
Tama keluar dari ruangan papa nya, dan terlihat yashinta berada di depan pintu dengan mata berkaca-kaca ia menghampiri anak sulungnya dan menatap nya seolah ia tau apa yang di rasakan anak nya itu, yashinta memeluk tama dan air mata nya mengalir deras "nak, jangan tinggalkan mama lagi nak" pinta yashinta.
"maaa, aku tidak akan meninggalkan mama walau sedetik" tama berucap dan tak terasa air mata nya pun menetes, "maa, tolong beri aku izin untuk memilih masa depan ku mah, aku mohon" tama memohon di pelukan yashinta.
"anak mama sayang, mama selalu mendukung apa yang kamu pilih nak, mama akan dukung demi kebaikan mu nak" yashinta menjawab dan menatap mata tama membuat mata mereka bertemu dan berpelukan kembali.
"maaa, maafkan Tama kali ini Tama harus pergi lagi" ucap Tama dan ia melepaskan pelukan mama nya dengan cepat ia mencium pipi yashinta dan memalingkan wajah nya dan berlalu pergi ia tak tahan menatap mata yashinta cinta pertama dan juga surga nya itu.
"Tama, sering-sering kunjungi mama nakk, telpon mama nak" yashinta berteriak dan ia masih terisak dalam tangis nya, menatap punggung anak sulungnya itu pergi meninggalkan nya.
tidak lama samudera keluar dari ruangan nya dan melihat istri nya sedang menangis, yashinta terduduk di lantai bersender di tembok rumah mewah itu, samudera tidak tahan melihat tangis istri yang sangat ia cintai itu.
"sayang... " samudera memanggil yashinta dan menghampiri nya, dan langsung memeluk yashinta.
"kenapa kau selalu membuat ia pergi" ucap yashinta memandang wajah suami nya itu.
"aku hanya ingin dia melakukan apa yang aku inginkan" jawab samudera.
"apa kamu mampu melakukan apa yang aku inginkan? " tanya yashinta.
__ADS_1
"maksudmu? " tanya samudera menatap istri nya itu
"aku ingin kamu membawa putra ku TAMA KING KHIEL kembali kerumah ini dan menjadi anak sulung ku seperti dulu" yashinta mengucapkan ultimatum nya "jika kau tidak bisa, maka Tama tidak akan pernah melakukan apa yang kamu inginkan" ucap yashinta lagi, dan membuat samudera tak percaya atas ultimatum yashinta. yashinta berdiri dan ia menuju kamar nya meninggalkan samudera.
"maafkan aku sayang, aku hanya ingin ia mengerti bahwa ia adalah penerus KING LION yang sudah di tuliskan di dalam wasiat ayah ku" ucap samudera pelan, dan merasakan gejolak dalam hati nya menahan rasa sakit atas keegoisannya sendiri.
sedangkan Tama pergi ke kafe dengan wajah berantakan, namun masih terlihat sangat tampan dan menawan.
sesampainya ia di kafe, "selamat datang pak Tama" sapa seorang pramuniaga
tama tersenyum dan berkata "terimakasih" ia langsung saja menuju ruangan nya di atas.
ia merasakan nyaman, dan mendapatkan ketenangan di aroma mawar itu, ia memejamkan matanya lagi dan menghirup aroma mawar itu, seketika ia tertidur melepaskan penatnya.
di kantor KING LION
"sayaaanggg... " teriak clara memanggil bumi yang sedang ada di kantin.
bumi berdiri dan menyambut Clara , ia mencium pipi kanan pipi kiri Clara "sayang, aku kira kamu tidak datang hari ini" ucap bumi
__ADS_1
"aku tidak akan membiarkan mu makan siang sendiri seperti ini sayang kuuhh" ucap Clara dan memandang kekasih nya itu penuh cinta.
"Terimakasih sayang" ucap bumi dan membelai lemut pipi Clara.
ia hari ini bumi memilih makan di kantin sendiri, suasana kantin sepi karna ini bukan jam makan siang, ia hanya merasa tidak nyaman, ia memikirkan apakah kakak sulung nya akan benar-benar pulang atau di usir lagi oleh ayah nya.
kegelisahan bumi bisa di lihat dan di rasakan oleh Clara "sayang, apa kamu baik-baik saja? " tanya Clara.
"iya sayang aku baik-baik saja" jawab bumi tidak ingin membuat wanita nya memikirkan apa yang ia pikirkan.
"tidak bumi, kamu tidak baik-baik saja, aku tau, aku dapat merasakan nya" kali ini Clara tidak memanggil bumi dengan sebutan sayang lagi, ia menatap bumi dalam
"baiklah, aku memang tidak akan bisa menyembunyikan apapun dari kamu yangg" ucap bumi pasrah, dan ia harus menceritakan apa yang membuat nya gelisah.
"ayoo cepat, kamu harus berbagi cerita dengan ku" pinta Clara.
"kak tama malam tadi pulang, dan pagi ini ikut sarapan dirumah, aku dan mama sangat senang kak tama pulang kerumah, tapi tidak dengan papa, aku takut kak tama akan meninggalkan rumah lagi meninggalkan aku dan mama lagi" ucap bumi dan sangat terlihat bahwa ia takut kehilangan kaka sulungnya itu lagi.
"jadi itu yang membuatmu gelisah seperti ini yangg, kamu berdoa semoga papa dan kak tama mampu memperbaiki hubungan buruk antara mereka, kamu lakukan apa yang kamu bisa yangg" ucap Clara dan ia memegang tangan bumi dengan erat, menatap mata bumi dengan cinta kasih yang mampu membuat hati bumi terasa hangat.
__ADS_1
"terimakasih sayang kamu paling bisa membangkitkan semangat ku lagi" ucap tama dan ia mencium punggung tangan Clara.