Sahabat & Cinta

Sahabat & Cinta
eps 12


__ADS_3

ting.. ponsel devia berbunyi.


"Dev aku udah di depan loby" pesan singkat yang dikirim oleh tama dan devina pun cepat-cepat menuju loby. dan devina pun sudah duduk di samping tama.


"maaf ya tam kalo lama" ucap devina sambil tersenyum, iya senyum itu yang membuat tama jatuh cinta, dengan senyum devina jantung tama berdegub kencang.


"ahh gak kok Dev" jawab tama dengan gugup ia mencoba mengontrol diri karna jantung nya hampir saja copot.


"kita mau makan dimana nih tam, aku sengaja belom makan nih hehe" tanya devina yang apa adanya, tidak malu-malu atau menjaga image di depan laki-laki yang baru saja ia kenal itu.


"di sebuah kafe yang tidak jauh dari sini Dev, namun kafe itu bukan termasuk kafe yang mewah" jawab tama yang takut jika devina akan kaget ketika sampai di kafe yang ia maksud, maklum saja itu adalah kafe pertama yang di bangun oleh tama.

__ADS_1


"santai aja lohh tam, yang penting itu ada makanannya hahaa ehh upss" ucap devina menutup mulutnya yang lancar sekali berbicara.


"haha dasar kamu Dev, iya ada makanan, kamu bisa pesan apa saja" jawab tama yang semakin kagum dengan sosok devina yang apa adanya.


"siaap tam, eh dulu kamu satu kantor ya sama aku? " tanya devina yang penasaran karna ia tidak pernah melihat tama sebelumnya namun tama telah mengenalnya lebih dulu.


"aku dulu salah satu chef di tempat kamu bekerja Dev, dan kamu sering sekali kedapur mencari cemilan" jawab tama yang lucu saat mengingat bagaimana perempuan di samping nya itu mencari camilan di dapur.


"hah?? serius kamu tam" ucap devina terkejut sekaligus malu.


"yaampun, tamaa ternyata kamu tau semua" jawab devina yang tidak habis pikir atas kelakuan nya dulu di kantor.

__ADS_1


"haha, gapapa lohh kan itu lucu Dev, aku gak akan pernah lupa pas kamu bilang perut ku sangat lapar, jika daging kalian manis sudah ku cincang kalian haha kamu begitu banget yaa Dev pas laper" ledek tama yang membuat pipi devina memerah.


"udah pleaseee tam! " minta devina yang sekarang sangat malu..


"haha iyaa-iya Dev gausah malu gitu, udah nyampe nih" ajak tama.


"terimakasih tam" karna tama membukakan pintu mobil untuk devina.


mereka pun berjalan memasuki kafe dan terlihat bahwa nama kafe itu adalah D'smiLe yaa begitu lah tulisan nama yang dibaca oleh devina.


"aaa perfect, romantis, wangi mawar aaahhhh" gumam devina dalam hati memuji kafe yang baru ia masuki ini, kafe yang memiliki desain minimalis yang mengusung tema outdoor namun tidak akan kehujanan ketika hujan turun karna di beri atap yang transparan, tata letak meja nya pun sangat indah dan elegant dengan kursi klasik berwarna coklat, jika malam hari pemandangannya sangat sempurna, lampu yang tidak begitu terang dan juga tidak begitu gelap seirama dengan cahaya bulan dan bintang di malam hari, dan di setiap meja di taruh mawar yang masih segar dan wangi. berbagai warna mawar tumbuh di kafe itu. bunyi ikan yang melompat-lompat pun membuat suasana semakin segar.

__ADS_1


"kenapa kafe ini tidak di beri nama D'rose kenapa D'smiLe" tanya devina dalam hati karna ia bingung kafe ini di penuhi bunga yang sangat ia sukai, bunga mawar dan namanya tidak seperti yang ada di dalamnya.


"that's a perfect tam, terimakasih" ucap devina kepada tama yang sangat senang dan senyum itu bermekaran seperti bunga mawar yang berada di dalam kafe itu.


__ADS_2