
di kediaman Samuderan Khiel.
bumi, dan kedua orang tuanya sudah duduk di meja makan, berisiap untuk sarapan bersama.
tidak lama ada suara orang yang sedang menuruni tangga, mereka saling menatapa ada siapa di atas selain pemilik rumah megah ini, bumi, yashinta, dan samudera, ia mereka hanya mengingat hanya mereka yang tinggal dirumah megah itu. tidak lama muncul lah Tama sosok yang selama ini tidak pernah menampakan dirinya dan dengan senyuman Tama menyapa kedua orang tuanya dan juga adiknya "selamat pagi, mah, pah, dan bum" ia menyapa keluarga nya itu dan seketika yashinta berlari dan memeluk Tama
"Tamaaaa..... " ia memanggil dan memeluk putra sulungnya dengan erat "nak, mama sangat merindukan kamu nak.. " yashinta mencium kening, pipi Tama berkali-kali seolah tidak ingin melewatkan kesempatan itu.
"mamah, aku juga merindukanmu, hmm apa aku tidak boleh sarapan bersama kalian? " Tama berucap seperti itu karena mama nya terus saja memeluk dan mencium nya.
"ahh iyaa, sini nak makan, duduk deket mama" ajak yashinta dan membuka kursi untuk anak sulung nya itu.
"pah... " ucap Tama
"selesaikan sarapan nya dulu, baru kita bicara" ucap Samudera dingin.
"ka, Tama aku merindukanmu" ucap bumi memukul pundak tama dengan perasaan yang senang.
"aku juga rindu, rindu Clara" haha ucap tama menggoda bumi
__ADS_1
"kamu yaa kak... uhhh" ucap tama kesal.
"sudah lama mama gak liat kalian gini, mama senang pagi ini" ucap yashinta menatap kedua putra nya itu.
"maa, paa, bumi berangkat kerja dulu yaa" bumi berpamitan mencium punggung tangan kedua orang tua nya dan juga kakak sulungnya itu
"iyaa nak hati-hati yaa.. " ucap yashinta
"okee mama sayang... "
bumi berlalu dan meninggalkan kedua orang tua nya dan kakak sulungnya..
"Tama, ikut papa.. " ucap samudera dan tama pun meninggalkan meja makan dan juga yashinta yang masih duduk dan menyaksikan suami dan putra nya pergi, ia tidak mengikuti nya karna ia ingin melihat apakah suami nya akan tetap memaksa putra sulungnya untuk berbisnis atau mengikuti apa mau putra sulungnya itu.
setelah sampai diruangan kerja, Tama di persilahkan duduk , mereka duduk berhadap-hadapan..
"bagaimana kabar mu, anak muda" suara bumi terdengar santai namun penuh penekanan.
"aku baik-baik saja paa, " jawab tama singkat.
__ADS_1
"aku dengar, kafe yang sudah lama kamu tinggalkan sudah selesai kamu kerjakan dan sudah grand opening" tanya samudera , meskipun samudera terlihat tidak perduli pada tama namun ia sebetulnya sangat peduli dan mengikuti kemana saja Tama selama ini.
"apa peduli mu " jawab tama menantang
"santai tama, aku hanya ingin mengatahui perkembangan mu saja" jawab samudera menahan emosi nya.
"papa tidak perlu mengetahui tentang aku, dan tidak usah repot-repot mencari tahu tentang ku" jawab tama dingin dan memalingkan wajahnya.
"tama, jangan menguji kesabaran ku terus menerus " kali ini samudera mencoba untuk memperingatkan tama agar tidak memancing emosi nya.
"aku tidak menguji kesabaran mu, aku hanya tidak ingin kau ikut campur atas apa yang aku lakukan untuk hidup ku" tama masih saja berucap sombong dan tidak takut dengan samudera.
"cukup! kau tidak bisa pergi seperti yang kau impikan, kau pikir kau siapa? hahh" kali ini samudera berteriak dan terdengar oleh yashinta yang sedang duduk di ruang keluarga, yang tidak jauh dari ruangan samudera dan Tama.
"aku berkunjung kesini bukan untukdebat dengant kau! " ucap tama yang sebenarnya tidak ingin bertengkar dengan papa nya.
Tama berdiri dan meninggalkan ruangan papa nya itu.
"Tama, aku hanya ingin kau bisa menjadi anak yang bertanggung jawab atas dirimu, atas keluarga mu, mampu menjadi pemimpin yang bijaksana, jangan kau fikir aku membiarkan mu pergi aku benar-benar menyuruh mu pergi, tidak, kau salah nak, jauh dilubuk hati ku, aku ingin sekali memeluk mu, berbicara tentang masa deoan dengan mu, dasar anak bodoh! " samudera berbicara sendiri seolah ada tama di hadapannya dan tak terasa air mata samudera menetes...
__ADS_1
*berambung