...." Ada apa ini, tidak biasanya Alicia yang pendiam bersikap agak canggung seperti ini.
"Hmn?"
"Kamu..."
"Kamu bisa gak temani aku kencan." Sesaat aku mematung setelah mendengar ucapan dari Alicia.
Sementara itu yang lain juga tidak jauh berbeda denganku.
""Heeeee.....! Tawaran kencan!?"" Sontak mereka semua mengatakan itu bahkan Miho juga mengatakan itu dengan terkejut.
"Mung-mungkinkah? Tidak! akhirnya pernyataan langsung dari Alicia!" Jelas Tiaris mengatakan itu semangat begitu juga dengan yang lain.
"Tak kusangka, ternyata Alicia cukup berani juga," kata Leon sambil mengacungkan jempol.
"Good job."
"Good job, mata lu!"
Sementara itu Miho hanya tersenyum kearahku.
"Tung-tunggu Miho, jangan salah paham." Oke aku panik sekarang.
"A-aku juga senang, kok." Perkataan Miho selanjutnya seperti sebuah pedang yang baru saja menusukku cukup dalam.
"Akh...."
'Ti...'
__ADS_1
'Tidaaaakkkkkk!!! apa-apaan ini!!!' Saat itu juga aku berteriak sekuat mungkin di dalam hati.
TBC.