
Bima pun segera menuju ke ruangan devina, ia mengetuk pintu dan langsung saja ia masuk, di ruangan itu hanya ada carla, ia tak melihat devina, carla hanya melirik Bima lalu ia menatap ke komputer nya lagi di dalam hati Bima bergumam "gimana ini, devina kemana lagi" bima semakin panik karna 15menit lg miting akan segera di mulai, dia memberanikan diri bertanya pada carla
"carl, devina mana ya kok gak ada disini" tanya Bima
"gak tau" jawab carla tanpa melirik
"carl tolongin gue dong, cariin laporan keuangan yang kemarin gue minta di meja nya Dev" pinta Bima
"cari sendiri" carla tak perduli ia tetap menatap layar komputer nya
"carl pleeassee... " Bima memohon dengan raut wajah yang memelas nya
carla beranjak dari tempat duduk nya, dan mencari berkas yang diinginkan Bima, "gak ada bim, nih lo liat gak ada berkas apa-apa disini" ucap carla menunjukan beberapa berkas yang memang tidak ada di atas meja devina.
ceekleekk... pintu pun seperti ada yang membuka, bima melihat devina yang masuk dan ia langsung menuju meja nya "cari apa carl? " tanya devina
"ini sih mesum minta tolong cariin berkas yang buat miting nanti" jawab carla
"berkas nya udah gue kasih ke bumi, tadi gue keruangan lo, dan lo gak ada, gue kira lo lagi *** *** gak tau nya lo disini, udah sana lo pergi di tungguin bumi" ucap devina panjang lebar dan ia mengusir Bima dari ruangannya.
tanpa pikir panjang Bima langsung keluar dan menuju ruangan bumi, ia tak menghiraukan kedua sahabatnya yang sedang marah padanya karna waktu miting akan segera di mulai.
"lo dari mana sih bim" tanya bumi kesal
"sory bum, gue dari toilet" Bima berbohong
"yaudah ayok kita keruang miting" ajak bumi
__ADS_1
Pov Tama
"aku merindukanmu" gumam tama, ia merasa rindu kepada sosok wanita yang telah menghangatkan hatinya, ia melihat keluar jendela ruangannya, ia melihat pengunjung kafe yang terlihat berpasang-pasangan sedang bersenda gurau, ia tersenyum sesekali ia berkhayal bahwa yang ia lihat adalah dirinya dan devina, tama sangat-sangat merindukan pujaan hati nya itu yang iya temukan di bali dan sekarang sudah ada di kota kelahirannya.
~Dev, gimana kabar kamu? maaf aku beberapa hari ini tidak menghubungi mu~ Tama mengirim pesan singkat ke ponsel devina, ia terus menatap ponsel itu berharap devina membalas pesan singkat nya tidak lama ada yang mengetuk pintunya, dan di lihat di balik pintu itu adalah wanita pertama yang ia cintai dan wanita pertama yang membuatnya kecewa..
"chelseaa.. " Tama tak menyangka bahwa clesea datang ke kafe nya, ia bingung darimana chelsea tau kafe ini
"tidak perlu terkejut seperti itu tam.. aku rindu! " ucap chelsea, ia menghampiri tama yang masih memperhatikannya dari atas sampai bawah tidak berkedip sama sekali, sedangkan chelsea langsung mecium pipi tama...
tama menjauhkan wajahnya dari chelsea, ia tak menyangka wanita ini masih berani datang menemuinya setelah kesakitan yang ia berikan kepadanya "ada perlu apa kamu kesini, " tanya tama tanpa bas basi dan terdengar seperti orang yang sedang mengendalikan emosinya
"santai tam, kamu jangan terkejut seperti itu, bukan aku tadi bilang bahwa aku rindu kamu" jelas chelsea
"mana jordi, kekasihmu itu oh aku salah selingkuhan mu itu" tanya tama menahan sesak di dadanya
"jordi sedang ada urusan keluar negeri tam, jadi aku bebas mengunjungi mu, apa kamu tidak merindukan ku sayang? " chelsea berucap tak tahu malu ia bergelayut di bahu tama
"mengapa? apa kamu sudah memiliki kekasih sayang" chelsea semakin dekat, ya chelsea sosok wanita yang agresif, memang wanita seperti itu tipe tama ia sangat senang dengan wanita agresif, senang merayu dan manja seperti chelsea.
"jangan terlalu dekat chel, aku.... hhh.. aku... " tama berkeringat ia takut hilang kendali atas kelakuan chelsea padanya..
chelsea sangat mengerti apa yang di rasakan tama saat ini, tama ingin menyerangnya saat ini, ia sangat senang karna tama masih mencintai nya dan masih menyukainya, chelsea semakin menggoda tama, lebih dekat lagi namun tama mencoba bertahan semampunya dan untunglah handphone nya berbunyi, dan di layar HP itu tertulis Mama 💙 , ia segera mengambil handphone nya "terimakasih Tuhan engkau menyelamatkan ku" ucap nya dalam hati.
"ha.. hallo maaa"
"selamat siang sayang, maaf mama mengganggu mu"
__ADS_1
"tidak maa, mama sama sekali tidak mengganggu ku, ada apa ma? "
"syukurlaaah, tidak ada apa-apa sayang, mama merindukanmu"
"aku juga merindukanmu maa.. "
"jika kamu tidak sibuk, pulang nakk, mama menunggumu.. "
"pasti maa, aku mencintaimu maa.. "
"mama juga sayang"
setelah percakapan antara ibu dan anak itu selesai, chelsea mengerti bahwa tama tidak tinggal dirumah orang tua nya, namun chelsea tidak mengerti mengapa tama pergi dari rumah orang tua nya, karna sebelum mereka berpisah tama adalah anak laki-laki yang di banggakan dalam keluarga KING SAMUDERA ia cucu Joni Khiel yang sangat di sayangi..
"apa kamu pergi dari rumah tam???" tanya chelsea penasaran
"apa hidupku masih penting untuk mu chels!! " suara dingin tama keluar tapi tidak membuat chelsea takut
"aku hanya bertanya, apa kamu tidak tinggal bersama mama papa, tam? " tanya chelsea lagi
"itu sama sekali bukan urusan mu" jawab tama lagi
"baik lah sayang, kamu sepertinya sangat merindukan sentuhan dari ku yaa" chelsea duduk di pangkuan tama, ia menatap mata tama dengan lekat dan dekat membuat tama berkeringat
"chel, hentikan! aku tidak ingin melakukan ini dengan mu, terlebih kau kekasih sahabatku" ucap tama ia tak tahan dengan perlakuan chelsea kepadanya, walaupun dulu ia sangat menyukai di perlakukan seperti ini oleh chelsea..
chelsea mencium bibir tama sekilas, ia berdiri dan meninggalkan tama tanpa sepatah dua kata..
__ADS_1
tama masih mengumpulkan kesadarannya, ia sangat gugup, jantungnya berdegup kencang..
*bersambung...