
sejak malam itu hati devina mulai menghangat kembali, karena perlakuan tama padanya, ia mulai percaya diri lagi dan mencoba untuk membuka lembaran baru untuk kisah cintanya kembali.
pagi yang cerah, seolah cuaca bersahabat dengan perasaan devina saat ini yang sedang merasakan energi positif nya.
sesampainya di kantor, tidak seperti biasanya, Bima tidak menunggu nya di depan kantor maupun di lobby, namun devina tidak begitu memperdulikan nya, ia berfikir positif saja bahwa Bima saat ini sedang sibuk.
jam makan siang telah tiba, pekerjaan hari ini memang sangat padat sehingga membuat devina dan carla saja tidak bisa bercengkrama, hanya mengucapkan selamat pagi dan setelah itu pekerjaan sudah menunggu di atas meja kerja masing-masing.
"carl, udh selesai belum? " tanya devina.
"udah Dev, laper ya Dev, hari ini bener-bener buang energi yang sangat mantapp" jawab carla seraya mengelap keringat di kening nya yang sebenarnya tidak ada.
"iyaa bangett carl, yaudah yuk makan, eh ia Bima mana ya biasanya dia udh disini jemput kita" tanya devina heran karna tidak melihat Bima hari ini.
"hmm, iaa kemana ya anak itu, bentar-bentar aku telepon dulu dia" ucap carla dan langsung menekan nomor Bima di handphone nya.
"hallo bim, makan bareng siang kuy, hmm, oke-oke gue tunggu di lobby yaa, okee, sipp" sambungan telepon pun putus.
"yuk kita ke lobby, nanti Bima nyusul kita di lobby" ajak carla.
ternyata di lobby sudah ada Bima dan bumi yang sedang menunggu mereka.
"ehh, personil lengkap nih" devina menyapa mereka berdua.
__ADS_1
"eh, iaa, yuk langsung berangkat" jawab bumi.
sesampai nya di kantin , mereka ber 4 langsung menuju meja makan dan memesan makanan masing-masing.
"bim lo kenapa sih dari pagi diem aja" tanya bumi bisik-bisik
"patah hati" Jawab Bima santai
serentak saja devina dan carla membuka mulutnya dan berkata "hah? lo sakit hati sama siapa? " ucap mereka berbarengan.
"gue sakit hati Dev, liat lo udah punya gebetan baru dan ngelupain gue" jawab Bima dengan wajah yang pura-pura sedih.
"hahaa, jadi ini bim alasan lo semalem gelisah aja pas di pasar malem" ucap carla dengan kesal namun lucu melihat tingkah sahabat nya itu tak menyangka .
"Dev, lo kenapa harus ngejelasin Dev, gue tambah nafsu makan ini gara-gara lo" ahhhh Bima kesal dan menambah porsi makanan nyaa.
bumi yang dari tadi melihat tingkah sahabat nya hanya bisa menggelengkan kepala nyaa , seolah sudah biasa melihat Bima yang seperti itu.
sedangjan devina dan carla tertawa terbahak-bahak.
sebelum mereka kembali ke kantor, pelayan kantin menghampiri dan memberikan setangkai mawar merah kepada devina, dan ada kartu ucapan "selamat bekerja Dev, 🍌" devina menerima dan mengucapkan terimakasih, dan mecium bunga mawar itu dan tertawa melihat tulisannya "terimakasih, banana" gumam dia dalam hati..
"uhukkkkk" Bima batuk, Pura-pura batuk.
__ADS_1
"batuk pak Haji" ledek devina.
"ciee, bunga dari siapa tuhh" tanya carla
"iyaaa nih, ada yang punya gebetan baru kayaknya" ucap bumi melirik Bima.
"gue gatau sih ini dari siapa, yang pasti ini gue Terima dan berterimakasih sama yang ngasih" jawab devina karna devina benar-benar tidak mengetahui pemilik bunga mawar itu.
"udah lah Dev lo gatau tuh bunga dari siapa, buang aja ntar ada racunnya" Bima berkata dengan gaya tengilnya.
"cemburu ya bim" ucap bumi dan memainkan senyum nya.
"sialan lo bum" Bima memukul pundak bumi pelan.
"yaampun Dev, lo baru beberapa bulan disini udah ada gebetan, lahh gue udh lahir disini belom dapet gebetan juga" ucap carla sedih dengan nasip nya yang masih saja menjomblo
"itu sih desii" ucap Bima membuat carla mengernyitkan matanya.
"apaan dah desi, gak masutt" ucap carla kesal.
"DERITAA SITUUUUU" teriak Bima dan langsung saja ia lari dari meja makan, menghindari amukan carla.
devina dan bumi tertawa melihat tingkah laku teman-temannya..
__ADS_1
*bersambung..