
setelah makan siang mereka kembali ke ruangan masing-masing, bunga mawar yang diterima oleh devina di letakan di atas meja, di meja devina belum ada vas bunga , jadi hanya di letakan saja.
carla sangat penasaran siapa yang memberi temannya itu bunga, karna ia saja belum ada yang memberi bunga.
"Dev, cerita dong, siapa sih yang ngasih lo bunga" tanya carla penasaran.
"hmm, carl, sebenarnya gua gak tau siapa yang ngasih bunga ini, karna di kartu nama ini gak ada namanya" carla menjawab dan memperlihatkan kartu ucapan yang ada di bunga itu.
"hmm iyaa yaa Dev, siapa itu kira-kiraa.. hhmm.. eehh ehh apa yang semalem ngedate sama lo itu Dev? " tebak carla
"ahh masa sih tama, emang dia tau gue sekarang kerja dimana dan gue makan siang dimana" jawab devina yang tidak percaya.
"bisa jadi Dev, itu si siapa? tama yaa.. hmm" ucap carla sambil menganggukkan kepala nya seolah mengerti.
"hmm, kalo itu tama gak masalah sih buat gue" jawab devina senyum-senyum malu
"yaampun temen gue lagi jatuh cinta nih ceritanya, uluhh uluhh tayangggg" ledek carla seraya mencubit pipi devina.
__ADS_1
"apaan sih carl, biasa aja kaleee, lagian gue sama dia baru ketemu beberapa kali" jelas devina
"ahh gak masalah, cinta pada pandangan pertama" carla menggoda devina.
"udah carl, dah sana lo kerja gue minta laporan keuangan seminggu ini" ucap devina.
carla membuka mulutnya "apaan sih Dev, laporan seminggu udh di minta, belom gue rapihin lohh ibu devina" ucap carla yang kesal karna temannya itu membuatnya bekerja lebih keras lagi padahal sudah mau jam pulang.
"hahaa, becanda lohh carl gitu aja marah mangkanya jomblo" wleeeekkk devina menggoda carla, dan carla pun memutar bolah matanya.
"hmm bisa ajaa ibu devina ini" ucap carla dan meninggalkan devina, ia kembali ke ruangannya yg sebenarnya hanya beda meja saja dengan devina.
di dalam ruangan bumi, Bima bertindak.
"bum, menurut lo devina itu cantik gak sih? " tanya Bima kepada bumi.
"tergantung, kalo menurut pandangan lo cantik yaa dia cantik, kalo pandangan gue kan clara yang paling cantik" jawab bumi dengan santai nya, bagaimana tidak hari-hari bumi adalah Clara ia sangat manja dengan Clara seluruh jiwa dan raganya ada Clara, iaa bumi sangat amat mencintai Clara begitu sebaliknya.
__ADS_1
"emang gue salah yaa bum, nanyak sama lo ini" ucap Bima frustasi karna jawaban dari bumi.
"iya emang menurut gue gitu kali, itu pendapat gue, lagian lo udah gila apa suka sama dia, merusak pertemanan aja sihh" ucap bumi yang lagi-lagi menyudutkan Bima.
"astagah Bima, lo yaa gak bisa liat gue senang sedikit, senyum devina itu masih melekat jelas di fikiran gue" jawab Bima
"bum, lo itu pura-pura gatau apa gimana sih, jelas-jelas dia udah ada pacar, tuh buktinya dia dikirim bunga sama pacarnya " bumi mencoba menyadarkan temannya yang sedang di mabuk cintaa, " lagian ya bim, cewek lo itu udah banyak bim, jangan buat devina masuk kedalam lingkaran hitam lo" Lagi-lagi bumi mengingatkan Bima, Bima pun terdiam.
"bum, gue mau jadiin dia cinta terakhir gue bim" ucap Bima dan membuat bumi melotot dan menyunggingkan bibirnya.
"bim, devina perempuan baik-baik, lo harus dapetin dia secara baik juga, jangan sampai lo nyakitin dia dan lo campakan setelah lo udah gak penasaran lagi" bumi menasehati temannya itu yang ia tau bahwa Bima tidak akan berhenti bermain perempuan, karna bima sangat suka berganti-ganti perempuan.
"kita liat aja bum, dia bisa jadi obat gak buat gue, gue candu sama senyumnya bum" ucap Bima.
"candu lo gak cuman sama senyumnya aja penjahat wanita" ucap bumi yang sudah tidak sabar lagi menasehati sahabatnya itu.
"hahaa bisa aja deh lo bum" jawab Bima cengegesan..
__ADS_1
*berambung